Kenali Infeksi Saluran Kemih Sedini Mungkin

INFEKSI saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak selain infeksi saluran nafas dan diare. ISK dapat menyebabkan gejala tidak menyenangkan dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak. Bila tidak ditanggulangi secara serius, ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih, hipertensi, ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. Karena itu, perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditatalaksana dengan baik untuk menghindari akibat yang lebih buruk.

ISK dapat mengenai semua orang, mulai bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. ISK lebih sering dtemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa. Pada bayi sampai umur tiga bulan, ISK lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, tetapi selanjutnya lebih sering pada perempuan daripada laki-laki.

ISK terjadi sebagai akibat masuknya kuman ke dalam saluran kemih. Biasanya kuman berasal dari tinja atau daerah dubur, masuk ke saluran kemih bagian bawah, kemudian naik ke kandung kemih dan dapat sampai ke ginjal. Oleh karena itu, segera ganti popok atau celana si kecil bila ia buang air besar agar tidak terlalu lama bersentuhan dengan tinja.

Sama seperti penyakit infeksi lainnya, ISK akan lebih mudah terjadi pada anak dengan gizi buruk atau pada anak dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Anak yang mengalami sembelit atau sering menahan kencing dapat berisiko terkena ISK.

Gejala ISK pada anak sangat bervariasi, berbeda tiap umur. Pada bayi baru lahir gejala tidak spesifik berupa suhu tubuh tidak stabil (demam atau kedinginan), lemas, rewel , tidak mau menyusu, kuning berkepanjangan, jarang buang air kecil. Pada bayi dan anak kecil gejala dapat berupa demam, rewel, penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, muntah, diare, cengeng, gangguan pertumbuhan. Pada anak yang lebih besar dapat terjadi demam, nyeri saat berkemih, anyang-anyangan, mengompol (setelah sebelumnya berhenti mengompol), nyeri perut bagian bawah, nyeri pinggang, air kemih berbau, kadang air kemih keruh atau berwarna kemerahan.

Jika terdapat kecurigaan terhadap ISK, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan air kemih rutin (urinalisis) dan biakan air kemih. Hasil pemeriksaan urinalisis dapat segera diketahui, sedangkan hasil biakan air kemih memerlukan waktu satu minggu.

Pengobatan ISK ditujukan pada tiga hal, yaitu: memberantas infeksi, mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih serta menanggulanginya jika ada, mendeteksi dan mencegah infeksi berulang
Untuk memberantas infeksi, diberikan antibiotik selama 7-10 hari yang awalnya dimulai dengan antibiotik empirik (jenisnya didasarkan pada kuman yang sering ditemukan selama ini) sampai didapatkan hasil biakan air kemih, lalu dilanjutkan dengan antibiotik yang sesuai dengan hasil biakan tersebut.

Untuk mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih dapat dilakukan pemeriksaan seperti ultrasonografi (USG) ginjal dan saluran kemih, atau pemeriksaan pencitraan lain (VCUG , MSU, skintigrafi DMSA ) jika dianggap perlu.
Untuk mendeteksi infeksi berulang, perlu dilakukan pemeriksaan biakan air kemih secara berkala dan jika terdapat infeksi maka infeksi ini diobati dengan antibiotik yang sesuai.

Pencegahan paling awal yang dapat dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan saat bayi atau anak buang air kecil dan buang air besar, bilas dengan air sampai bersih dengan arah dari depan ke belakang. Faktor resiko terjadinya ISK berulang terutama pada anak perempuan adalah pemakaian bubble bath, pakaian dalam terlalu sempit, pemakaian deodorant yang bersifat iritatif pada kulit di sekitar kelamin, atau pemakaian toilet paper yang salah.

Referensi:
-Unit Kerja Koordinasi Nefrologi IDAI. Konsensus Infeksi Saluran Kemih pada Anak. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, 2011.

PKB IKA XIV : Diikuti Peserta dari Sumatera Hingga Papua

Sebagian Panitia PKB IKA XIV - Siap Memberikan yang Terbaik.

