MixSafe® Workshop 17 January 2018

Asfiksia neonatorum merupakan kegawatdaruratan pada neonatus, dan merupakan salah satu kompetensi dokter anak yang harus dikuasai dan perlu diperhatikan karena tingginya risiko mortalitas pada bayi. Asfiksia pada bayi didefinisikan sebagai bayi dengan keadaan gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Derajat asfiksia neonatorum dinilai dengan skor APGAR, yang dinilai pada menit pertama dan menit kelima. Asfiksia yang terjadi segera setelah lahir menimbulkan kebutuhan untuk mendapatkan resusitasi dan intervensi segera untuk meminimalkan risiko mortalitas.

Resusitasi neonatus adalah usaha untuk memberikan ventilasi yang adekuat, pemberian oksigen dan curah jantung yang adekuat kepada otak, jantung dan organ vital lainnya. Serangkaian tindakan yang dilakukan dalam resusitasi neonatus adalah pembersihan jalan nafas, pemberian ventilasi, pemberian kompresi dada, dan obat-obatan.

Tindakan pertama dan paling penting adalah usaha untuk membuka jalan nafas, sehingga menjamin adanya ventilasi yang baik pada bayi. Ventilasi yang baik dengan tekanan positif dilakukan untuk membuka alveoli paru bayi agar bisa bernafas spontan dan teratur. Pemberian ventilasi tekanan positif dapat dilakukan berbagai cara, baik bantuan pompa manual dengan bagging dan alat resusitator lainnya.

Oleh karena perannya sangat vital, alat bantu resusitator sangat diperlukan pada saat proses resusitasi neonatus berlangsung. MixSafe® adalah alat bantu resusitasi yang mampu  mengalirkan udara dan O2 dengan tekanan positif. Kemampuan dan keterampilan menggunakan alat bantu resusitasi adalah hal mutlak dikuasi oleh dokter anak maupun peserta program pendidikan dokter spesialis. Hal tersebut juga yang melatarbelakangi seringnya kasus dan penggunaan alat bantu resusitasi ini muncul dalam berbagai ujian nasional PPDS ilmu kesehatan anak.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Utama Gedung Prof.dr.Sudaryat Suraatmaja, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Sebagai narasumber dan pemberi materi adalah supervisor divisi Neonatologi, dr. Made Sukmawati, Sp.A(K). Peserta pelatihan adalah para peserta PPDS dan salah satu supervisor respirologi dr. Ayu Setyorini, M.Sc, Sp.A (K), terutama yang akan mengikuti ujian tingkat nasional. Kegiatan ini menitikberatkan pada praktik langsung pada alat, sambil diberikan sedikit teori mengenai neonatus. Diskusi dan tanya jawab berlangsung selama 1,5 jam kegiatan berlangsung. Sampai Jumpa dalam workshop selanjutnya. Jayalah PPDS IKA menuju pribadi unggul, mandiri dan berbudaya! (redaksi).

HAPPY NEW YEAR 2018

58 tahun RSUP Sanglah

Setelah melewati rangkaian kegiatan pradirgahayu, tanggal 30 Desember 2017 akhirnya datang juga. Di akhir tahun ini, RSUP SANGLAH tercinta merayakan ulang tahunnya yang ke-58. Usianya ternyata hanya sewindu lebih tua dari SMF Bagian Ilmu Kesehatan Anak yang ulang tahun emasnya juga baru dirayakan satu bulan yang lalu.

Gema-gema perayaan ulang tahun RSUP Sanglah sudah ada sejak dua bulan lalu. Kali ini yang mendapat kehormatan untuk menjadi pihak panitia perayaan adalah SMF Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Rangkaian acara diawali dengan Pelayanan kesehatan di desa Sidemen Karangasem, malam budaya monolog pemimpin  di lapangan parkir RSUP Sanglah, persembahyangan bersama di pura cadhu sakti RSUP Sanglah, lomba Utsawa Darma Gita, Seminar geriatri untuk perawat, darma wacana, seminar bali geriatri update XI, pertandingan catur, donor darah, sanglah funwalk, lipsinc contest, seminar gabungan, lomba fotografi, seminar osteoporosis, tenis meja, sanglah tenis clup,  pekan ilmiah, tabur bunga, seminar transplantasi ginjal, lomba janger kreasi, lomba stand up komedi, dan yang terakhir acoustic band competition. Semua acara tersebut dimulai dari tanggal 4 November sampai dengan 29 Desember 2017, sebelum akhirnya ditutup puncaknya pada hari Sabtu kemarin.

Dari sekian banyak acara yang diselenggarakan, residen pediatri RSUP Sanglah tidak mau ketinggalan untuk menjadi bagian kemeriahana acara. Para residen pediatri yang memiliki bakat-bakat seni mendaftar untuk ikut lomba lipsync contest, lomba janger kreasi, lomba fotografi,  lomba acoustic band dan lomba nasi tumpeng. Dan yang tidak memiliki bakat seni untuk mengikuti lomba selalu menjadi supporter setia mendukung teman-teman residen yang tampil, termasuk para supervisornya yang mengijinkan untuk keluar stase sebentar saat tim pediatri tampil di panggung.

Dan hasilnya kemarin begitu menggembirakan, janger kreasi tim pediatri yang terdiri dari dr. Awik, dr Wijaya, dr. Satya, dr. Yanitama, dr. Karma, dr. Samita, dr. Eka dan dr. Indri berhasil menjadi juara satu. Jadi latihan setiap sore pulang stase 2 bulan terakhir mampu membuahkan hasil.  Dan yang membanggakan dari kemenangan tim janger adalah masuknya tim janger pediatri sebagai pengisi acara di perayaan puncak ulang tahun RSUP Sanglah. Tim band akustik pediatric yang bernama “Pediacoustic” walaupun belum meraih gelar juara, namun band yang terdiri dari dr. Sandhi (lead guitar), dr. Theo (rhythm guitar), dr Dayu purnama (bass guitar), dr. Asti (keyboard), dr. Yanitama (drum), dr. Eka Satria (violin), dan dr. Vania (vokal) berhasil memeriahkan acara saat itu dengan mengajak semua penonton ikut bergoyang dan bernyanyi bersama saat acara berlangsung. Acara ini merupakan salah satu ajang gathering bersama dengan semua SMF di RSUP Sanglah bersama semua staff dan jajaran direksi.

Di acara ulang tahun RSUP Sanglah kemarin juga terdapat acara yang di tunggu-tunggu oleh pihak pediatri, karena PPK Bagian Ilmu Kesehatan Anak terbaru yang sudah di proses sejak lama telah disahkan dan dapat dipergunakan.

Selalu ada yang baru di setiap perayaan ulang tahun RSUP Sanglah, semoga diumur yang semakin matang ini, RSUP Sanglah dapat selalu menjadi rumah sakit  yang selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat luas dan mampu memfasilitasi pendidikan kedokteran sehingga selalu menghasilkan lulusan  dokter spesialis, dokter umum dan petugas kesehatan lainnya yang unggul dan berprestasi di masyarakat. (redaksi)

WORKSHOP LAYANAN PRIMA KESEHATAN ANAK: ASPEK LEGALITAS, MEDIS, DAN TUMBUH KEMBANG

Rabu, 27 Desember 2017, menjadi salah satu hari bersejarah bagian IKA FK UNUD karena pada saat ini, Program Studi Ilmu Kesehatan Anak mengadakan workshop yang bertemakan ?Workshop Pelayanan Prima Kesehatan Anak: Aspek Legalitas, Medis, dan Tumbuh Kembang?. Workshop ini bertujuan untuk menghasilkan kebijakan agar batasan umur pelayanan kesehatan anak di RSUP Sanglah adalah anak umur 0 hingga 18 tahun. Hal ini mengacu pada Undang- Undang Tentang Kesehatan (UU RI Nomor 36 Tahun 2009) Pasal  131. ayat 2: Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18  (delapan belas)  tahun. Pelayanan kesehatan anak tingkat dunia juga telah menerapkan layanan kesehatan anak pada usia 0-18 tahun. Sedangkan, saat ini RSUP Sanglah baru menerapkan pelayanan kesehatan anak pada usia 0-12 tahun.

Kegiatan ini terdiri dari pemaparan aspek klinis layanan prima kesehatan anak oleh dr. Ketut Dewi Kumara Wati, Sp.A(K) dan dilanjutkan dengan pemaparan aspek legalitas layanan prima oleh dr. Dody Firmanda, Sp.A(K). Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai kedua aspek tersebut dan melibatkan seluruh peserta yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok aspek klinis dan aspek legalitas.

Selanjutnya acara diakhiri dengan pembacaan hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Adapun hasil diskusi kelompok aspek Klinis adalah ?Batasan usia anak 0-18 tahun sudah ada pada UU RI, kemudian seharusnya diikuti dengan Surat Keputusan Kebijakan Dirut tentang pelayanan kesehatan anak sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelayanan. Dari Surat Keputusan tersebut akan dibuat kebijakan lintas departemen, lalu disusul pedoman/panduan SPO pelayanan kesehatan anak dengan mempertimbangkan diagnosis dan emergensi pasien mengenai DPJP?. Sedangkan, hasil diskusi kelompok aspek Legalitas adalah ?Penyesuaian clinical privilege DPJP dapat disikapi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Direktur yang berisi kebijakan pemberlakuan batasan layanan anak usia 0-18 tahun. Terkait dengan informed consent mengacu pada UU Perdata (menyatakan bahwa orang dewasa adalah berusia 21 tahun). Bila anak mampu untuk tanda tangan, dapat dilakukan proxy consent (anak tanda tangan disertai dengan tanda tangan orangtua) dan direct consent hanya dilakukan bila sudah berusia dewasa?.

Workshop ini nantinya diharapkan dapat menjadi cikal bakal dokter spesialis anak di RSUP Sanglah untuk melakukan layanan prima kesehatan anak pada usia 0-18 tahun. (redaksi)

 

IKA UNUD memasuki Golden Anniversarry “50th of Anniversarry IKA UNUD”

Kamis, 30 November 2017, merupakan hari yang bersejarah bagi Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak (IKA) FK Unud/RSUP Sanglah. Karena tepat di hari ini, IKA telah berhasil menginjakkan usia 50 tahun. Usia Emas yang mencerminkan semangat juang dan pengabdian yang tulus dari seluruh bagian, staf, karyawan, dan peserta didik sehingga usia 50 tahun dapat tercapai.

Sebagai ucapan syukur atas usia yang telah diberikan, Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah merayakan hari ulang tahun emasnya di Aula Wekudara RSUP Sanglah. Selain mengundang Rektor Universitas Udayana, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, serta para Kepala Bagian di RSUP Sanglah, sebagai rasa hormat dan terima kasih,  kami juga mengundang para sesepuh dan keluarga pendiri Bagian/Ilmu Kesehatan Anak FK Unud/RSUP Sanglah, diantaranya keluarga Prof. dr. Sudarjat Suraatmadja, SpA(K) (alm), dr. I Putu Suwendra, SpA(K) (alm), Prof.dr. Abdul Hamid, SpA(K) (alm), Prof.dr. Hendra Santoso, SpA(K), dr. Komang Kari, SpA(K) (alm), dan Prof.dr.Soetjiningsih, SpA(K).

Acara HUT Emas Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah kemarin diawali dengan peresmian Prasasti 50 tahun di halaman depan kantor Bagian/SMF IKA FK UNUD, yang diresmikan oleh Direktur Umum RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes. Selanjutnya dari halaman Bagian/SMF IKA para tamu undangan pindah ke Aula Wekudara untuk mengikuti acara selanjutnya.

Kemeriahan pesta perayaaan ulang tahun di aula Werkudara dimulai, setelah acara dibuka dengan Safety Breafing yang dipandu oleh dr. Ayu Witarini, SpA (K) dan dr. Satya, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia Raya dengan konduktor Dr.dr. Dyah Kanya Wati, SpA (K), diikuti oleh penampilan tarian janger yang dibawakan oleh para residen, sebelum pidato pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Bagian, Dekan dan direktur umum.

Setelah pidato pembukaan, tiba-tiba cahaya dipadamkan, dan masuklah dr. Gusti Ayu Nilawati, SpA (K) menuntun sepeda ontel kuno, membuka acara pagelaran persembahan IKA dalam HUT Emas IKA. Beliau awali dengan memberikan orasi  mengenai jasa para dokter-dokter pendahulu yang membangun Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah, diikuti dengan ditampilkannya foto-foto kenangan saat para dokter pediri tersebur masih ada hingga foto-foto para dokter yang ada saaat ini. Terlihat bahwa dengan bertambahnya usia dan jumah staf, bagian Anak melakukan ekspansi pelayanan. Menjadi salah satu bagian yang memberikan staf terbaiknya untuk mengabdi di Rumah Sakit Sanglah.

Acara pagelaran selanjutnya dilengkapi dengan Paduan Suara persembahan para residen dan seluruh supervisor Bagian/SMF IKA FK UNUD yang menyanyikan lagu Bangun pemuda pemudi dan Kupinta lagi dikonduktori oleh dr.Ketut Dewi Kumara, terlihat bakat-bakat para residen anak FK Unud/RSUP Sanglah yang ditampilkan untuk acara ini, seperti dr. Eka Satirawibawa yang memainkan biolanya, dr Asti Arga yang memainkan keyboard, dr Dayu Purnamawati memainkan gitar bass, dr. Sandhi dan dr. Yanitama memainkan gitar bersama-sama dibantu oleh Putu Agatska Hiraniyagarba untuk bermain drum. Tidak lupa dr. Vania Catleya dengan suara indahnya, bersama-sama dengan dr. Asti Arga melatih paduan suara residen sehingga bisa memberikan penampilan terbaiknya di hari itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng diiringi lagu Selamat Ulang Tahun. Sebagai ucapan syukur dan terimakasih atas usia Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah atas usia ke 50 tahun.

Pada penghujung acara para supervisor dan staff IKA serta residen diundang untuk menyumbangkan suara-suara emasnya untuk bernyanyi di panggung sambil  berjoget. Tidak disangka ternyata banyak supervisor Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah yang diam-diam memiliki hobi bernyanyi dan berjoget. Mulai dari lagu slow, pop hingga lagu dangdut yang lagi hits saat in “Sayang” dinyanyikan oleh para supervisor dan peserta didik. Seperti lagu Project pop, Dangdut is the music of my country, lagu Sayang mampu membuat keluarga  Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah turun ke lantai dansa. Terlihat keakraban yang terjalin antara supervisor dan peserta didik selama ini.  Setelah lelah bernyanyi dan berjoget, acara ulang tahun emas ditutup dengan penyerahan souvenir kepada para tamu undangan serta dokter-dokter supervisor.

Lima puluh tahun sudah Pengabdian llmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar ini.  Semoga dengan bertambahnya usia menjadikan institusi ini menjadi lebih besar dan bijaksana. Perjuangan Bagian/SMF IKA FK Unud/RSUP Sanglah tidak berhenti sampai di sini, kami akan tetap mewujudkan visi dan misi FK UNUD dan RSUP Sanglah Denpasar untuk menghasilkan SDM yang unggul mandiri dan berbudaya dan mampu berkiprah di kancah internasional. Tetap jaya IKA, tetap semangat dalam cita dan cinta meraih mimpi setinggi tinginya! (redaksi)