Ujian MULTIPLE CHOICE QUESTION (MCQ) 28 Januari 2016

IMG-20140410-00103

Pada hari Kamis, 28 Januari 2016, telah diadakan kembali ujian MCQ Nasional program pendidikan dokter spesialis anak secara serempak di seluruh kolegium PPDS Indonesia. MCQ Nasional ini merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi peserta didik PPDS 1 Ilmu Kesehatan Anak seluruh Indonesia dan juga sebagai salah satu persyaratan bagi peserta didik tahap akhir untuk bisa melanjutkan diri mengikuti ujian board nasional.

Ujian ini diikuti oleh seluruh peserta didik PPDS 1 Ilmu Kesehatan Anak dalam semua tahap residensi (junior, madya, senior) baik yang sedang bertugas di RSUP Sanglah ataupun yang sedang bertugas di RSUD Jejaring, atau RSUD luar Bali untuk kegiatan Mandiri. Di SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah sendiri, ujian MCQ diadakan di Ruang Utama SMF dari pukul 10.00 wita hingga selesai.

MCQ Nasional saat ini terdiri dari 80 pertanyaan pilihan ganda dalam bahasa inggris yang harus diselesaikan pula dalam waktu 80 menit. Soal-soal ini berasal dari KIKAI Komisi Evaluasi. Masing-masing soal yang disajikan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda yang telah teruji dengan baik sehingga diharapkan mampu membuat para peserta didik semakin cermat, teliti, dan terlatih dalam pengambilan keputusan dalam berbagai bidang kasus.

Saat ini, lembar ujian sedang dalam proses penilaian oleh KIKAI komisi evaluasi. Semoga semua residen Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. (yanitama-Redaksi)

Duo kandidat berhasil meraih nilai sempurna dalam Ujian Lokal Spesialis 6 Februari 2016 : “Yeay, We Got “A”!!!”

foto 1

Suasana tegang terasa ketika menginjakan kaki di SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD / RSUP Sanglah. Hal ini ternyata karena pada hari Sabtu, 6 Februari 2016, merupakan hari Ujian lokal Spesialis Anak bagi dua kandidat yaitu dr. I Wayan Suradhipa, M.Biomed dan dr. Harsono Budipranoto.

foto 2

Ujian yang dilaksanakan dari pukul 08.00 wita ini melibatkan tim penguji yang diketuai oleh dr. Gusti Ayu Putu Nilawati, SpA (K), MARS dengan anggota terdiri dari dr. Putu Siadi Purniti, SpA (K), dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, SpA (K), dr. I Putu Gede Karyana, SpA (K), dan dr. I Made Gde Dwi Lingga Utama, SpA (K). Nampak hadir pula sebagai notulen yaitu dr. I Wayan Gustawan, MSc, SpA dan dr. Ni Nyoman Metriani Nesa, SpA yang bertugas menyiapkan pasien ujian.

Ujian yang berlangsung hingga pukul 13.00 wita ini diawali dengan ujian kasus panjang atau Long Case secara bergiliran oleh kedua kandidat, masing-masing selama 1 jam 15 menit. Kasus ini telah diberikan untuk dipelajari dan diulas secara mendalam sejak 30 Januari 2016. Pemaparan kasus dilakukan di Ruang Utama SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah, dilanjutkan dengan ujian langsung pada pasien di ruangan tersendiri.

foto 3foto 4

Setelah diskusi tentang Long Case selesai, ujian dilanjutkan dengan ujian kasus pendek atau Short Case yaitu kasus yang diberikan segera sebelum ujian. Ujian yang berlangsung selama 40 menit ini bertujuan menilai kecakapan para kandidat dalam menghadapi secara langsung dan segera pasien-pasien yang telah dipersiapkan, termasuk keterampilan dalam anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis dan terapi.

foto 5 foto 6 foto 7

Dan akhirnya tibalah pada detik-detik penentuan dan pengumuman nilai. Kedua kandidat kembali dipertemukan di Ruang Utama SMF IKA FK UNUD/RSUP Sanglah disaksikan oleh seluruh PPDS dan Supervisor yang berkesempatan hadir saat itu untuk menyaksikan hasil akhir Ujian Lokal Spesialis Anak FK Unud hari itu. Setelah uraian panjang dari tim penguji tentang penampilan kedua kandidat secara umum, akhirnya diumumkan bahwa kedua kandidat telah berhasil lulus dalam ujian ini dengan nilai “S E M P U R N A” yaitu “A”.  Suara riuh tepuk tangan hadirin dalam ruangan itu menunjukan rasa bangga dan bahagia atas hasil yang dicapai oleh kedua kandidat. Seluruh PPDS dan supervisor yang hadir memberikan ucapan selamat, berfoto bersama, dan diakhiri dengan makan siang bersama.