Sebagian Panitia PKB IKA XIV – Siap Memberikan yang Terbaik.

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah kembali menggelar hajatan akbar. Bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel and Suites, Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) XIV berlangsung meriah. Sabtu, 13 Juni 2014 acara yang diikuti lebih dari 270 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari pulau Sumatra hingga Papua, ini dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang kali ini diwakili oleh Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes, Sp.Erg, AIFO. Usai acara ini di buka, disambung langsung dengan pembukaan pameran farmasi oleh Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. Anak Ayu Saraswati,M.Kes yang akan berlangsung secara simultan dengan berlangsungnya baik simposium maupun workshop.

Ibu Direktur RSUP Sanglah Denpasar membuka Pameran Farmasi

Ibu Direktur RSUP Sanglah Denpasar membuka Pameran Farmasi

PKB IKA kali ini mengusung tema utama “Update Management Gastrohepatology, Respirology and Nutrition and Metabolic Disease: Aspect in Daily Practice.” Ketua Panitia, dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A(K) mengungkapkan, tema ini sengaja diangkat mengingat kasus-kasus dibidang saluran cerna, pernapasan dan gizi anak sering kali ditemui pada praktik keseharian. Oleh sebab itu, dirasa penting untuk memperbarui dan menyegarkan kembali teori maupun penanganan terkini mengenai berbagai kasus terkait. Menurutnya, peserta ini tidak hanya diikuti oleh dokter-dokter spesialis anak saja, tetapi juga banyak dokter umum yang turut serta. PKB IKA XIV ini berlangsung 2 hari yakni Sabtu, 13 Juni 2015 dan Minggu, 14 Juni 2015.

Para peserta mengikuti pembukaan dengan tertib

Para peserta mengikuti pembukaan dengan tertib

Di hari pertama, para peserta sudah tampak memenuhi ruang registrasi. Dibantu oleh tim dari seksi kesekretariatan, proses registrasi berlangsung cepat. Tepat pukul 08.30, simposium sesi I yang dipimpin langsung oleh dr. IGN Sanjaya, Sp.A(K) dan didampingi oleh dr. Made Arimbawa, Sp.A(K) sebagai co-moderator ini dimulai. Pada sesi pertama ini, tampil dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K) sebagai pembicara pertama dengan topik Gut Microflora Features in Obesity. Tampil kemudian pembicara kedua yakni dr. Made Darmajaya, SpB(K)BA dengan Emergency of Surgery Cases in Children. Disambung kemudian dengan pembicara ketiga, dr. Badriul Hegar, Ph.D.,Sp.A(K). Mantan ketua IDAI ini memberikan update mengenai Abdominal Pain in Children. Sesi pertama ini diakhiri dengan diskusi yang “panas”, tampak beberapak peserta antusias menyampaikan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Setelah berdiskusi cukup panjang, tiba saatnya memasuki sesi yang kedua. Sesi simposium terkahir di hari pertama ini dimoderatori oleh Dr. dr. IGA Trisna Windiani, Sp.A(K) berdampingan dengan dr. Ketut Ariawati, Sp.A(K). Pada sesi kedua ini, pembicaranya adalah spesialis anak yang ahli dibidang nutrisi dan penyakit metabolik. Pembicara pertama yakni dr. IGA Eka Pratiwi, M.Kes, Sp.A yang membawakan topik Negative Impact of Undernutrition or Failure to Thrive. Disambung dengan Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K) sebagai pembicara kedua. Ketua IDAI Bali ini menyampaikan presentasinya mengenai Negative Impact of Overnutrition or Obesity. Pembicara terkahir dengan topic Negative Impact of Hidden Hunger or Stunting Syndrome adalah Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K). Sebagaimana sesi pertama, sesi kedua ini pun diakhiri dengan diskusi bersama. Waktu menunjukkan hampir tengah hari, waktunya bagi peserta untuk menikmati makan siang bersama yang telah disediakan secara buffet di restoran Sanur Harum. Sesaat sebelum makan siang, peserta disuguhkan terlebih dahulu dengan Lunch Symposium dengan tema Pneumococcus Disease Protection with Phi-D-cv Real Life Experince yang dibawakan oleh dr. Putu Siadi Purniti, Sp.A(K) didampingi oleh dr. Sugitha Adnyana, Sp.A sebagai moderator. Tepat pukul 12.00, para peserta dipersilahkan menikmati santap siang sekaligus mengunjungi stand pameran yang senantiasa memberikan gimmick menarik. Para peserta tampak sibuk mengunjungi booth-booth peserta pameran. Bahkan tidak sedikit yang tampak kesulitan membawa hadiah-hadiah, kenang-kenangan dari para peserta pameran. Tidak lupa pula, pada kesempatan ini, para alumni PPDS IKA FK UNUD/RSUP Sanglah memanfaatkan waktu untuk mengadakan temu alumni. Pertemuan alumni ini tidak hanya sekedar upaya melepas rindu tetapi juga memberikan masukan kepada almamater tercinta ini. Pada pukul 13.30 WITA, peserta dipersilahkan menuju ruangan workshop yang akan diadakan secara parallel. Workshop sore ini akan ada dari Gastroenterology dengan Management of Recurrent Abdominal Pain dan Workshop Nutrisi dengan How to Detect and Manage Failure to Thrive and Adiposity Rebound in Early Life. Pada pukul 17.00 WITA, workshop usai.

People behind the success of Gastrohepatologi Workshop

People behind the success of Gastrohepatologi Workshop

Hari kedua, dimulai tidak sepagi hari pertama. Pada pukul 08.30 WITA, sesi pertama di hari kedua ini dimulai. Adapun dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A(K) tampil sebagai moderator didampingi oleh dr. Putu Junara Putra, Sp.A sebagai co-moderator di sesi kali ini. Dibuka oleh dr. Ida Bagus Subanada, Sp.A(K) dengan topic Acute Respiratory Tract Infection: How to Recognize and Manage?, sesi pertama ini terasa sangat menarik. Dilanjutkan oleh dr. Putu Siadi Purniti, Sp.A(K) dengan Pitfalls in Pneumonia Management untuk topic kedua pada sesi pertama ini. Tidak puas dengan informasi itu saja, tampil untuk semakin memperjelas dan komprehensif, dr. Dewa Arta Eka Putra, Sp.THT-KL dengan topik When to Do Surgery?. Topik-topik ini tampaknya sangat diharapkan oleh para peserta. Terbukti dari animo peserta untuk membahas tuntas berbagai kasus terkait dengan topik-topik yang telah dibawakan tersebut.

Beberapa Narasumber PKB IKA XIV

Beberapa Narasumber PKB IKA XIV

Sesi kedua pada hari ini, dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi IKA FK UNUD/RSUP Sanglah. Dr. Ketut Suarta, Sp.A(K), kali ini didampingi oleh dr. Veny Kartika Yantie, M.Sc, Sp.A(K). Pembicara pertama dengan topik Recent Evidence About Prevention of Vertical Treatment of Hepatitis B oleh dr. Ni Nyoman Metriani Nesa, M.Sc, SpA. Disambung langsung oleh dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) denga Rhinosinobronchitis Associated Asthma : How to Manage?. Sesi ini ditutup dengan diskusi yang sebelumnya diisi oleh Bow Leg, is it Normal or Abnormal? Oleh dr. Kadek Ayu Candra Dewi, Sp.OT. Lunch Symposium pada hari kedua ini mengankat topik yang sangat menarik, mengingat tingginya angka kejadian kasus ini di wilayah Asia Tenggara termasuk didalamnya Indonesia yakni Japanese Encephalitis oleh dr. IGN Suwarba,Sp.A(K) dan dr. Dwi Lingga Utama, Sp.A(K) dan dimoderatori oleh dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A(K). Setelahnya, acara simposium pada PKB kali ini pun ditutup oleh dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A(K) selaku ketua panitia. Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi setingginya kepada para peserta yang telah mengikuti segala rentetan acara hingga akhir. Kemudia acara makan siang dan pameran berjalan seperti hari sebelumnya. Workshop paralael hari ini adalah workshop hepatologi dengan Early Detection of Biliary Atreisa dan Management of Chronic Liver Disease. Berlangsung bersamaan di ruang yang berbeda, workshop respirologi yang mengusung tema United Airway Disease Concept in Children. Dengan berakhirnya kedua workshop tersebut maka PKB IKA XIV ini pun telah berakhir. Pada closing briefing oleh dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A(K) bersama dengan dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K) dan dr. Ni Nyoman Metriani Nesa, M.Sc,Sp.A menyampaikan hal senada. Beliau mengaku puas dan bangga dengan kerja tim IKA di PKB IKA XIV ini. Beliau berharap kekompakan ini dapat terus dijaga. Mengingat tingginya animo peserta dalam PKB IKA, tidak menutup kemungkinan bila acara tahunan ini digelar lebih dari sekali dalam setahun. Menurut dr. Yani, salah seorang panitia bagian kesekretariatan, “apapun itu, panitia PPDS IKA akan selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik. Terima kasih kami haturkan selaku panitia kepada seluruh peserta yang telah hadir dari berbagai daerah.” PPDS IKA berencana menggelar event serupa diakhir tahun nanti. Teruslah berkarya PPDS IKA! Sampai jumpa di PKB IKA selanjutnya!
(Kirana Budhiarta)

Bali Green Run 2015 : Tak Ada yang Tak Mungkin, Teruslah Berusaha!

Pediatrics Runner - Tak Ada yang Tak Mungkin!

Pediatrics Runner – Tak Ada yang Tak Mungkin!

Minggu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Bali Green Run yang diadakan pada tanggal 31 Mei 2015 ini telah dipersiapkan dengan baik oleh paguyuban lari milik PPDS IKA yang menamakan dirinya Pediatrics Runner. Hujan dan hawa dingin pagi itu, sama sekali tidak menyurutkan semangat para peserta lari. PPDS IKA mengirimkan 40 orang wakilnya untuk turut serta memeriahkan acara ini. Berkumpul pukul 05.00 wita di depan patung ibu RSUP Sanglah, tampak seluruhnya antusias terlihat dari berbagai persiapan baik pakaian, topi dan peralatan larinya, tampak lengkap. Adapun ke-40 pediatrics runner antara lain:

  1. dr. Ketut Suarta, SpA(K)
  2. dr. Kurniawati
  3. dr. Reza
  4. dr. Fristia
  5. Mr. dr. Fristia
  6. dr. Reddy Lufyan
  7. dr. Yunita Saraswati
  8. dr. Topik Tarigan
  9. dr. Songgot Nauli
  10. dr. Wayan Suradipha
  11. dr. Ayu Sinthia
  12. dr. Surya Jayanti
  13. Mr. dr. Surya Jayanti
  14. dr. Mayasri
  15. dr. Sandhi
  16. dr. Rhefki
  17. dr. Apik Lestari
  18. dr. Deden
  19. dr. Kristopher
  20. dr. Benny
  21. dr. Tristina
  22. dr. Pratita
  23. dr. Kirana Budhiarta
  24. dr. Yuliandari
  25. dr. Mahakrishna
  26. dr. Wega Upendra
  27. dr. Ardinata
  28. dr. Yulia Sitta
  29. dr. Suadnyani Pasek
  30. dr. Andina Kluniari
  31. dr. Novita Purnamasari Assa
  32. dr. Ayu Wirastiti
  33. dr. Yuliadewi
  34. dr. Ari Wirantari
  35. dr. Ayunda Trisnia
  36. dr. Yullyantara
  37. dr. Diah Pratiwi
  38. dr. Suryo Gading
  39. dr. Heriyanto
  40. dr. Harsono
Sesaat setelah start- Semua bersemangat

