WORLD KIDNEY DAY 2016 “KIDNEY DISEASE AND CHILDREN. ACT EARLY TO PREVENT IT”

WKD 2016

World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia adalah kampanye kesadaran kesehatan global yang berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan upaya mengurangi frekuensi serta dampak dari penyakit ginjal itu sebagai masalah kesehatan di seluruh dunia. Hari Ginjal Sedunia ini diperingati setiap tahunnya pada minggu kedua bulan maret. Peringatan ini merupakan inisiatif bersama dari dua lembaga ginjal dunia yaitu International Society of Nephrology (ISN) dan International Federation of Kidney Foundation (IFKF). Awal kegiatan ini diikuti oleh 66 negara, yang dimulai pada tahun 2006, yang kemudian menjadi 88 negara dalam dua tahun berikutnya, dan saat ini hamper seluruh dunia memperingatinya termasuk negara kita Indonesia.

Tahun ini Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) yang setiap tahunnya diperingati pada minggu ke-2 bulan Maret, jatuh pada hari kamis, tanggal 10 Maret 2016. Melalui tema “Kidney Diseases and Children. Act Early to Prevent It”, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) koordinator wilayah Bali, NTB dan NTT pada kesempatan ini menyelenggarakan serangkaian acara Bali Uro-Nephrology Scientific Communication 2016 dan Bali Dialysis Forum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang nefrologi. Bersamaan dengan kegiatan tersebut diadakan rangkaian acara WKD yang melibatkan seluruh masyarakat awam, medis dan paramedis dalam kegiatan ilmiah dan non ilmiah. Kegiatan non ilmiah berupa Road Show ke sekolah-sekolah dalam rangka penyuluhan tentang pengenalan dan prevensi dini yang difokuskan pada usia dini dan orang tua, serta acara pembagian air minum sebagai simbol kepedulian akan kesehatan ginjal, dilanjutkan dengan Colour Fun Run 5K yang juga disertai dengan pembagian air minum, kegiatan ilmiahnya meliputi Workshop dan Simposium BUN-SC (Bali Uronephrology Scientific-Communication) untuk dokter dan perawat dan diakhiri dengan kegiatan Bali Dialysis Forum berupa Sarasehan pengelola hemodialysis Bali-Nusra.

Pada kesempatan kampanye ini, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah juga turut serta berperan dalam setiap kegiatan yang diadakan. Berawal dari kegiatan Road Show ke sekolah-sekolah di bulan Januari 2016 untuk memberikan penyuluhan mengenai kesehatan ginjal kepada para orang tua dan para siswa. Tahun ini kegiatan Road Show diadakan di Play Group, TK, dan SD (High Scoop) dan SMAN 3 Denpasar.

WKD HIGHSCOPE 023

Tampak dr. Gusti Ayu Putu Nilawati, MARS, Sp.A(K) mewakili Divisi Nefrologi Anak bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah memberikan penyuluhan kepada para orang tua dari anak-anak di PlayGroup dan TK High Scoop. Beliau memperkenalkan bagaimana ginjal itu, proses metabolisme dan fungsi ginjal, serta bagaimana mencegah dan mendeteksi secara dini suatu penyakit ginjal pada anak.

WKD HIGHSCOPE 047 WKD HIGHSCOPE 045

Diskusi dengan para orang tua pun terlihat sangat alot, tampak antusias para orang tua sangat tinggi dalam hal menjaga kesehatan ginjal.

Kegiatan Road Show ini, selain berupa penyuluhan tentang kesehatan ginjal, juga dilanjutkan dengan cap tangan dan tanda tangan pada banner atau spanduk yang telah disediakan sebagai simbolisasi kepedulian dalam Gerakan Peduli Ginjal.

WKD HIGHSCOPE 106 WKD HIGHSCOPE 129 WKD HIGHSCOPE 192 WKD HIGHSCOPE 158

Tampak anak-anak, para siswa, orang tua dan guru-guru bergembira mengikuti acara ini.

WKD HIGHSCOPE 090

Pada tanggal 3 Maret 2016, dr. Gusti Ayu Putu Nilawati, MARS, Sp.A(K) kembali terlibat dalam acara Talk Show tentang pentingnya menjaga ginjal tetap sehat sejak dini di TVRI Bali.

IMG_3894

Dalam kesempatan ini, beliau juga kembali memberikan informasi tentang pentingnya fungsi ginjal dalam tubuh kita, dan menekankan pada bagaimana menjaga kesehatan ginjal sejak dini serta bagaimana mendeteksi penyakit ginjal khususnya pada anak. Diskusi kembali terjadi dengan masyarakat dalam dialog interaktif yang berlangsung secara Live di TVRI Bali, dan kembali tampak antusiasme masyarakat yang tinggi dalam diskusi ini.

Keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kegiatan WKD ini tidak berakhir sampai disitu, mereka kembali terlibat dalam acara Colour Fun Run 5K yang diadakan dengan garis start dan finish di Lapangan Renon, pada tanggal 13 Maret 2016.

IMG_3872

Kegiatan yang bertema Run for your Kidney ini diikuti oleh sekitar 500 peserta ini, dibuka oleh ketua panitia dr. Jodi S Loekman, SpPD-KGH dengan lambaian benderanya di garis start.

IMG_2974 IMG_3691 IMG_3692

Tampak dr. I Ketut Suarta, Sp.A(K) selaku Ketua Divisi Nefrologi Anak dan Ketua Program Studi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah bersama dengan Pediatric Runner PPDS-1 ikut berlari bersama memeriahkan acara ini,dan tak kalah dengan peserta lain, dr. I Ketut Suarta, Sp.A(K) dan hampir semua Pediatric Runner memperoleh medali sebagai 100 pelari pertama yang tiba di garis finish. Yeay!Go Pediatric Runner!

IMG_3703 IMG_3781

Mulai dari tanggal 17 Maret 2016 , kegiatan ilmiah rangkaian acara WKD 2016 ini dimulai, berawal dari Workshop Peranan Urinalisis dalam diagnosis dan tatalaksana penyakit ginjal bagi Dokter di Ruang Pertemuan Nefro RSUP Sanglah dan Workshop bagi perawat di Ruang Pertemuan Wing Amerta, RSUP Sanglah. Kemudian dilanjutkan dengan Simposium BUN-SC (Bali Uronephrology Scientific-Communication) di hotel Sanur Paradise tanggal 18 dan 19 maret 2016.

IMG_9791 IMG_9795

Tampak dr. Kompyang Gautama, SpA selaku Ketua IDI Cabang Bali membuka acara ini, ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh Panitia.

IMG_9803

dr. Gusti Ayu Putu Nilawati, MARS, Sp.A(K) kembali hadir mewakili Divisi Nefrologi Anak bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah untuk memberikan materi dengan topik “Protein dalam urin, apakah suatu kelainan?” pada sesi pertama simposium pagi itu, 18 Maret 2016.

FullSizeRender

Dalam acara yang dihadiri oleh sebagian besar Dokter Umum yang bertugas di seluruh Indonesia ini, dr. Nila, begitu beliau akrab disapa, memberikan materi yang sangat applicable untuk diterapkan di tempat praktik. Beliau menekankan pentingnya mendeteksi kelainan ginjal secara dini, tapi dengan cara yang sebisa mungkin tidak traumatik pada anak-anak khususnya. Dijelaskan pula bahwa ditemukannya protein pada urin merupakan salah satu cara screening yang cukup baik, dan pada orang awam tanda ini akan dikatakan dengan ditemukannya kencing yang berbuih (mengingat sebagian besar kelainan ginjal ditandai dengan proteinuria). Namun, ditekankan pula untuk lebih teliti dalam menganalisis hasil tersebut, bahwa tindakan pemeriksaan lebih lanjut dan mendalam dilakukan terhadap proteinuria yang bersifat persisten (penemuan dalam pemeriksaan berulang) atau bila protein yang ditemukan melebihi 40 mg/m2/jam atau mencapai tahap  Nephrotic Range Proteinuria sebagai salah satu temuan laboratorium dari Sindrom Nefrotik.