foto 8 foto 9 foto 10 foto 11

Akhir kata, kami segenap Keluarga Besar PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah dengan bangga mengucapkan SELAMAT! atas kelulusan dr. I Wayan Suradhipa, MBiomed dan dr. Harsono Budipranoto dalam ujian Lokal Spesialis Anak PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah. Semoga diberikan kelancaran juga dalam ujian-ujian berikutnya dan semoga mampu menjadi seorang Spesialis Anak yang terbaik untuk kesehatan dan kebahagiaan anak-anak di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya, Amin. (yanitama-Redaksi)

foto 12

“Selamat Tahun Baru Imlek 2016 dan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan”

greeting card

Tak terasa tahun 2016 telah menginjak bulan kedua. Bulan Februari sebagai bulan kasih sayang semakin terasa auranya ketika menginjak minggu kedua. Hal ini dikarenakan di minggu ini selain memang terdapat tanggal 14 Februari yang paling ditunggu-tunggu oleh para insan muda yang sedang jatuh cinta, yang dikenal sebagai Valentine’s Day atau hari kasih sayang, terdapat juga beberapa perayaan hari raya besar 2 umat di Indonesia yaitu Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2016 merupakan tahun baru china yang ke 2567 tahun, dan menurut perhitungan astrologi china merupakan tahun Monyet dengan unsur Api. Dipercaya bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang penuh semangat dan berenergi terutama bagi mereka yang terlahir dengan shio Monyet. Tahun baru imlek tahun ini juga jatuh bertepatan dengan hari Penyajaan Galungan sebagai rangkaian dari Hari raya Galungan yang jatuh pada rabu, 10 februari 2016, sebagai symbol dari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan/sifat buruk). Baik itu di hari tahun baru Imlek maupun hari raya Galungan dan Kuningan, umat yang bersangkutan pada intinya akan merayakannya bersama keluarga besar dan juga mengucapkan syukur kehadapan Tuhan yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan juga menghaturkan syukur dan terimakasih kepada leluhur. Aura kasih sayang dan kebersamaan akan sangat terasa pada hari raya ini, dan hari kasih sayang itu pun akan sangat bermakna, mengingat kasih sayang itu adalah untuk semua makhluk, untuk keluarga, teman, kekasih, dan kolega.

Kami keluarga besar PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD /RSUP Sanglah Denpasar mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2016 & Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga berkah dan kasih sayang Tuhan selalu menyertai kita semua, Amin. (yanitama-Redaksi)

“One and Two and Three and Breath….”

foto 1

31 Januari 2016, di hari minggu yang mendung kelabu, ruang utama SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah/FK UNUD, diramaikan oleh kehadiran para dokter PPDS anak, perawat bagian perinatologi, dan dokter Supervisor kami dari tim Perinatologi yang datang dengan penuh antusias dan berpakaian rapi untuk turut serta mengikuti Pelatihan Resusitasi Neonatus. Acara yang diketuai ole dr. Jerry ini, adalah acara intern bagian SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah/FK UNUD yang ditujukan untuk memberikan pelatihan bidang Resusitasi Neonatus kepada para dokter PPDS anak, khususnya senior dan chief, dan perawat bagian perinatologi, sehingga dapat terbentuk tim yang sigap dalam menangani berbagai kasus yang memerlukan tindakan resusitasi pada neonatus.

foto 2 pertama foto 2 tambah

Kegiatan kali ini dihadiri oleh 30 orang peserta (gabungan antara dokter PPDS anak senior dan chief dan 4 orang perawat bagian perinatologi), dengan 4 orang Supervisor, Dokter Spesialis Anak, dari Tim Perinatologi yaitu dr.Made Kardana, SpA (K), dr.Wayan Dharma Artana, SpA (K), dr.Putu Junara Putra, SpA, dan dr.Sukmawati, SpA. Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah yang diwakili oleh dr.Gusti Ayu Putu Nilawati, SpA (K) sekaligus membuka acara pelatihan. Beliau menekankan kepada para peserta untuk serius dan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini mengingat pentingnya ketrampilan dan kesigapan tim dalam keberhasilan resusitasi neonatus.

foto 3

Acara dilanjutkan dengan PreTest, peserta diberikan 10 soal MCQ tentang Resusitasi Neonatus, sebagai evaluasi keberhasilan pelatihan nanti.

foto 4

Kegiatan Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu pembekalan materi dan pelatihan ketrampilan. Pembekalan Materi diberikan oleh dokter Supervisor dari Tim Perinatologi dengan materi berdasarkan Modul Resusitasi Neonatus oleh UKK Neonatologi IDAI 2015. Program terbaru dalam resusitasi neonatus ini adalah perbaharuan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya dan telah disusun sedemikian rupa sehingga program ini mampu laksana untuk semua level petugas kesehatan (perawat, bidan, dokter umum, dan spesialis Anak) walaupun dalam fasilitas yang terbatas. Materi yang diberikan pun sangat kompleks, tidak hanya penanganan secara medis, tetapi juga menekankan pada pentingnya masalah etika dalam penanganan resusitasi pada bayi baru lahir, dan adalah sangat penting dokter dan orang tua bersama-sama dalam memberikan keputusan terhadap tindakan terbaik bagi bayi mereka.

foto 5 foto 6 foto 7 foto 8

Setelah para peserta diberikan pembekalan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan skill sebagai aplikasi teori yang telah diperoleh. Kegiatan diberikan secara terintegrasi, peserta dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari dokter PPDS dan perawat. Masing-masing station didampingi oleh seorang dokter Supervisor dari Perinatologi, yang memberikan pelatihan ketrampilan mulai dari Persiapan (tim, alat dan tempat rujukan/ruang perawatan post resusitasi) hingga Transportasi secara S.T.A.B.L.E. Dalam skill station ini juga dilatih bagaimana menjadi “cerdas” dalam situasi fasilitas terbatas, bagaimana mengupayakan resusitasi yang optimal dengan fasilitas yang ada, termasuk melatih metode kangguru sebagai salah satu upaya transport pasien.

foto 10 foto 11 foto 12 foto 14 satu

Dalam skill station, peserta juga dilatih secraa phantom, mereka dibagi dalam tim seperti halnya melakukan resusitasi yang sesungguhnya dengan kasus-kasus yang bervariasi, sehingga seluruh peserta akan semakin terlatih dan semakin percaya diri ketika menangani kasus yang sebenarnya.

foto 13

Tibalah akhirnya pada sesi Post tes. Peserta Kembali dihadapkan pada 10 soal MCQ yang sama, sebagai evaluasi keberhasilan kegiatan ini.

foto 14 foto 15 foto 16

Hasil menunjukan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata peserta antara Pre Test dan Post Tes yaitu sebesar 10%, dan angka ini cukup mewakili keberhasilan kegiatan Pelatihan Resusitasi Neonatus kali ini. Rasa bahagia ini juga dikemukakan oleh dr. Reddy Lufyan sebagai perwakilan kesan pesan dari peserta pelatihan, dan oleh dr. Made Kardana, SpA (K) yang menaruh harapan besar kepada peserta pelatihan untuk semakin percaya diri dalam menangani kasus-kasus serupa dalam praktik sehari-hari, dan tentu saja “..semakin tidak takut masuk ke bagian perinatology..” Dalam kesempatan ini, Beliau juga sekaligus mewakili Tim dan panitia menutup acara Pelatihan Resusitasi Neonatus kali ini dengan foto bersama. Selamat kepada para peserta..dan sampai jumpa di acara Pelatihan Resusitasi Neonatus selanjutnya! (yanitama-Redaksi)

foto 17 foto 18 foto 19

 

“Tak Kenal Maka Tak Sayang” Orientasi dan Pratugas Dokter PPDS baru di RSUP Sanglah Denpasar

Dalam rangka penerimaan dan orientasi Dokter PPDS baru di RSUP Sanglah Periode tahun 2016, mulai dari tanggal 4 Januari 2016 hingga 16 Januari 2016, bagian DikLit RSUP Sanglah mengadakan masa “Orientasi dan Pratugas Dokter PPDS baru di RSUP Sanglah Denpasar”. Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh dokter PPDS baru ini dilaksanakan dari pukul 08.00 wita hingga 14.00 wita bertempat di Aula Werkudara, RSUP Sanglah.

Hari pertama orientasi diisi dengan acara ramah tamah antara peserta yang berasal dari berbagai daerah atau berbagai lulusan fakultas kedokteran di Indonesia yang kemudian tergabung dalam civitas akademika UNUD yang kemudian tersebar lagi menjadi berbagai program studi PPDS. Selain bertujuan untuk saling mengenal, mereka juga diupayakan sedemikian rupa sehingga mampu membentuk kerjasama yang baik dalam setiap kegiatan yang akan sangat dibutuhkan kedepannya nanti ketika menjalin kerjasama sebagai dokter PPDS dari masing-masing Prodi saat bekerja di RSUP Sanglah.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada hari selasa, 5 Januari 2016, yang dibuka oleh Direktur RSUP Sanglah. Beliau menekankan betapa pentingnya masa orientasi ini dilaksanakan bagi para dokter PPDS baru, karena mereka akan menjadi salah satu pilar penting dalam segala kegiatan di medis dan non medis selama mengenyam pendidikan PPDS. Sehingga adalah penting untuk diperkenalkan tentang RSUP Sanglah itu sendiri, tentang peraturan yang ada, alur bekerja, sistem akreditasi, dan segala hal yang terkait. “Tak Kenal Maka Tak Sayang’ dan “Dimana bumi dipijak, disanalah langit dijunjung”

