Kelulusan Kesebelasan Pasukan IPDSA FK Unud November 2018

Pada tanggal 18 November 2018 kemarin merupakan hari yang istimewa bagi kesebelas kandidat Evaluasi Nasional Terpusat (ENT) Pendidikan Spesialis Anak Universitas Udayana. Hari itu, seluruh pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan selama mengikuti pendidikan terbayarkan. Semua kandidat ENT asal Universitas Udayana lulus ujian OSCE dan ujian Long Case yang telah diikuti sejak tanggal 17-18 November 2018. Tangisan haru tidak dapat terbendung diruangan yudisium RSPTN Udayana, tempat pelaksanaan ujian ENT November 2018. Termasuk para guru-guru kami yang hadir di sana, semuanya turut larut dalam kebahagiaan.

Ujian ENT periode November kali ini cukup istimewa, karena kali ini Universitas Udayana menjadi tuan rumah. Sama seperti ujian pada tahun 2014 lalu. Ujian OSCE dan Long case dilakukan di RSPTN Udayana di Jimbaran. Ujian kali ini diikuti oleh 65 kandidat special anak dari seluruh universitas yang memiliki program IPDSA di Indonesia, dan 11 kandidat diantaranya berasal dari Universitas Udayana.

 

Selamat kepada para Spesialis Anak baru, dr. Ni Luh Putu Surya Candra EP., M.Biomed, Sp.A, dr. Novita Tjiang, M.Biomed, Sp.A, dr. Ni Putu Yunik Novayanti, M.Biomed, Sp.A, dr. A.A. Sagung Dwijayanti P., M.Biomed, Sp.A, dr. Wayan Sulaksamana Sandhi P., M.Biomed, Sp.A, dr. Sri Maya, M.Biomed, Sp.A, dr. Putu Diah Vedaswari, M.Biomed, Sp.A, dr. Ni Luh Sri Apsari, M.Biomed, Sp.A, dr. A.A. Made Wijaya Kusuma, M.Biomed, Sp.A, dr. Benny Herlianto, M.Biomed, Sp.A, dr. Bagus Ngurah Mahakrishna, M.Biomed, Sp.A. Semoga semua ilmu yang telah dimiliki dapat berguna dalam perjalanan selanjutnya dan selalu berguna bagi nusa dan bangsa.

Polio RUN 2019, END polio NOW!

Dalam rangka kampanye World End Polio tim pediatric runners mengikuti kegiatan Virtual Run pada tanggal 3 Maret 2019, wahana lari kali ini mengambil lokasi di Saranam, Baturiti Tabanan bersamaan dengan event yang diadakan oleh pihak Orthopedi UNUD. Polio run kali ini bertemakan “Run to End Polio”, dimana yang dimaksudkan adalah agar terpenuhinya target WHO untuk pemberantasan polio yang lengkap dan berhasil di semua negara pada tahun 2020.

dr. Ketut Suarta, Sp.A (K), dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A (K), dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A (K), dr. I Gst A. Sugitha Adnyana, Sp.A(K) dan keluarga turut serta menaklukkan track ini dan dikuti sekitar 40 peserta pediatric runners. Kegiatan ini mempunyai rute lari sepanjang 5 km. Namun dengan track lari yang bergelombang mengikuti area perbukitan, kegiatan lari pun menjadi cukup menantang bagi peserta.

Jalur yang dilalui sangat asri dikelilingi pepohonan, rumah warga dan juga areal sawah, namun sangat di pastikan tanjakan tanjakan yang menantang juga dapat membuat peserta lari semakin semangat. Pitstop polio run dilakukan di kebun bunga gumitir yang sangat indah dan asri dan dilanjutkan dengan menyerukan yel-yel dan ajakan yang sangat seru.

Seluruh peserta pediatric runners berhasil sampai di garis finish, pantang menyerah mencapai 5 km pertama untuk polio run dan dilanjutkan menyelesaikan 12 km untuk orthorun. Rasa bangga dan puas dirasakan oleh para pediatric runners, semua mengabdikan momen bahagia tersebut. Acara berfoto ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah hiburan dari sponsor kegiatan orthorun, tak disangka banyak dari anggota pediatric runners yang beruntung saat itu.

End polio now! Counting it down to history…end Polio 2020!

Sampai jumpa di kegiatan lari berikutnya..Pediatric Runners Go go go!

(red)

Nyepi 2019

IKA Udayana dalam Hari TB sedunia (World TB Day 2018)

Hari Tuberkulosis Sedunia atau World TB Day diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah Denpasar, dari konsultan hingga para residen,  juga turut ambil bagian dalam kegiatan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tingkat provinsi Bali,  yang bertempat di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Denpasar, hari Minggu pagi (25/3).

Peringatan Hari TBC kemarin dimeriahkan dengan Senam Kesegaran Jasmani dilanjutkan pelepasan balon oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bali, IB Ngurah Arda. Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB melalui aksi ‘Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC’.

Acara berjalan dengan meriah. Dibuktikan dengan antusiasme masyarakat kota Denpasar yang cukup besar saat mengikuti senam bersama, hingga mendengarkan deklarasi dan penyampaian materi mengenai Tuberkulosis di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja. dr. IB Subanada, Sp.A (K), dr. I Gst. Lanang Sidiartha, Sp.A (K), dan dr. Siadi Purniti, Sp.A (K) dari divisi Respirologi SMF IKA Unud juga ikut memberikan testimoni mengenai Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB melalui aksi “Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS)”, serta pentingnya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian pada untuk mencegah penularan TBC terutama pada anak-anak.

 

 

Salah satu mantan pasien TBC anak yang pernah dirawat di RSUP Sanglah juga diundang ke dalam kegiatan tersebut, untuk menjadi bukti dan pengingat bagi kita semua bahwa TBC bisa dicegah dan diobati.

dr Ketut Suarjaya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga turut  mengimbau agar masyarakat tidak mendeskriminasi atau menjauhi penderitanya, namun penyakitnya. Masyarakat harus menghindari kemungkinan penularan penyakitnya, dengan cara penderita tidak batuk sembarangan, melainkan menggunakan penutup mulut. Penularan TBC dimungkinkan melalui batuk, bersin-bersin, bernyanyi, serta percikan ludah dan bersin dari penderita.

Kegiatan lengkapnya dapat dilihat dalam video kampanye World TB day 2018 di youtube dengan klik link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=MvsQkUA17xI  . (redaksi)

Pediatric Runners dalam World Kidney Day 2018

Memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2018, yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2018 lalu, tim Pediatric Runners mengikuti kegiatan Virtual Run yang anti mainstream, karena berkeliling lapangan Renon sudah biasa dilakukan, maka para Pediatric Runners mencoba track jogging di Jati Luwih, Tabanan.

Kegiatan virtual run ini sendiri sebenarnya diadakan oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Koordinator Wilayah (Korwil)  Bali, NTB, dan NTT, bekerjasama dengan Divisi Ginjal dan Hipertensi SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP Sanglah, Denpasar. Dengan kegiatan puncak lari maraton sejauh 10K dan 5K berpusat di depan Plaza Renon, Denpasar. Akan tetapi karena Virtul Run sendiri merupakan kegiatan lari yang bisa dilakukan dimanapun dan kapan pun, sambil tetap membawa pulang mendali finisher yang sama, maka dr. Ketut Suarta, Sp.A (K) selaku dokter konsultan Nefrologi anak di RSUP Sanglah mengusulkan tempat berlari yang bebas dari polusi dengan pemandangan yang indah yaitu tempat wisata alam teracering Jati Luwih.

Pada tahun ini, World Kidney Day 2018 mengambil tema Ginjal dan Kesehatan Perempuan (Woman and Kidney Disease). “Kenapa tema yang dipilih adalah woman? Karena peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun ini bertepatan dengan Hari Wanita Sedunia tanggal 8 Maret kemarin. Selain itu, karena wanita sangat rentan atau beresiko terkena penyakit ginjal. Sehingga selain berlari, kami juga melakukan kegiatan kampanye SAVE YOUR KIDNEY SAVE YOUR LIVE!!! Tim Pediatric Runners membuat video kegiatan kampanye World Kidney Day, untuk ditampilkan di media sosial seperti Youtube, Instagram dan Facebook. Agar semua masyarakat dapat turut melihat dan menyadari bahwa menjaga kesehatan ginjal bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, seperti minum air putih yang cukup dan makan makanan yang sehat serta tidak berlebihan dan tidak lupa olahraga.