IMG_9834

Tibalah pada hari terakhir rangkaian acara World Kidney Day 2016, ditutup dengan kegiatan Simposium lanjutan BUN-SC dan dengan kegiatan sarasehan pengelola hemodialysis Bali-Nusra oleh Bali Dialysis Forum. Harapannya dari semua rangkaian kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat pada umumnya dan kesehatan ginjal masyarakat yang lebih baik pada khususnya serta mencegah terjadinya penyakit ginjal lebih dini. Happy World Kidney Day 2016, Lets Act Early to Prevent It! -oleh Yanitama, Redaksi-

 

Kunjungan Profesor Tomohiko Nakamura di bagian IKA FK UNUD/RSUP Sanglah

IMG_4273

Kamis, 25 Februari 2016 silam, PPDS IKA FK Universitas Udayana/RSUP Sanglah kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah seorang professor neonatologi dari Negeri Sakura, Jepang. Profesor Tomohiko Nakamura, seorang professor neonatologi yang juga merangkap sebagai wakil direktur Nagano Children Hospital ini datang untuk memenuhi undangan dari PPDS IKA tercinta ini. Beliau meluangkan waktunya untuk berkunjung sebagai langkah awal terjalinnya kerjasama antar institusi ini.

Sebagaimana diketahui, November 2015 silam, PPDS IKA FK UNUD/RSUP Sanglah untuk pertama kalinya menjajaki kerja sama internasional dengan mengunjungi Nagano Children Hospital. Kedatangan kala itu disambut baik oleh Profesor Nakamura, demikian beliau akrab disapa. Singkat cerita, Memorandum of Understanding yang menyatakan adanya mutual understanding dalam bentuk sharing teching, learning and research telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dibawah naungan Dekan FK UNUD, Prof. dr. Putu Astawa, Sp.OT, Mkes.

IMG_3978

Profesor Nakamura, tiba di Bali pada tanggal 24 Februari 2016. Bagi Profesor Nakamura, kunjungannya kali ini merupakan kunjungan pertamanya ke Bali. Kesan pertama yang beliau rasakan adalah perbedaan cuaca yang signifikan mengingat kini di Jepang sedang musim dingin. Disambut dengan udara yang lembab dengan suhu mencapai 30°C, tidak menyurutkan semangat Profesor Nakamura untuk mempersiapkan kunjungannya keesokan hari ke RSUP Sanglah. Hal ini ditandai dengan antusiasme beliau menghadiri dinner meeting yang telah dipersiapkan. Dihadiri oleh Ketua Program Studi PPDS IKA dr. I Ketut Suarta, Sp.A(K) didampingi oleh dr. Made Sukmawati, Sp.A beserta Kapten residen dr. Apik Lestari dan beberapa residen, dinner meeting berlangsung hangat. Segala persiapan menuju kunjungan esok hari telah dipersiapkan dengan baik.

Keesokan harinya di hari Rabu, 25 Februari 2016, Profesor Nakamura dijemput dari hotel Puri Santrian Sanur langsung bergegas menuju Gedung FK UNUD di Jln Sudirman. Tampak Bapak Dekan dan KPS serta dr. Kirana Budhiarta telah bersiap menanti kehadiran beliau yang didampingi oleh dr. Apik. Setibanya beliau di Kampus Kedokteran, Dekan menyambut hangat diruangan beliau. Pembicaraan hangat serta dukungan dari dekanat menambah keyakinan bahwa kerjasama ini mampu untuk diteruskan. Pertemuan berlangsung singkat mengingat jadwal yang cukup padat telah menanti di RSUP Sanglah. Setibanya di RSUP Sanglah, beliau langsung menuju NICU untuk bersama dr. Sukma, Sp.A mengikuti visite/ronde. Inkubator demi incubator dijelaskan oleh residen yang bertugas. Semua tampak antusias dengan kedatangan beliau.