 

2

Acara kemudian dilanjutkan dengan pretest yang meliputi pengetahuan peserta tentang identifikasi pasien, penulisan resep, five moment, dan 6 langkah cuci tangan. Hari-hari orientasi dikemas dengan sangat menarik oleh panitia, setiap kegiatan disertai dengan selingan “yel-yel” dari peserta dan dengan berbagai hadiah kecil bagi para peserta yang aktif sebagai penanya dan penjawab pertanyaan. Kuliah yang diberikan pun tersusun dengan rapi, dimulai dengan pengenalan RSUP Sanglah oleh para direktur, Hospital tour ke tempat-tempat “vital” di RSUP Sanglah yang harus diketahui oleh para peserta, kuliah tentang segala aspek terkait Akreditasi Rumah Sakit (patient safety , dan sebagainya), hingga kuliah manajemen stress supaya PPDS mampu menghadapi waktu pendidikannya hingga selesai tepat waktu dengan baik.

5

 

Mengingat betapa pentingnya cuci tangan, tim PPI RSUP Sanglah juga mengadakan ujian Cuci tangan. Kegiatan ini pun dilakukan dengan sangat menarik, dan semua peserta dinyatakan lulus.

4

Pada hari terakhir kuliah orientasi, panitia Diklit mengadakan Post tes yang berupa studi kasus penulisan Discharge Summary dan Informed Consent. Para peserta dibuat dalam kelompok prodi masing-masing untuk menentukan kasus dan menyelesaikan kedua tugas tersebut sesuai dengan yang sudah diarahkan selama kuliah.

6

Sabtu, 16 Januari 2016, para peserta PPDS pun tidak lupa dibekali materi tentang etika penelitian, mengingat penelitian adalah salah satu hal vital dalam kelulusan para spesialis. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh PPDS baru tetapi juga PPDS yang belum pernah mengikuti seminar ini dan yang akan ataupun sedang menyusun tesis. Kegiatan ini diakhiri dengan Telaah Penelitian bersama sebagai summary semua materi yang telah diberikan selama seminar.

 

Kegiatan para dokter PPDS Baru tidak berakhir sampai disana, pembekalan mereka kemudian dilanjutkan dengan Emergency Clinical Skill Course, selama 3 hari (18 Januari 2016-20 Januari 2016), bertempat di Ruang kuliah lantai 4 Gedung skill FK UNUD/RSUP Sanglah, sebagai upaya Recall  ilmu yang dulu pernah diperoleh dan mempersiapkan mereka dalam segala situasi kegawatdaruratan di RSUP Sanglah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kegiatan ini pun diawali dengan Pre tes dan diakhiri dengan Post tes sebagai bentuk evaluasi keberhasilan pendidikan, diselingi pula dengan kegiatan mini skill lab di hari terakhir.

8

Pada akhirnya, masa orientasi ini harus ditutup. Acara penutupan dilaksanakan kembali di Aula Werkudara RSUP Sanglah pada tanggal 21 Januari 2016 mulai pukul 10.00 wita. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars RSUP Sanglah dan Hymne Udayana.

Kemudian kesan pesan peserta PPDS baru yang diwakili oleh dr Heri dari Prodi Anestesi, dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FK UNUD dan Direktur RSUP Sanglah.  Pada kesempatan ini juga diumumkan para peserta terbaik selama Pradik dan Emergency skill, nilai tertinggi pre-post tes pradik diperoleh dari Prodi THT, sementara nilai tertinggi pre-post tes emergency skill diperoleh dari Prodi Anak, dr Defranky Theodorus.

Acara ditutup dengan persembahan penampilan dari peserta orientasi berupa persembahan Cuci Tangan dari perwakilan masing-masing Prodi dan kemudian diakhiri dengan penampilan Drama Musikal “Jamilatun Meraih Mimpi” yang diperankan oleh perwakilan dari semua Prodi dan dengan skenario dan sutradara oleh dr. Yanitama dari PPDS Anak.

11

12

Selamat kepada para dokter PPDS baru semester genap 2016, semoga pendidikan yang ditempuh berjalan lancar dan sukses! (yanitama-redaksi)