KOMPLIKASI KEGEMUKAN (OBESITAS) PADA ANAK

Dahulu gemuk dianggap sehat, tetapi dengan berkembangnya ilmu kedokteran pendapat tersebut tidak dianut lagi. Mungkin orang tua yang dulunya bangga dengan anaknya super gemuk, sekarang akan menyesal kalau melihat betapa kompleksnya akibat obesitas tersebut.

Komplikasi kegemukan atau obesitas pada anak dapat terjadi mulai dari kepala sampai kaki diantaranya:

  •  Kapasitas otak

Untuk setiap pon berat yang berlebih pada tubuh, otak akan semakin mengecil. Itulah fakta yang diungkapkan para peneliti baru-baru ini. Semakin besar tubuh seseorang yang mengalami obesitas, semakin berkurang pula jaringan otak di kepalanya. Kebanyakan jaringan yang hilang adalah jaringan pada bagian depan dan temporal lobe yang berfungsi sebagai pembuat keputusan, menyimpan memori dan kegiatan kognitif lainnya yang ujung-ujungnya bisa memicu penyakit Alzheimer.

  • Saluran napas

Komplikasi obesitas lainnya pada anak adalah gangguan fungsi saluran napas yang dikenal dengan obstructive sleep apnea syndrome (OSAS). Gejalanya mulai dari mengorok sampai mengompol. Obstruksi saluran nafas intermiten di malam hari menyebabkan tidur gelisah.

  • Kulit leher dan pelipatan

Obesitas juga dapat menyebabkan kulit sering lecet karena gesekan, anak merasa gerah atau panas, sering disertai biang keringat, maupun jamur pada lipatan-lipatan kulit.

  • Jantung

Anak obesitas cenderung mengalami peningkatan tekanan darah dan denyut jantung Obesitas pada masa anak-anak yang terus berlanjut sampai dewasa dapat pula mengakibatkan antara lain hipertensi (tekanan darah tinggi) pada masa pubertas, penumpukan lemak dalam darah, penyakit jantung koroner, dan penyempitan pembuluh darah pada masa dewasa. Sekalipun tanpa tekanan darah yang tinggi, obesitas sendiri sudah dapat mengakibatkan kelemahan otot jantung atau cardiomyopathy, sehingga mengganggu daya pompa jantung.

  • Paru

Obesitas pada bayi berisiko terjadinya infeksi saluran pernafasan bagian bawah karena terbatasnya kapasitas paru-paru.

  • Ginjal

Anak yang mengalami obesitas, memiliki risikonya terkena diabetes dengan komplikasi sakit ginjal di kemudian hari.

  •  Genitalia

obesitas akan mengalami penurunan dan penyusutan sistem organ yang lebih cepat, termasuk juga masalah impotensi dan infertilitas dan hal-hal lainnya yang dikira orang tidak ada hubungannya langsung dengan obesitas.

  • Tulang Kaki

Pada anak obesitas cenderung berisiko mengalami gangguan tulang pada kaki yang disebabkan kelebihan berat badan, yaitu tergelincirnya tulang paha yang menimbulkan gejala nyeri panggul atau tergelincirnya lutut. Di samping itu dapat juga mengakibatkan kelainan pada tulang dan sendi seperti kaki pengkor ke arah dalam.

Disamping komplikasi obesitas pada semua anggota tubuh, obesitas juga mempengaruhi faktor kejiwaan pada anak yakni sering merasa kurang percaya diri, bahkan kalau anak berada pada masa remaja dan mengalami obesitas, biasanya menjadi pasif dan depresi, karena sering tidak dilibatkan pada kegiatan yang dilakukan oleh teman sebayanya. Gangguan  kejiwaan ini dapat sebagai penyebab obesitas menjadi lebih parah karena anak melampiaskan stres yang dialaminya ke makanan.

 

Penulis: dr. Wiradharma

dr. I G Lanang Sidiartha, SpA(K)

Diambil dari berbagai sumber.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *