Merdeka!!! Gunung Batukaru kamipun daki!!!

Foto bersama di puncak gunung Batukaru....

Foto bersama di puncak gunung Batukaru….

Senin, 17 Agustus 2015, supervisor dan residen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Udayana melaksanakan kegiatan tahunan “Mendaki gunung”. Gunung Batukaru menjadi tempat tujuan pendakian tahun ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70 tahun.

merah putih bendera kami

merah putih bendera kami

Mumet dan rasa bosan sudah tentu menjadi bagian dalam kehidupan kita. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengusir rasa itu, dan salah satunya adalah hidup menyatu dengan alam, contohnya mendaki gunung. Mendaki gunung merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan supervisor dan residen Ilmu Kesehatan Anak, Udayana, Denpasar. Selain untuk rekreasi, acara ini juga merupakan wahana untuk lebih mendekatkan dan meningkatkan rasa persaudaraan seluruh anggota IKA Udayana.

suasana puncak dan temapt istirahat....

suasana puncak dan temapt istirahat….

Siwa memberkati kita semua

Siwa memberkati kita semua

Persiapan acara sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh panitia yang ada. Panitia melakukan survey tempat menginap dan titik awal berkumpul pada saat akan dilakuakn pendakian. Karena berdasarkan informasi yang ada, terdapat beberapa titik pendakian yang bisa dipilih dengan derajat kerumitan masing-masing. Setelah dilakukan survey dibeberapa tempat, akhirnya tim panitia menentukan desa Pujungan kecamatan Pupuan yang terletak di kabupaten Tabanan sebagai tempat menginap dan titik awal berkumpul sebelum mendaki.

Pura diatas puncak gunung....

Pura diatas puncak gunung….

Gunung Batukaru terletak di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, dengan ketinggian 2.275 meter diatas permukaan laut (Mdpl). Gunung ini merupakan gunung tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung (3.142Mdpl) yang terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Gunung ini lebih tinggi dibanding Gunung Abang (2.151 Mdpl) di Kintamani, Kabupaten Bangli. Juga lebih tinggi daripada Gunung Catur di Timur Danau Bratan (2.096 Mdpl) dan Gunung Batur masih di Kintamani yang hanya menjulang 1.717 Mdpl.

perjalanan yang sangat mengesankan

perjalanan yang sangat mengesankan

kibarkan semangat merah putih didadamu!

kibarkan semangat merah putih didadamu!

Dari puncak gunung Batukaru, kita akan disuguhkan pemandangan puncak Batukaru, Danau Bedugul bahkan Pulau Lombok dan Jawa bila cuaca sedang cerah. Kawasan Gunung Batukaru merupakan penadah hujan dan hulu sebagian besar sungai di bagian Bali Tengah yang juga menjadi kawasan konservasi Cagar Alam Batukaru. Menariknya lagi, ketika kita mencapai puncak, kita akan menemui Pura Puncak Kedaton yang menjadi pura tertinggi di pulau Bali.

foto diatas negeri awan

foto diatas negeri awan

kebersamaan yang tidak bisa kita beli dengan uang....

kebersamaan yang tidak bisa kita beli dengan uang….

Peserta pendaki berangkat ke desa Pujungan kecamatan Pupuan pada tanggal 16 Agustus 2015, jarak tempuh dari kota Denpasar kurang lebih 2 jam perjalanan dan 40 menit dari Kota Tabanan. Medan yang dilalui lumayan terjal, sehingga beberapa mobil peserta harus di derek dengan mobil lainnya karena kandas. Terdapat beberapa tanjakan yang sangat curam dan penuh dengan kerikil dan pasir yang membuat perjalanan ini tambah berkesan. Rasa lega dan bahagia tatkala mobil kami sudah sampai ditempat titik berkumpul pertama sekaligus sebagai tempat menginap.

Malam sebelum mendaki

Malam sebelum mendaki

menu makanan yang maknyussssss

menu makanan yang maknyussssss

makan malam bersama di lokasi penginapan....

makan malam bersama di lokasi penginapan….

Malam hari 16 Agustus 2015, peserta pendaki melaksanakan sembahyang bersama dan dilanjutkan dengan acara makan malam bersama. Ada yang spesial saat acara makan malam tersebut, karena gitaris lokal (Residen-Red) menghibur peserta pendaki dengan dentingan gitar klasik dan lagu-lagu galaunya. Riuh tawa dan canda disertai lagu-lagu memecah keheningan malam kaki Gunung Batukaru pada saat itu.

sembahyang diiringi suasana sunyi senyap....

sembahyang diiringi suasana sunyi senyap….

salah satu residen dr. Ayunda yang ikut mendaki....

salah satu residen dr. Ayunda yang ikut mendaki….

Jam 05.00 Wita, 17 Agustus 2015 peserta mendaki sudah bersiap-siap untuk mendaki. Sebelum mendaki dilakukan pengarahan singkat oleh Kapten residen dan pendataan peserta yang akan mengikuti pendakian saat itu. Setelah semuanya lengkap, jam 07.00 wita semua peserta sudah berangkat ke puncak Gunung Batukaru dan berusaha untuk menaklukan gunung tersebut.

Dr ketut suarta, SpA(K) selalu senantiasa membimbing dan mengarahkan residen...

Dr ketut suarta, SpA(K) selalu senantiasa membimbing dan mengarahkan residen…

semua peserta bersemangat mendaki

semua peserta bersemangat mendaki

membawa segala perlengkapan...

membawa segala perlengkapan…

IMG_1137

Diperjalanan, tampak hutan belantara dengan pohon-pohon yang rindang sudah menyambut kedatangan tim. Jalan setapak yang curam tim lalui langkah demi langkah. Tampak beberapa anggota sudah mulai ngos-ngosan karena mereka merupakan pendaki pemula. Tetapi, semangat juang mereka tidak kalah dengan peserta yang lain yang sudah biasa melakukan pendakian. Sesekali tim beristirahat untuk mengumpulkan kekuatan mereka dan setelah pulih perjalananpun dilanjutkan kembali.

semua bertongkat mendaki...hehheheh

semua bertongkat mendaki…hehheheh

semangat tetap terpancar diwajah peserta....

semangat tetap terpancar diwajah peserta….

IMG_1153

Jam 12.00 Wita tim akhirnya sampai di puncak Gunung Batukaru, rasa bahagia dan bangga terpancar jelas dari raut wajah mereka, apalagi yang baru pertamakali ikut mendaki, kelihatan mereka sangat sumringah dan meluapkan rasa bahagia dengan berteriak keras dan lantang. Momen ini pun tidak dilewatkan begitu saja oleh peserta, banyak diantara mereka berfoto-foto dengan suasana puncak yang sangat indah dan menakjubkan. Tim mendaki membentangkan spanduk dan mengibarkan bendera merah putih sebagai bukti bahwa kami cinta tanah air dan negara Indonesia ini. “Kami adalah satu yaitu Indonesia”

tetap gaya meskipun capekkkkkk...heheheh

tetap gaya meskipun capekkkkkk…heheheh

ketua genk yang paling sangar beraksi....hahahahah

ketua genk yang paling sangar beraksi….hahahahah

Detik jam semakin berjalan, tidak terasa waktu sudah menunjukan
pukul 15.00 wita, Tim memutuskan segera balik ketempat penginapan semula. Sekitar jam 20.00 wita seluruh peserta sudah sampai kembali di tempat penginapan. Setelah dilakukan pendataan ulang dan yakin semua peserta sudah kembali, akhirnya semua peserta bertolak lagi pulang ke rumah masing-masing dengan pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan terlupakan.

ibu wakil kapten juga tidak ketinggalan....

ibu wakil kapten juga tidak ketinggalan….

IMG_1139

IMG_1140 - Copy

“ Kebersamaan adalah kunci kita untuk meraih sukses…. Pupuklah kebersamaan itu maka kesuksesan akan selalu menghampiri kita!!!!….” VIVA PEDIATRI UDAYANA!!!! (Arta..Redaksi)

Pelatihan Ventilasi Mekanik

 

Foto bersama peserta pelatihan ventilasi mekanik

Foto bersama peserta pelatihan ventilasi mekanik

 

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Anak/ RSUP Sanglah mengadakan Pelatihan Ventilasi Mekanik dihari Minggu, 2 Agustus 2015 kemarin. Pelatihan yang diikuti oleh seluruh residen anak ini, dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. Ketut Suarta, Sp.A(K). Pembicara pada pelatihan ini adalah dr. Budi Hartawan, Sp.A(K).

dr. Budi Hartawan, Sp.A(K) Pembicara Pelatihan Ventilasi Mekanik

dr. Budi Hartawan, Sp.A(K) Pembicara Pelatihan Ventilasi Mekanik

Waktu menunjukkan pukul 8.30 wita, acara diawali dengan pre test. Tampak peserta pelatihan melangsungkan pre test dengan serius. Peserta diharapkan mencantumkan tingkat keresidenannya di lembar jawaban baik junior, madya maupun senior. Pretest berlangsung selama 20 menit. Usai pre test, dr. Ketut Suarta, Sp.A(K) memberikan pengantar bahwasanya pelatihan ini merupakan pelatihan yang direncanakan akan berlangsung reguler dalam upaya mengup-date ilmu dan sarat ilmu aplikatif.

Peserta Tampak Antusias

Peserta Tampak Antusias

Pembawa acara pagi itu, dr. Chandra Mayasari mempersilahkan dr. Budi Hartawan, Sp.A(K) untuk membawakan topik pertama yakni Dasar-dasar Ventilasi Mekanik. Materi kemudian dilanjutkan dengan Modus Ventilator. Penyampain matei terasa sangat menarik. Dibawakan dengan bahasa sederhana, dr. Budi pun mempersilahkan peserta untuk mengintrupsi dirinya langsung bilamana ingin bertanya. Topik ketiga yang tidak kalah menarik adalah Masalah Oksigenasi dan Ventilasi dan ditutup dengan topik HFO. Seluruh peserta pun tampak antusias. Banyak senior yang menyampaikan berbagai pertanyaan sesuai dengan pengalaman yang pernah dialami.

Peserta Tampak Antusias

Peserta Tampak Antusias

Untuk sesi berikutnya, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan kasus untuk didiskusikan dan kemudia di presentasikan di pleno akhir. Seluruh kelompok berdiskusi dengan serius. Saling berbagi pendapat. Sebelum masuk pada sesi pleno, seluruh peserta makan siang bersama. Suasana hangat kental terasa.

Topik dibawakan dengan menarik

Topik dibawakan dengan menarik

Acara pun berlanjut pada sesi pleno yang diawali dengan presentasi kelompok 3 yang dibawakan oleh dr. Wayan Sandhi. Jawaban kelompok tersebut disesuaikan dengan jawaban kelompok lain dan berbagai sanggahan diakomodir. Acara berlangsung seru. Acara dilanjutkan dengan post test. Sembari menunggu hasil post test, dr. Linda Silvana sebagai wakil dari peserta menyampaikan kesannya mengikuti pelatihan ini. “Senang sekali bisa ikut pelatihan ini. Akan sangat berguna bagi kami yang akan jaga PICU. Semoga acara seperti ini bisa dilakukan rutin”ungkapnya bahagia. Akhirnya hasil post test pun tersedia. Tampak perubahan yang sangat bermakna antara hasil pre test dan post test. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu yang diberikan selama pelatihan mampu diserap dan dimengerti oleh peserta pelatihan. Pada penghujung acara yang diketuai oleh dr. Rhefki ini, seluruh peserta berfoto bersama. Besar harapan, pelatihan serupa dapat diselenggarakan rutin. (Kirana Budhiarta)

dr. Linda menyampaikan kesannya

dr. Linda menyampaikan kesannya