Kegiatan Virtual Run Jati Luwih kemarin, banyak memberikan kesan kepada kami pada Pediatric Runners. Dr. Ketut Suarta, SpA (K) beserta istri dr. Ratna, Sp.THT memberikan contoh kepada para pediatric runners terutama yang pertama kali mengikuti kegiatan lari, untuk selalu bersemangat dan tidak mudah menyerah menaklukan track 10K. Dan tidak disangka, pada hari tersebut kami disambut oleh dr. Putu Siadi Purniti, SpA (K) yang ternyata berasal dari Tabanan untuk menyantap jajanan pasar beserta kelapa muda di rumah beliau. Video kampanye pediatric runners dalam WKD 2018 data disaksikan selengkapnya di youtube dengan link berikut ini https://youtu.be/IB132mOf140 . (redaksi)

 

 

Kunjungan Prof. Hermanussen dan Dr. Christianne

Pada bulan Maret 2018, merupakan suatu kehormatan PS IKA Udayana dikunjungi kembali oleh Prof Hermanussen. Prof Hermanusen merupakan professor bidang pediatric di Universitas Kiel di Jerman. Kali ini adalah kunjungannya keduanya ke Bali, dimana sebelumnya kunjungan pertama adalah dua tahun yang lalu, dalam rangka melakukan pengukuran pada anak di sekolah dasar di Ubud dan Susut. Namun, pada kedatangannya kali ini, Prof. Hermanussen mengajak koleganya Dr.Christianne. Berdua, Prof. Hermanussen dan Dr. Christianne kembali melakukan pengukuran terhadap anak sekolah dasar di beberapa provinsi di Indonesia, yakni Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera Utara.

Bertempat di ruang utama Gedung Prof.dr. Sudaryat Suraatmaja, pukul 15.00 WITA, Prof. Hermanusen mengemukakan hasil pengukurannya di ketiga tempat tersebut. Pada pertemuan kali ini, turut hadir juga Koordinaator Program Studi (KPS) PPDS IKA Udayana, yakni dr. Nilawati, Sp.A(K), supervisor dr. Sugitha Adnyana, Sp.A(K),  Dr.dr. Lanang Sidiartha, Sp.A(K), dan Dr.dr. Dyah Kanya Wati, Sp.A(K) dan residen-residen IKA. Pada pemaparannya Prof Hermanussen dan Dr.Christianne menyajikan berbagai data hasil penelitian sebelumnya dengan menarik. Sebagai kesimpulannya Prof.Hermanussen menyatakan bahwa tidak ada bukti anak di Indonesia mengalami stunting dan kurva pertumbuhan dari WHO kurang bisa diaplikasikan di Indonesia. Pertemuan kali ini diikuti dengan seksama oleh hadirin. Beberapa pertanyaan juga dilontarkan oleh para peserta yang ikut serta.

Pemaparan ini berlangsung cukup singkat, namun sangat bermanfaat tidak hanya bagi Bagian IKA FK Unud/RSUP Sanglah, namun juga nantinya bagi perkembangan ilmu pediatric secara umum. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian kenang-kenangan. (redaksi).

Program Studi Ilmu Kesehatan Anak Berkiprah Dalam BKFK 56

Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana kali ini menggelar BKFK 56. Adapun rangkaian acara dilaksanakan dari tanggal 10 Februari 2018 hingga puncak acara pada tanggal 4 Maret 2018. Tidak ingin melewatkan event ini, keluarga besar residen pediatri FK UNUD juga ikut serta dalam memeriahkan bebarapa perlombaan seperti gebug bantal dan tarik tambang.

