Songan Berduka

Bali berduka. Dalam tiga hari terakhir, banyak bencana melanda.Terparah terjadi di Songan, Kintamani. Hujan
ekstrem dengan intensitas di atas normal dan berlangsung berhari-hari memicu bencana tanah longsor di sekitar
kaldera Gunung Batur, Kintamani. Lima desa di Kecamatan Kintamani menjadi korban longsor, yakni Desa Songan B, Desa Batur Selatan, Desa Sukawana, Desa Awan, dan Desa Subaya.

Tak hanya kehilangan materi, warga Songan juga ada yang kehilangan sanak keluarga. Sebanyak 13 orang meninggal
dalam bencana tanah longsor yang menimpa sejumlah wilayah di Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (10/2/2017)
hingga Sabtu (11/2/2017).

Mengundang simpati banyak khalayak, SMF Ilmu kesehatan Anak diwakili oleh dr. Ketut Suarta Sp.A(K) dan ppds
anak beserta dengan rombongan besar dari RSUP Sanglah ikut mengadakan aksi peduli untuk membantu para korban di daerah bencana tersebut. Rombongan RSUP Sanglah berangkat pada tanggal 13 Febuari 2017.

Diantaranya hadir Dekan fakultas kedokteran Udayana Prof. Astawa, Pembantu Dekan 1 Prof. Adiatmika, Pembantu Dekan 2 Prof. Sutirtayasa, Kps Biomed dr Indraguna ,Kps Pspd dr Purwasamatra, Kps Psik Prof. Pandetirtayasa,
Kps Psikologi, Kps Fisioterapi Prof. Adiputra. Ketua rombongan pengabdian masyarakat (parasitologi) dr Md
Suastika dan segenap Civitas akademika, dosen, mahasiswa, pegawai serta para pendidikan program dokter spesialis (PPDS).

Acara diawali dengan pelepasan oleh dekan.Rombongan RSUP Sanglah segera meluncur ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Songan, Bangli, Bali.Dalam kunjungan ini, tampak Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga sedang mengunjungi lokasi bencana yang langsung disambut ratusan warga dan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Rombongan RSUP Sanglah mengadakan bakti sosial di pos pelayanan kesehatan. Bakti sosial ini memberikan
pengobatan para korban. Selain melakukan bakti sosial, dan bantuan materi,juga diberikan dukungan moril dengan
harapan membuat mereka anak-anak korban bencana kembali semangat dan aktif kembali. Penyerahan bantuan diberikan kepada perwakilan desa Songan sebagai bentuk kepedulian bagi para korban. Bantuan logistik berupa beras, mie, aqua, minyak, selimut, diaper, dan sejumlah uang tunai diberikan dengan harapan dapat membantu para korban.

Selain itu, tampak pula Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto. Kak Seto menjelaskan,
maksud dari tujuann kunjungannya adalah untuk membuka trauma center untuk anak-anak korban bencana longsor di Kintamani. Pendirian trauma center bertujuan untuk mengihibur anak-anak agar tidak sedih. Selain itu,
hal ini juga dilakukan agar psikologis atau kejiwaan mereka pulih kembali pasca bencana.“Di sana nanti ada hiburan untuk anak-anak, seperti menggambar dan lain sebagainya” ungkap kak Seto.

Setelah menyerahkan bantuan, rombongan RSUP Sanglah kembali ke Denpasar. Segenap keluarga besar RSUP
Sanglah mengucapkan belasungkawa yang begitu besar kepada keluarga korban. (redaksi)

Kegiatan RTD (Round Table Discussion) di Bagian Ilmu Kesehatan Anak

“from the expert for practice”

Hari ini, Jumat 10 Februari 2017 Bagian Ilmu Kesehatan Anak mengadakan kegiatan ilmiah RTD dengan tema “Peran Diosmectite sebagai Mucoprotection dan Absorben” di Ruang Utama SMF Ilmu Kesehatan Anak.

 

Sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan ini adalah dr. Ida Bagus Gede Suparyatha, Sp.A(K), memimpin dalam pembukaan acara RTD tersebut. Acara ini dipandu oleh moderator yaitu dr. Dewi Sutriani, Sp.A.

Kegiatan ini dihadiri oleh dokter-dokter spesialis anak di luar maupun di RSUP Sanglah serta para residen Ilmu Kesehatan Anak FK Udayana di RSUP Sanglah.

 

 

Pada RTD ini telah dibahas dua topik yaitu, topik Pertama “Terapi Medikamentosa Diare Pada Anak” yang dibawakan oleh dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K) dan topik ke dua membahas tentang “Update on Smecta ®Benefit in Acute Diarrhea Management in Children”.

Pada topik pertamamembahas tentang Diare dan pengaruh Zink dan Probiotik dalam tatalaksana Diare. Sedangkan pada topik kedua membahas tentang manfaat Smecta, yang berisi Dioctahedral Smectite dalam tatalaksana diare serta fungsinya di dalam saluran pencernaan.

Acara berlangsung dengan sangat baik, dimana terdapat waktu untuk diskusi tanya-jawab mengenai kedua topik pembahasan tersebut. Kemudian tak terasa 2 jam telah berlalu dan berakhir sudah acara RTD. Acara ditutup dengan foto bersama dan makan siang. Sampai ketemu di acara RTD selanjutnya! (redaksi)