Ujian Lokal spesialis anak edisi April-Mei 2015

IMG_3842Senin, 27 April 2015 dan 11 Mei 2015 SMF/Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melaksanakan evaluasi lokal untuk beberapa peserta didik PPDS-1 yang telah menyelesaikan semua tahapan dalam proses pendidikan spesialis. Peserta didik tersebut adalah : dr. Ni Made dwi purnami, MBiomed, dr. Sienny, Mbiomed, dr. Floria Eva, MBiomed,dan dr. Ida Bagus Ramajaya sutawan, Mbiomed, dr. Muhammad reza usman, MBiomed

Susunan kepanitiaan evaluasi lokal dr. Ni made dwi purnami, MBiomed dan dr. Sieeny, MBiomed. diketuai oleh dr. Ketut dewi kumara wati, Sp.A (K). Tim penguji terdiri dari : dr. IGN Made Suwarba, Sp.A (K), dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A(K, dr. GAP Nilawati, SpA(K) dan dr. I Made Gede Dwi Lingga Utama, Sp.A(K). Sebagai notulen adalah dr. I GA Putu Eka Pratiwi, MKes, Sp.A dan seksi pencari pasien adalah dr.AANKP Widnyana, Sp.A.

IMG_3820

Susunan kepanitiaan evaluasi lokal dr. Floria Eva, MBiomed dan dr. Ida Bagus Ramajaya Sutawan, MBiomed diketuai oleh dr. Ida Bagus Subanada, Sp.A (K). Tim penguji terdiri dari : dr. I Made Arimbawa, Sp.A (K), dr. Eka Gunawijaya, Sp.A(K) dan dr. Ketut Ariawati Sp.A(K)dan dr. Wayan Dharma Artana, SpA(K). Sebagai notulen adalah dr.Ni Nyoman Metriani Nesa, SpA dan seksi pencari pasien adalah dr. Putu Junara Putra, Sp.A.

IMG_3823

Susunan kepanitiaan evaluasi lokal dr. Muhammad Reza Usman, MBiomed diketuai oleh dr. BNP Arhana, Sp.A (K). Tim penguji terdiri dari : dr. I Ketut Suarta, Sp.A (K), dr. Putu Siadi Purniti, Sp.A(K) dan dr. I Made Kardana Sp.A(K) dan DR. dr. I Wayan Bikin Suryawan, SpA(K). Sebagai notulen adalah dr. IG Agung Sugitha Adnyana, SpA dan seksi pencari pasien adalah dr. Dewi Sutriani Mahalini, Sp.A

IMG_4074

Peserta ujian lokal mempresentasikan dua kasus yaitu ujian kasus panjang (long case) dan ujian kasus pendek (short case). Peserta diberikan waktu 20 menit untuk mempresentasikan kasus ujian panjang, kemudian penguji diberikan waktu 5 menit untuk melihat pasien dan diikuti dengan diskusi dengan waktu 50 menit. Kasus ujian pendek, penguji mengamati peserta ujian untuk melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien selama 10 menit, kemudian peserta ujian mempresentasikan kasus selama 5 menit dan dilanjutkan dengan diskusi selama 25 menit.

IMG_4079

dr. Ni made dwi purnami, MBiomed mempresentasikan kasus panjang dengan judul “ Suspek sirosis hepatis + kolestasis ekstrahepatal et causa suspek atresia bilier dd intrahepatal etcausa ISK + suspek infeksi CMV + gizi baik” dan kasus pendek dengan judul “.Sindrome nefritik ec. Susp. GNAPS dd/syndrome nefrotik + Hipertensi stadium 1 + gizi baik ”.

IMG_3755IMG_3798

dr. sienny, MBiomed mempresentasikan kasus panjang dengan judul “ meningitis bakteri + gizi baik” dan kasus pendek dengan judul “Suspek DHF grade 1 (panas hari ke 6 sejak pukul 11.00 wita) dd demam dengue + gizi lebih.

IMG_3776IMG_3806

dr. floria eva, MBiomed mempresentasikan kasus panjang dengan judul “ BKB + BBLR + aspiksia sedang + hiperbilirubinemia etcausa prematuritas ” dan kasus pendek dengan judul “Asma episodic sering serangan jarang + gizi baik + gizi baik.

IMG_7195IMG_7179IMG_7219

dr. Ida Bagus ramajaya sutawan, MBiomed mempresentasikan kasus panjang dengan judul “ Demam rematik (serangan berulang) pada penyakit jantung rematik + gagal jantung fungsional NYHA 1 + Lymphedema sinistra + gizi baik” dan kasus pendek dengan judul “Suspek DHF grade II (panas hari ke 7 sejak pukul 09.00 wita) dd demam dengue + gizi baik.

IMG_7202IMG_7232IMG_7228

dr. Muhammad Reza Usman, MBiomed mempresentasikan kasus panjang dengan judul “Sindrome nefrotik + hipertensi stadium 1 + gizi baik” dan kasus pendek dengan judul “Demam berdarah dengue (panas hari ke 6 sejak pukul 06.00 wita) dd demam dengue + perawakan pendek + gizi baik”.

IMG_4063IMG_4044IMG_4038

Kasus longcase diberikan pada tanggal 20 April 2015 dan untuk pasien short case diberikan pada saat kandidat ujian.

IMG_4079

Evaluasi lokal dimulai pukul 09.00 WITA dan berakhir pukul 13.00 WITA, kemudian tim penguji melakukan rapat selama 10 menit untuk menentukan kelulusan peserta ujian. Pukul 13.30 WITA ketua panitia mengumumkan hasil evaluasi kandidat dengan nilai A serta dihadiri oleh semua supervisor dan residen.

