Peletakkan batu pertama pembangunan gedung pelayanan anak RSUP Sanglah “Bed block” triage anak menemukan solusi

Pada hari Senin, 20 Mei 2019 bertempat di Ruang Pudak diadakan acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Ilmu Kesehatan Anak. Kegiatan ini sudah sudah sangat ditunggu-tunggu oleh semua pihak. Di hari yang bahagia itu dihadiri oleh Direktur Umum RSUP sanglah, seluruh professor dan dokter sepsialis anak RSUP Sanglah, dan tidak luput juga kontraktor dan pengawas dari Pembangunan Gedung Ilmu Kesehatan Anak.

Acara dimulai dengan sambutan oleh dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) yang menyampaikan rencana dari pembangunan gedung Ilmu Kesehatan anak secara garis besar dan menyampaikan harapan-harapan yang rmaanfaat atas berdirinya gedung yang akan dibangun. Lalu acara dilanjutkan dengan sambutan oleh direktur umum RSUP Sanglah, dimana beliau mengatakan sangat senang dengan adanya pembangunan gedung ini dan mengatakan semoga gedung ini bermanfaat bagi semuanya terutama dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kita sebagai tenaga medis di RSUP Sanglah.

Dan tiba saatnya acara puncak yaitu peletakan batu pertama oleh Direktur Umum RSUP Sanglah yang didampingi oleh dokter-dokter spesialis anak RSUP Sanglah dan selurun keluarga besar Ilmu kesehatan anak RSUP Sanglah. Acara ini sangat sakral dan hikmat, seluruh orang yang mengikuti acara ini terlihat sangat antusias sekali. Besar harapan dari semua pihak agar pembangunan ini dapat lancar sampai akhir.

Selanjutnya acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan tujuan untuk mengabadikan momen yang berharga ini bersama dengan seluruh pihak yang ikut termasuk pihak dalam maupun pihak luar yang ikut berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan gedung Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah. Semoga pembangunan gedung pelayanan kesehatan anak ini dapat memberi solusi terutama dalam masalah “bed block” triage anak selama ini sehingga pelayanan lebih efektif, efisien, dan optimal. (redaksi)

PKB IKA XX

Sistem rujukan pelayanan kesehatan berjenjang adalah sistem pelayanan yang dipersyaratkan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
Banyak hal yang harus diketahui dalam sistem ini. Ingin tahu lebih lanjut?
Untuk kami mengundang TS untuk datang pada PKB XX IKA Bali dengan tema “Screening, Stabilization and Referral System Update at Limited Source Hospital on CHINNE (Cardiovascular, Hematology-Oncology, Infection, Neonatology, Neurology and Emergency)” silahkan daftar melalui www.pkbikabali.com
Besar harapan kami TS dapat mengikuti dan berpartisipasi dalam acara tersebut,
Sampai bertemu di Bali!

The 9th Bali International Combined Clinical Metting (BICCM)

Pada tanggal 16-18 Mei 2017 divisi Fetomaternal Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana RSUP Sanglah Denpasar, Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Anak dan Departemen/KSM Anestesi dan Terapi Intensif, bekerjasama dengan Woman’s and Children’s Hospital Adelaide Australia, kembali menyelenggarakan acara tahunan yaitu Bali International Combined Clinical Meeting (BICCM). BICCM yang ke-9 ini mengundang beberapa staf pengajar, profesor, dokter spesialis, bidan dan perawat dari Woman’s and Children’s Hospital Adelaide Australia. Kegiatan yang dikenal dengan nama BICCM ini, digelar secara rutin satu kali tiap tahunnya.

Divisi Neonatologi Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah, mengadakan sebuah workshop dengan tema “INSURE Technique at WCH GASTROSCHISIS”. Acara workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat 17 Mei 2019 di ruang utama Prof Sudaryat RSUP Sanglah, yang dihadiri oleh spesialis anak, residen anak, perawat, serta bidan RSUP Sanglah. Acara workshop ini diikuti dengan antusias tinggi dari para peserta dan diakhiri dengan diskusi tanya jawab dari beberapa peserta BICCM.

Kemudian di keesokan harinya, Sabtu, 18 Mei 2019, dilaksanakan kunjungan ke ruang NICU RSUP Sanglah. Pada saat kunjungan peserta mendapat bimbingan dan tanya jawab mengenai kasus yang ada di ruang NICU. Setelah kunjungan dilanjutkan dengan pembacaan neonatal audit di Rumah Sakit Sanglah oleh residen anak, dr. Ni Luh Ayu Sumbia Indriani dan laporan kasus yang dibawakan oleh residen anak, dr. Denis Fiolita. Para pengajar dari Woman’s and Childern’s Hospital Adelaide Australia sangat antusias dalam berdiskusi mengenai kasus yang dipresentasikan.

Di akhir acara, pembicara dari Woman’s and Children’s Hospital Adelaide Australia dan seluruh panitia berkumpul kembali di ruang pertemuan Fetomaternal Obstetri Ginekologi RSUP Sanglah untuk acara penutupan dan foto bersama. Sampai jumpa pada BICCM selanjutnya. (redaksi)

Hemophilia Bali…Sehat, Kuat, Semangat!

Di hari yang indah ini, Rabu, 1 Mei 2019, Ruang utama SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar diwarnai suasana yang penuh semangat dan antusias oleh peserta dari Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonsesia (HMHI) Bali yang akan menghadiri acara sharing ilmu HMHI Bali. Acara ini tidak hanya diikuti oleh penderita hemophilia, tapi juga dihadiri oleh orang tua, saudara, dan kerabat dari penderita hemophilia itu sendiri.

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh MC, lalu dilanjutkan dengan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing agar acara berjalan dengan lancar, kemudian terdapat sambutan dari perwakilan HMHI Bali. Perwakilan HMHI Bali menyampaikan bahwa di Bali terdapat 58 penderita hemofilia yg terdaftar di HMHI Bali, dan untuk tatalaksana hemophilia itu sendiri di Bali dikatakan sudah hampir merata antara lain terdapat di RSUP Sanglah, RS Balimed, RS Siloam, RSUD Bangli, RSUD Buleleng, RS Kerta Husada, dan RSUD Badung. Selain itu Beliau juga mengatakan pengadaan obat sekarang sudah lebih mudah, diharapkan juga orang tua agar lebih waspada terhadap anaknya yang menderita hemofilia, dan beliau juga berpesan agar peserta menyimak baik-baik materiyang diberikan hari ini agar dapat memberi informasi kepada halayak luas tentang hemophilia.

Acara selanjutnya merupakan sharing ilmu yang dibawakan oleh dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) sebagai tim penasehat kesehatan medis HMHI dan dokter spesialis anak konsultan hematologi dan onkologi yang sangat berkompeten dibidang hemophilia. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) berharap agar dengan pemberian materi ini peserta mempunyai persepsi yang sama tentang hemophilia. Materi mencakup tentang apa itu hemophilia, penyebab, gejala-gejala, penanganan awal, dan penanganan jangka panjang.

Sharing ilmu tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, peserta tampak sangat antusias, dilihat dari terdapat banyak sekali peserta yang bertanya tentang hemophilia, yang kemudian langsung mendapatkan jawaban dan penjelasan oleh pakarnya yaitu dr. Ketut Ariawati Sp.A (K). Pada acara ini juga diadakan demo pemakaian konsentrat pembekuan darah yang diperlukan oleh penderita hemophilia yang didukung oleh PT. Satya Abadi Pharma (SAP).

Tak terasa sudah dipenghujung acara, acara ini ditutup dengan makan siang dan foto bersama. Diharapkan acara seperti ini dapat menjadi wadah untuk penderita hemophilia bersosialisasi dan sharing informasi dan edukasi yang jelas dari sumbernya.

Hemophilia Bali….Sehat, Kuat, Semangat! (redaksi)

Seminar Comprehensive Update in Pediatrics Health 2019

Minggu, 14 April 2019, IDAI Cabang Bali bersama PT. Kalbe Farma Tbk menggelar seminar kesehatan bertema “Comprehensive Update in Pediatrics Health” yang diadakan di Grand Inna Bali Beach Bali, Sanur. Seminar ini dihadiri oleh berbagai macam kalangan, mulai dari profesor, doktor, dokter spesialis anak, residen anak hingga dokter umum.

Seminar ini diawali dengan kata sambutan dari perwakilan PT. Kalbe Farma Tbk dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IDAI Cabang Bali yaitu Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K). Acara seminar dilanjutkan dibuka oleh moderator Dr.dr. IB Subanada, Sp.A(K) dengan co moderator dr.I Wayan Gustawan, M.Sc, Sp.A(K).

Materi seminar pertama dibawakan oleh dr. I Putu Gede Karyana, SpA(K) yang menyampaikan update ilmu mengenai peran sinbiotik pada saluran cerna, seperti anak dengan diare, antibiotic associated diarrhea, konstipasi, irritable bowel syndrome, intoleransi laktosa dan NEC. Selain itu sinbiotik juga diketahui bermanfaat pada pasien dengan gangguan non saluran cerna seperti autism, obesitas, dermatitis atopi, infeksi saluran napas atas, dan lainnya.

Materi kedua dilanjutkan oleh Dr.dr. Anang Endaryanto, SpA(K) dari divisi alergi imunologi Departemen/ SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang menyampaikan update mengenai managemen komprehensif terhadap rhinitis alergi.

Materi terakhir dibawakan oleh dr. I Made Gd Dwi Lingga Utama, Sp.A(K) yang menyampaikan materi mengenai peran imunomodulator pada penyakit infeksi. Dalam penyampaiannya dikatakan bahwa imunomodulator dapat bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit, meringankan gejala penyakit, mempercepat waktu penyembuhan, dan mengurangi rekurensi.

Seluruh peserta seminar tampak menyimak dengan seksama dan antusias yang ditandai dengan banyaknya peserta urun renbug dalam sesi diskusi terkait materi-materi dan update yang telah dipresentasikan.

Diakhir kata, diharapkan melalui update beberapa materi tersebut, wawasan kita terutama mengenai peran penggunaan sinbiotik yang kita jumpai sehari-hari untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal sesuai peran positifnya. (redaksi)