Sesaat setelah start- Semua bersemangat

Heriyanto dan Ardinata

dr. Heriyanto dan dr. Ardinata

Pediatrics Runner juga memiliki official crew yang senantiasa menyemangati dan mengabadikan momen ini. Mereka adalah para anggota baru keluarga besar PPDS IKA FK UNUD/RSUP Sanglah. Tepat pukul 05.30 wita semua bergegas menuju Elephant Safari Park & Lodge, Desa Taro, Ubud tempat dimana Bali Green Run diadakan. Acara yang disponsori oleh Astra ini baru pertama kali diadakan. Event yang mengusung kampanye Go Green ini mencanangkan untuk setiap 1 pelari yang mendaftar, Astra akan menyumbangkan 1 pohon dan pengembalian uang pendaftaran sebesar 50 ribu rupiah dengan membawa 10 botol plastik bekas. Acara perdana ini menampilkan lomba lari lintas alam berjarak 13.3km (long course) dan 6km (short course). Pada kesempatan kali ini seluruh anggota Pediatrics Runner mengikuti rute 13.3K. Rombongan berangkat beriringan dan bertemu di meeting point (pertigaan Kedewatan) dengan dr. Ketut Suarta, SpA(K). Seluruh peserta akhirnya berkumpul di garis start dan melakukan warming up bersama. Tampak berbagai pelari baik dari dalam maupun luar negeri  berkumpul berbaur bersama. Pada pukul 08.10 wita, peserta lari 13.3K dilepas. Seluruhnya berlari berhamburan menyusuri rute lintas alam yang melewati jalan pedesaan, pura, dan hutan di sekitar desa Taro. Rute ini kaya akan vegetasi lokal dan pemandangan yang indah. Oleh karenanya rute lintas alam ini, tidak jarang ditemukan banyak sekali tanjakan yang cukup membuat para peserta kewalahan.

 

Rute Menantang Bali Green Run 2015

Rute Menantang Bali Green Run 2015

We are 13K Finisher!

We are 13K Finisher!

Berbagai macam pertunjukan kesenian tradisional juga akan ditampilkan disepanjang rute lari. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan 13.3K adalah maksimal 3 jam. Memasuki jam pertama menit ke 46 tampak Pediatrics Runner pertama yang menyelesaikan rute ini, yakni dr. Harsono dan dr. Topik. Sedangkan diurutan ketiga untuk Pediatrics Runner tidak disangka adalah dr. Diah Pratiwi dengan catatan waktu 01:51:26. Tidak mau kalah dengan pelari muda, dr. Ketut Suarta, SpA(K) pun mampu menembus 13.3K ini dengan catatan waktu 02:11:07. Selanjutnya disusul oleh pelari lainnya. Keseluruhan Pediatrics Runner  berhasil mencapai finish dan mendapatkan medali finisher. Rasa bangga dan bahagia mampu membayar segala kelelahan yang dirasakan.

dr. Ketut Suarta, Sp.A(K) - hampir tidak pernah absen dalam berbagai event lari

dr. Ketut Suarta, Sp.A(K) – hampir tidak pernah absen dalam berbagai event lari

Selanjutnya seluruhnya berkumpul bersama untuk berfoto untuk kemudian kembali beristirahat. Closing briefing disampaikan oleh dr. Ketut Suarta, SpA(K). Beliau mengaku bangga akan keberhasilan ini. Beliau menyampaikan keberhasilan mencapai garis finish pada hari ini merupakan simbol bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin selama kita mau berusaha. Hal tersebut merupakan wujud kerja dan kemauan yang keras. Beliau berharap hal serupa dapat diterapkan dikeseharian dalam menjalankan kehidupan sebagai residen. Acara pun ditutup dengan toss melingkar menyuarakan Viva Pediatrics! Teruslah bersemangat! Sampai jumpa di running event selanjutnya. Salam Pediatrics Runner.