 Perlombaan gebug bantal dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2018, saat itu PS IKA diwakili oleh dr.Citra Jiwa dari residen junior melawan residen Patologi Klinik. Gebug bantal berlangsung sengit, hingga 3 ronde dan tidak ada satupun dari mereka yang jatuh. Akhirnya pemenang ditentukan berdasarkan “suit”. Dan dr. Citra harus rela kalah hanya karena kalah saat “suit”.

Perlombaan lain yang diikuti adalah tarik tambang wanita, kali ini residen yang ikut berjumlah 5 orang, yaitu dr. Dessy, dr. Tya, dr. Shinta, dr. Tika dan dr. Indri. Saat itu kubu lawan berasal dari residen Neurologi. Semangat membara dan kekompakan yang luar biasa tampak pada tim pediatri, namun tim tarik tambang pediatri tidak dapat membobol benteng pertahanan residen Neurologi.

Pada puncak acara tanggal 4 Maret 2018 bertempat di lapangan parkir FK UNUD, Choir PS IKA yang tergabung dalam supervisor dan residen menampilkan 3 buah lagu. Dipandu oleh dr. Dewi Kumarawati, Sp.A(K), lagu pertama Happy birthday” dipimpin oleh dr. Arimbawa, Sp.A(K) mengiringi potong tumpeng, selanjutnya Tanah Airku yang dipimpin oleh dr.Dyah Kanya Wati, SpA (K) dan terakhir Kupinta Lagi yang dipimpin oleh dr.Trisna Wiandani, SpA (K).

Saat itu kami juga menyerahkan sebuah hadiah berupa buku yang berjudul ROAD MAP PENELITIAN buah karya Program Studi Ilmu Kesehatan Anak sebagai bukti 50 tahun berdirinya PS IKA FK UNUD.

HAPPY ANNIVERSARRY FK UNUD, TERUS BERKARYA DAN SUKSES!!!!!!! (redaksi)

Workshop Neonatologi

Pada hari Jumat, 23 Februari 2018, bertempat di ruang Pertemuan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu (PJT), Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Program Studi Ilmu Kesehatan Anak (PPDS IKA) dikunjungi oleh tamu special, yakni Mr. Hiroshi Ito untuk menyampaikan materi mengenai teknologi dan memperkenalkan incubator terbaru.

Workshop kali ini diikuti oleh dr. Ketut Suarta, Sp.A(K), supervisor Neonatologi IKA RSUP Sanglah, yakni dr. Sukmawati Sp.A(K), dr. Junara, Sp.A(K), dan dr. Kardana, Sp.A(K), para residen anak, dan tenaga kesehatan dari ruang Cempaka 1 dan NICU. Pada pertemuan ini Mr. Hiroshi Ito memberikan gambaran mengenai alat inkubator terbaru dan memberikan materi melalui demonstrasi atau peragaan pengoperasian inkubator. Inkubator yang diperagakan sudah terintegrasi dengan timbangan bayi, kompartemen untuk menyimpan barang-barang, alas untuk memindahkan bayi, dan lain sebagainya.

Mr. Hiroshi Ito dengan sangat baik menyampaikan kepada semua hadirin. Seluruh peserta tampak menyimak dan mengikuti pelatihan dengan antusias. Semoga dengan pemberian materi tersebut, makin menambah wawasan kita mengenai teknologi – teknologi bidang kesehatan terbaru.  (redaksi)

 

Serah-Terima jabatan Koordinator Program Studi (KPS) PPDS Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD 2018

Menginjak awal tahun 2018, Ketua Program Studi (KPS) Ilmu Kesehatan Anak, dr. I Ketut Suarta, Sp.A(K) telah memasuki masa purnabakti. Telah banyak perubahan yang beliau lakukan selama 8 tahun kepemimpinannya untuk almamater tercinta, berbagai strategi guna meningkatkan kualitas lulusan telah dikerjakan dengan menyeimbangkan ilmiah dan kesehatan pikiran dan jiwa raga, berbagai prestasi di bidang akademik dan non akademik serta administratif pun berhasil diraih PPDS IKA dibawah bimbingan beliau. Pendekatakan kebapakan yang beliau lakukan terhadap anak didik, sedikit demi sedikit mampu membangkitkan semangat para peserta didik menuntaskan tugasnya dengan segera dan penuh kasih sayang.