IMG_3988 IMG_3993 IMG_4009

Selanjutnya beliau diajak menuju ruang utama untuk memberikan mini lecture. Adapun topik yang dibawakan adalah Respiratory Management dan Transport Pada Neonatus. Diskusi berlangsung sangat menarik. Tampak hadir dan turut menyaksikan, Prof.dr. Soetjiningsih, Sp.A(K), Dr. dr. Trisna Wihandini, Sp.A(K), dr. IGN Suwarba, Sp.A(K), dr. Dewi Sutriani, Sp.A(K) dan dr. GAP Nilawati, Sp.A(K). Ketika lecture usai, tampak Profesor Nakamura disapa hangat oleh para supervisor yang hadir dan diakhiri dengan foto bersama.

IMG_4057  IMG_4072 IMG_4078 IMG_4086 IMG_4089

Kemudian acara dilanjutkan dengan makan siang di Warung Bendega dan kemudian Prof. Nakamura kembali ke hotel untuk persiapan Family Gathering dari keluarga besar PPDS IKA FK UNUD yang akan diselenggarakan malam itu di rumah dr. Kirana Budhiarta.

IMG_4095

Family Gathering yang dihadiri sebagian residen dan KPS beserta keluarga berlangsung hangat. Semuanya berbaur menjadi satu. Pembicaraan ringan diiringi nyanyian dr. Artawan menambah akrab suasana. Tampak dr. Surya Candra dan dr. Vina Paramita yang merupakan residen kloter pertama yang berangkat ke Jepang nanti turut hadir. Dr.Surya Candra dan dr. Vina akan berangkat menuju Nagano untuk menjalani stase di Nagano Children Hospital pada tanggal 21 Maret 2016 mendatang. Sebagai angkatan pertama, dr. SC, sapaan dr. Surya Candra mengaku ingin mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

IMG_4167 IMG_4140 IMG_4177

Demikian pula yang disampaikan oleh Profesor Nakamura. Beliau berpesan,”Waktu satu bulan bisa menjadi sangat singkat ataupun bisa menjadi sangat lama bergantung kepada apa yang anda ingin kerjakan.” Pada prinsipnya Profesor Nakamura mendukung penuh kegiatan ini. Beliau membuatkan jadwal bagi residen yang berangkat untuk belajar ditempatnya. Pada minggu pertama, residen akan melakukan observasi sekaligus orientasi di seluruh bagian di Nagano Children Hospital. Memasuki minggu kedua, besar harapan beliau untuk residen mempersiapkan sebuah riset yang bisa dikerjakan bersama dan di dua minggu terakhir adalah pematangan dari riset tersebut. Untuk diketahui, para residen akan menjalani stase selama 4 minggu di rumah sakit setempat. Para residen telah disediakan dormitori yang terletak sangat dekat dengan rumah sakit.

IMG_4185

IMG_4202

Pada hari Kamis, 26 Februari 2016, Profesor Nakamura kembali mengujungi RSUP Sanglah untuk melakukan hospital visit. Beliau ditemani beberapa residen berkeliling mengunjungi unit-unit yang berkaitan dengan pelayanan anak. Mulai dari VK, ruang OK untuk caesarian section, IGD Anak, Ruang Echocardiografi Anak, Poliklinik Anak, Ruang rawat, dan PICU beliau kunjungi.

IMG_4066

Setelahnya kembali beliau menuju ruang utama untuk mendengarkan jabaran kasus dari dr. Michael dan dr. Chandra Mayasari mengenai pasien neonatus yang dirawat. Kemudian Prof. Nakamura kembali memberikan mini lecture yang kali ini dibawakan dengan tajuk Infection Management dan Congenital Anomali (TORCH). Topik ini sengaja beliau bawakan bercermin dari kunjungan dihari sebelumnya. Diskusi kembali hangat, banyak pertanyaan aplikatif yang diutarakan. Selanjutnya pertemuan ditutup dengan penyerahan kenang- kenangan berupa karikatur Profesor Nakamura. Dalam karikatur tersebut tampak Profesor Nakamura menggunakan udeng dan pakaian adat khas Bali. Menerima kenang-kenangan tersebut, Profesor Nakamura tampak terkejut dan senang. Wajah bahagianya tampak jelas terlihat. Acara kunjungan resmi berakhir.