 -Kirana Budhiarta-

Kapten Panutan! dr. Reddy Lufyan

Kapten Panutan! dr. Reddy Lufyan

IMG_5900

dr. Yunita dan pasukannya

Kebersamaan yang membayar segala kelelahan :)

Kebersamaan yang membayar segala kelelahan 🙂

Berpose di hydration point

Berpose di hydration point

Kecil-kecil Cabe Rawit : Biar kurus-kurus, tetap finisher 13K

Kecil-kecil Cabe Rawit : Biar kurus-kurus, tetap finisher 13K

Couple of the Day - dr. Maya dan dr. Suradhipa

Couple of the Day – dr. Maya dan dr. Suradhipa

Mantan Kapten yang (kali ini) sukses jadi finisher! Yay...

Mantan Kapten yang (kali ini) sukses jadi finisher! Yay…

PELANTIKAN DAN PELEPASAN DOKTER SPESIALIS PPDS-I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Bersama Kabag IKA, Dekan FK UNUD, Dirut RSUP Sanglah dan KPS IKA

Bersama Kabag IKA, Dekan FK UNUD, Dirut RSUP Sanglah dan KPS IKA

Kamis, 28 Mei 2015 akan menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi mereka yang berkumpul di ruang widhya sabha lantai 4 Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Bagaimana tidak? Di hari yang cerah ini telah dilantik sejumlah 36 dokter spesialis baru dari berbagai program pendidikan dokter spesialis -1 Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Gedung Widhya Sabha kembali menjadi saksi bisu dilahirkannya para dokter spesialis baru. Enam orang spesialis kandungan dan kebidanan, 4 orang spesialis kesehatan jiwa, 3 orang spesialis saraf, 4 orang spesialis THT, 2 orang spesialis kulit dan kelamin, 3 orang spesialis anestesi, 1 orang spesialis ortopedi, 1 orang spesialis mata, 6 orang spesialis jantung dan pembuluh darah, dan yang tidak mau ketinggalan adalah 6 orang spesialis anak. Adapun spesialis anak yang dilantik hari ini adalah:

  1. dr. Ni Made Dwi Purnami, M.Biomed, SpA
  2. dr. I Dewa Gede Ariputra, M.Biomed, SpA
  3. dr. Sieeny, M.Biomed, SpA
  4. dr. Floria Eva, M.Biomed, SpA
  5. dr. Muhammad Reza Usman, M.Biomed, SpA
  6. dr. Ida Bagus Ramajaya Sutawan, M.Biomed, SpA
L-R: dr. Reza, dr. Floria Eva, dr. Sieeny, dr. Ari Putra, dr. Dwi Purnami