Tibalah saatnya, pada tanggal 24 Januari 2018, bertempat di ruang utama Gedung Prof.dr.Sudaryat Suraatmaja, beliau disaksikan seluruh staff IKA, dosen, dan perwakilan residen melakukan penyerahan secara resmi jabatan Ketua Program Studi yang juga secara resmi berubah menjadi Koordinator Program Studi (KPS) kepada pengganti beliau beberapa tahun berikutnya, yaitu dr. GAP Nilawati, Sp.(A)K, MARS.

Kami segenap PPDS-1 IKA mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr. I Ketut Suarta, Sp.A(K) yang selama ini telah membimbing dan selalu memberi kami motivasi tanpa lelah. Kami mohon maaf jika terdapat kesalahan kami selama ini yang kurang berkenan.

Kami juga ucapkan selamat kepada dr. GAP Nilawati, Sp.A(K), MARS sebagai KPS selanjutnya. Semoga visi dan misi yang dicita-citakan oleh IKA UNUD dapat terwujud dan terlaksana dengan baik. Jayalah selalu IKA! (redaksi).

MixSafe® Workshop 17 January 2018

Asfiksia neonatorum merupakan kegawatdaruratan pada neonatus, dan merupakan salah satu kompetensi dokter anak yang harus dikuasai dan perlu diperhatikan karena tingginya risiko mortalitas pada bayi. Asfiksia pada bayi didefinisikan sebagai bayi dengan keadaan gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Derajat asfiksia neonatorum dinilai dengan skor APGAR, yang dinilai pada menit pertama dan menit kelima. Asfiksia yang terjadi segera setelah lahir menimbulkan kebutuhan untuk mendapatkan resusitasi dan intervensi segera untuk meminimalkan risiko mortalitas.

Resusitasi neonatus adalah usaha untuk memberikan ventilasi yang adekuat, pemberian oksigen dan curah jantung yang adekuat kepada otak, jantung dan organ vital lainnya. Serangkaian tindakan yang dilakukan dalam resusitasi neonatus adalah pembersihan jalan nafas, pemberian ventilasi, pemberian kompresi dada, dan obat-obatan.

Tindakan pertama dan paling penting adalah usaha untuk membuka jalan nafas, sehingga menjamin adanya ventilasi yang baik pada bayi. Ventilasi yang baik dengan tekanan positif dilakukan untuk membuka alveoli paru bayi agar bisa bernafas spontan dan teratur. Pemberian ventilasi tekanan positif dapat dilakukan berbagai cara, baik bantuan pompa manual dengan bagging dan alat resusitator lainnya.

Oleh karena perannya sangat vital, alat bantu resusitator sangat diperlukan pada saat proses resusitasi neonatus berlangsung. MixSafe® adalah alat bantu resusitasi yang mampu  mengalirkan udara dan O2 dengan tekanan positif. Kemampuan dan keterampilan menggunakan alat bantu resusitasi adalah hal mutlak dikuasi oleh dokter anak maupun peserta program pendidikan dokter spesialis. Hal tersebut juga yang melatarbelakangi seringnya kasus dan penggunaan alat bantu resusitasi ini muncul dalam berbagai ujian nasional PPDS ilmu kesehatan anak.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Utama Gedung Prof.dr.Sudaryat Suraatmaja, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Sebagai narasumber dan pemberi materi adalah supervisor divisi Neonatologi, dr. Made Sukmawati, Sp.A(K). Peserta pelatihan adalah para peserta PPDS dan salah satu supervisor respirologi dr. Ayu Setyorini, M.Sc, Sp.A (K), terutama yang akan mengikuti ujian tingkat nasional. Kegiatan ini menitikberatkan pada praktik langsung pada alat, sambil diberikan sedikit teori mengenai neonatus. Diskusi dan tanya jawab berlangsung selama 1,5 jam kegiatan berlangsung. Sampai Jumpa dalam workshop selanjutnya. Jayalah PPDS IKA menuju pribadi unggul, mandiri dan berbudaya! (redaksi).