IMG_4278

Jadwal kembali Profesor Nakamura adalah tanggal 27 Februari malam. Sebelumnya, Profesor Nakamura ditemani oleh dr. Maya Sri, dr. SC dan dr. Arya menyempatkan diri mengunjungi Pura Uluwatu sekaligus menonton Kecak di Jumat sore. Sedangkan Sabtu Pagi, ditemani dr. DIah Pratiwi dan dr. Yullyantara, beliau dibawa menikmati tarian Barong dan berkunjung ke Ubud sebelum akhirnya bergegas berkemas menuju bandara. Pukul 21.00, Profesor Nakamura telah tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai. Sebelum berangkat beliau menyampaikan rasa bahagianya atas sambutan yang hangat dari keluarga besar PPDS IKA. Belia juga berharap dapat kembali berkunjung di tahun depan. Semoga kerjasama antara PPDS IKA FK UNUD dan Nagano Chidlren Hospital dapat berlangsung dengan baik dan mampu membawa PPDS IKA semakin dekat dalam mewujudkan visinya. Jaya selalu PPDS IKA FK UNUD. –KiranaBudhiarta- (edited by Yanitama, Redaksi)

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1938

nyepi by ita

Rabu, 9 Maret 2016, Buda Pon Pujut, Penanggal 1 Sasih Kedasa Çaka 1938, umat Hindu kembali merayakan salah satu Hari Raya besarnya. Hari Raya ini identik dengan rangkaian upacaranya yang unik dan khas. Diawali dengan Upacara Melasti yang dilaksanakan 3-4 hari sebelum hari raya Nyepi, dengan makna menuju sumber air suci untuk menyucikan dari segala kotoran yang ada dalam diri manusia dan alam. Rangkaian upacara ini berlanjut dengan Upacara Tawur atau Tawur Kesanga yang bertujuan untuk menyucikan dan mengembalikan keseimbangan bhuwana agung dan bhuwana alit baik sekala maupun niskala dalam bentuk upacara yang dilakukan pada sandikala (pagi, tengah hari, sore) sehari sebelum hari raya Nyepi. Hari ini juga disebut hari Pengrupukan, yaitu dilakukannya rangkaian upacara untuk mengusir Butha Kala atau kejahatan dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar, yang dilakukan sore hari (sandhyakala) setelah dilakukan upacara mecaru di tingkat rumah, yaitu dilakukan dengan cara menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja yang bersuara rama atau gaduh. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Setelah semua rangkaian upacara tadi, tiba saatnya Umat Hindu melaksanakan Catur Barata Penyepian pada Hari Raya Nyepi yang penuh dengan kedamaian, yaitu rangkaian empat Barata Nyepi yang terdiri dari Amati Geni (tidak menyalakan api termasuk memasak, yang berarti melakukan upawasa (puasa), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). Sehingga hakikatnya, saat Nyepi, panca indria kita diredakan dengan kekuatan manah dan budhi yaitu meredakan nafsu indria itu untuk dapat menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis sehingga kualitas hidup kita semakin meningkat. Dan sebagai tanda berakhirnya Barata Penyepian itu, tibalah Hari Ngembak Geni yang jatuh sehari setelah Hari Raya Nyepi, yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan dharma santi baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, dapat dilakukan berupa kunjung mengunjungi dalam keluarga dalam bentuk silahturahmi untuk terbinanya kerukunan dan perdamaian, atau dapat berupa dharma wecana, persembahyangan, dan sebagainya di tingkat masyarakat. Makna penyucian tersebut tersirat dalam Kitab Bhagawad Gita seperti berikut:

tesam evanukampartham
aham ajnana-jam tamah
nasayamy atma-bhava-stho
jnana-dipena bhasvata

“Untuk memperlihatkan karunia istimewa kepada mereka, Aku yang bersemayam di dalam hatinya, membinasakan kegelapan yang dilahirkan dari kebodohan dengan lampu pengetahuan yang cemerlang”
-Bhagawad Gita 10.11

Dan pada akhirnya, kami segenap keluarga besar PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD /RSUP Sanglah Denpasar mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1938, semoga selalu damai di hati damai di jiwa. (yanitama-redaksi)