L-R: dr. Reza, dr. Floria Eva, dr. Sieeny, dr. Ari Putra, dr. Dwi Purnami

Sejak pagi hari, sudah tampak berjajar rapi papan bunga ucapan selamat kepada para dokter spesialis baru. Seiring dengan kemeriahan itu, tampak pula para peserta pelantikan didampingi oleh keluarga hadir berbondong menuju gedung FK UNUD. Tak lupa diantara mereka yang mengabadikan momen tak terlupakan ini di depan rangkaian bunga yang ada. Wajah bangga dan bahagia terpancar jelas diraut wajah setiap orang yang datang. Seluruhnya tampak bergegas menuju ruang tempat pelantikan. Tepat pukul 10 pagi, acara pelantikan dibuka oleh pemandu acara yang kemudian diteruskan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama yang diiringi oleh paduan suara yang berasal dari Bagian Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar. Acara kemudian berlanjut kepada pembacaan Surat Keputusan Dekan mengenai spesialis yang dilantik dan pembacaan profil para dokter spesialis baru. Hampir mendekati tengah hari, tibalah dipuncak acara yakni pelantikan Dokter spesialis baru oleh Bapak Dekan FK UNUD, Prof. Dr. dr. Putu Astawan, Sp.OT, M.Kes yang ditandai dengan penyerahan SK dan pengalungan bunga dan kemudian dirangkaikan dengan pelepasan Dokter Spesialis Baru oleh Ibu Direktur RSUP Sanglah Denpasar, dr. Anak Ayu Sri Saraswati, M.Kes yang disimbolkan dengan penyerahan plakat lulusan periode Februari 2015. Acara berlangsung sangat apik dan tertata. Hymne Udayana dikumandangkan, menambah sakral suasana. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyematan pin tanda anggota alumni FK UNUD(IKAYANA) dengan dr. Floria Eva, M.Biomed, SpA sebagai salah satu perwakilan dokter spesialis baru. Kesan dan pesan disampaikan oleh dr. I Putu Gede Budiana, M.Biomed, SPJP, FIHA atas nama seluruh dokter spesialis baru. Dr.Balun, begitu beliau akrab disapa, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang sebesarnya tidak hanya kepada Tuhan tetapi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung proses pendidik di FK UNUD/RSUP Sanglah selama ini. Dirinya menyadari sepenuhnya bahwa dengan dilantiknya hari ini bukanlah menjadi sebuah akhir, akan tetapi justru sebuah awal kehidupan yang baru. Hal senada disampaikan oleh Ibu Direktur pada pidatonya dalam memberikan sambutan dan pesan di acara tersebut. Beliau mengungkapkan ucapan selamat bagi seluruh dokter spesialis baru dan tentunya bagi para keluarga yang telah senantiasa mendukung. Beliau pun memohon maaf juga kembali berterimakasih atas kerja keras para dokter spesialis baru yang selama masa studi sebelumnya sebagai residen telah berperan besar dalam menyukseskan akreditasi yang diraih RSUP Sanglah. Berbeda halnya dengan Bapak Dekan FK UNUD, dengan tegas beliau membagi pidatonya menjadi 3 termin utama. Termin pertama sambutan beliau, beliau tujukan kepada para orang tua dan keluarga. Beliau menyampaikan rasa terimakasih atas segala pengorbanan baik waktu, tenaga, finansial dan lain sebagainya. Beliau juga mengungkapkan rasa bangganya melihat banyak sekali dokter spesialis yang baru ini tampak masih berusia belia. Segmen kedua pidatonya, beliau tujukan kepada para dokter spesialis baru. Beliau berpesan agar mulai sekarang hendaknya senantiasa mengingat setiap kali akan melakukan sesuatu, apakah benar atau salah? Apakah pantas atau tidak? Apakah legal atau illegal? Dan beliau sangat menekankan pentingnya etika dan moral dalam menjalankan kehidupan selanjutnya yang dimulai dari hari ini. Bagian terakhir dari pidato beliau adalah rasa terimakasih kepada para pendidik telah mencetak para peserta didik yang diharapkan mampu bersaing dalam situasi apapun. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari dokter spesialis baru yang dirangkaikan dengan doa dan penyampaian ucapan selamat.

IMG_5007 IMG_5064

Kebanggan terbesar suatu lembaga pendidikan adalah kesuksesan peserta didiknya. Bagian Ilmu Kesehatan Anak bangga dan akan selalu bangga kepada para almuninya. Sebuah pesan yang dikutip dari Bill Cosby, “In order to succeed, your desire for success should be greater than your fear of failure” dimana artinya dalam menuju suatu kesuksesan, kemauan untuk sukses harus lebih besar dari rasa takut akan kegagalan. Selamat kepada para dokter spesialis anak baru! Teruslah berjuang! Semoga setiap langkah selalu dalam lindunganNya. VIVA Hippocrates! VIVA PPDS IKA! –Kirana Budhiarta-

dr. Reza Usman

dr. Reza Usman, MBiomed, Sp.A

dr. Ramajaya Sutawan, MBiomed, Sp.A

dr. Ramajaya Sutawan, MBiomed, Sp.A

dr. Dwi Purnami, MBiomed, Sp.A

dr. Dwi Purnami, MBiomed, Sp.A

dr. Ari Putra, MBiomed, Sp.A

dr. Ari Putra, MBiomed, Sp.A

dr. Sieeny, MBiomed, Sp.A

dr. Sieeny, MBiomed, Sp.A

dr. Floria Eva, MBiomed, Sp.A

dr. Floria Eva, MBiomed, Sp.A