Pelatihan Tata Laksana Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

IMG_2672

Ruang utama SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar pagi itu kembali diwarnai suasana penuh semangat dan antusias. Hal ini karena di akhir minggu terakhir bulan Februari 2016, tepatnya tanggal 27 Februari 2016, kembali diadakan kegiatan ilmiah internal beru Pelatihan Tata Laksana Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) oleh SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar kepada para dokter PPDS-1 dalam upayanya meningkatkan kualitas akademik melalui pembekalan materi yang diberikan oleh konsultan Neonatologi dan kemampuan atau skill di bidang Neonatologi khususnya dalam lingkup penanganan BBLR bagi dokter-dokter PPDS bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD.

IMG_2653

Acara pelatihan yang diketuai oleh dr. Putu Verita Wulandari ini diikuti sekitar 60 orang peserta yang terdiri dari dokter PPDS Anak senior dan beberapa perwakilan perawat ruang bayi (perinatologi). Acara dimulai dengan sepatah dua patah kata pembukaan oleh dr. I Ketut Suarta, Sp.A(K) sebagai Ketua Program Studi PPDS IKA FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, yang kemudian dilanjutkan dengan Pre test selama 30 menit, sebagai gambaran awal pengetahuan peserta pelatihan sebelum mendapat pelatihan sehingga kemudian bisa dilakukan evaluasi keberhasilan setelah dibandingkan dengan Post Test.

IMG_2666

Pembekalan materi diberikan oleh empat orang supervisor kami di bidang Neonatologi, yang masing-masing memberikan dua materi terkait Tata Laksana terhadap Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), yaitu dr.Made Kardana, SpA (K) dengan topik “Prematur dan Permasalahannya” dan tentang “Perawatan Metode Kangguru (PMK)”, dr. Wayan Dharma Artana, SpA (K) membawakan topik “Apnea of Prematurity” dan tentang “Nutrisi pada Bayi Prematur” , dr. Putu Junara Putra, SpA dengan topik “Osteopenia pada bayi Premature” dan tentang “Anemia pada Bayi Prematur”, selanjutnya dr. Made Sukmawati, SpA yang membawakan topik tentang “ Respiratory Distress Syndrome (HMD)” dan “Ventilasi Mekanik”.

IMG_2680 IMG_2687 IMG_2688 IMG_2699

Selain pembekalan materi tersebut diatas, setelah acara makan siang, acara dilanjutkan dengan pelatihan skill atau workshop tentang Terapi Surfaktan oleh Tim Neonatologi disertai dengan diskusi kasus-kasus terkait tentang tata laksanan pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Mengingat berdasarkan penelitian, penyebab kematian tertinggi (sebesar 35%) pada neonatus adalah Infeksi, tim PPI RSUP Sanglah pada kesempatan ini juga memberikan pembekalan materi dan workshop Pencegahan Infeksi dilanjutkan dengan pelatihan Cuci Tangan. Pembekalan dilakukan dengan sangat menarik, peserta diajak melakukan sendiri cuci tangan yang benar dengan 6 langkah cuci tangan, yang kemudian dilakukan evaluasi dengan sinar uji kuman. Tim PPI dan peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan dan di akhir acara, semua peserta dinyatakan lulus ujian cuci tangan.

IMG_4325 IMG_4334 IMG_2773 IMG_2730 IMG_2735 IMG_2738 IMG_2750

Tepat pukul 15.30 wita, setelah peserta mengikuti semua sesi pembekalan materi dan workshop, dilakukan Post Test sebagai evaluasi akhir pelatihan. Semua peserta dinyatakan lulus dan terlihat peningkatan nilai pada hasil Post Test yang secara tidak langsung menunjukkan keberhasilan pelatihan kali ini.

IMG_4307

Tak terasa hari sudah menjelang sore, acara pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh Ketua Panitia kepada pembicara dan peserta dan sesi foto bersama di Ruang Utama SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar. Selamat kepada para peserta dan semoga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta dan pasien dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan dan mengurangi angka kematian neonatus di kemudian hari. (yanitama-Redaksi).

IMG_2788