IMG_3859IMG_3831

Selamat kepada dr. Ni Made dwi purnami, MBiomed, dr. Sienny, Mbiomed, dr. Floria Eva, MBiomed, dr. Ida Bagus Ramajaya sutawan, Mbiomed dan dr. Muhammad Reza Usman, MBiomed. Redaksi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi dalam ujian lokal kali ini. (Redaksi)

 

“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya….tetapi merupakan kesuksesan ynag tertunda… olehkarena itu teruslah berusaha yang maksimal maka hasil maksimal yang akan kita peroleh” (SALAM HANGAT REDAKSI)

 

 

 

WASPADAI PENYAKIT KAWASAKI PADA ANAK

Screen shot 2010-07-17 at 11.17.07 AM

Penyakit kawasaki sudah mulai banyak ditemukan di Indonesia. Meskipun demikian, agaknya kasus yang ditemukan tersebut hanyalah sebagian kecil dari yang sebenarny ada. Kemungkinan besar banyak kasus yang tidak terdiagnosis. Hal yang ditakuti dari penyakit ini adalah komplikasi ke arteri koroner, seperti thrombosis dan stenosis arteri koroner dengan akibat infarkmiokard dan dapat berakhir pada kematian. Jadi, sejauh mana kita memahami penyakit kawasaki?

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit multisystem idiopatik, bersifat self-limiting yang ditandai dengan adanya vaskulitis pembuluh darah, termasuk arteri koroner dan terutama menyerang anak berusia dibawah 5 tahun. Penyakit ini pertama kali ditemukan olehTomisaku Kawasaki pada tahun 1967 di Jepang. Dilaporkan adanya 50 anak dengan gejala demam akut disertai eksantema yang didiagnosis sebagai mucocutan lymph node syndrome. Penyakit ini dapat menimbulkan koplikasi pada jantung. Berdasarkan data ekokardiografi dan angiografi, 20-40% kasus PK (Penyakit Kawasaki) yang tidak diobati akan menyebabkan kelainan arteri koroner jantung sehingga mengakibatkan thrombosis koroner, stenosis koroner, infark miokard, dan kematian.

m_jpg120005fa

Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, namun lebih banyak ditemukan pada orang Asia. PK umumnya menyerang anak balita (80%) jarang ditemukan pada anak kurang dari 3 bulan atau diatas 8 tahun. Usia tersering adalah 1-2 tahun (50%). Perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 1,5 : 1.angka kekambuhan berkisar 3%. PK dapat muncul sepanjang tahun, terutama pada musim dingin dan musim semi.

Penyebab pasti dari PK belum diketahui hingga saat ini. Diduga PK dipacu oleh gangguan sistem imun yang didahului oleh suatu proses infeksi. Beberapa factor resiko yang menyebabkan terkena PK antara lain faktor host (usia dibawah 5 tahun, variasi musim, tinggal di lingkungan epidemik), adanya agen penyebab (bakteri, Retrovirus, toksin bakeri, New Haven Coronavirus ), dan akibat respon imunologis yang dicetuskan agen mikrobial

PK menimbulkan vaskulitis sistemik yang berat pada arteri berukuran sedang predileksi utama pada arteri koroner. Pada fase akut dan subakut, terjadi edema dan infiltrasi sel radang pada endotel dan otot polos. Bila terjadi serangan berat, proses inflamasi akan terjadi pada tiga lapis dinding vaskuler sehingga terjadi dilatasi dan aneurisma. Trombosis dapat terjadi pada lumen dan menyumbat aliran darah. Pada fase penyembuhan, lesi menjadi fibrotic dengan proliferasi intima sehingga terjadi stenosis.

Gambaran klinis PK tidak bersifat patognomonik, dibagi berdasarkan 3 fase yaitu fase akut, subakut, dan kovalesen:

  1. Fase akut ( 10 hari pertama) : gejala bersifat diagnostic antara lain adalah demam tinggi (>39°C samapai>40°C) bersifat remiten, dan tidak berespon terhadap pemberian antipiretik dan antibiotik, konjungtivitis bilateral tanpa eksudat, bibir menjadi merah dan pecah-pecah lidah merah (strawberry tongue ), dan eritema difus pada rongga mulut dan faring, edema induratif dan kemerahan pada telapak tangan dan kaki, eksantema polimorfik (urtika, makula, papula) tersebar di wajah, badan, ekstremitas, maupun daerah perianal, pembesaran kelenjar getah bening servikal (50% kasus), hampir selalu bersifat unilateral, ? 1 limfanodi, dan berdiameter>1,5 cm. Temuan lain yaitu piuria steril (60% kasus), gangguan fungsi hati (40%) arthritis sendi besar (30%) meningitis aseptik (30%), nyeri perut dengan diare (20%). Kelainan kardiovaskuler dapat berupa takikardi, aritmia, irama derap, bising jantung,kardiomegali, efusi pericardium dan pada EKG ditemukan PR memanjang, QRS low voltage, ST depresi/elevasi
  2. Fase subakut (hari 11-25) : Deskuamasi ujung jari tangan dan kaki, eksantema, demam, dan limfadenopati menghilang, dapat terjadi dilatasi/aneurisma arteri koroner, efusi perikardium, gagal jantung, infark miokard, dan tombositosis (dapat mencapai> 1.000.000/mm3)
  3. Fase konvalesen ( 6-8 minggu dari onset penyakit): Laju endap darah dan hitung trombosit mencapai normal. Terjadi perbaikan klinis, tetapi kelainan jantung dapat terus berangsung

Penegakan diagnosis PK berdasarkan gejala klinis terdiri dari 6 kriteria diagnosis yaitu :

  1. Demam remiten (> 39°C/102°F sampai> 40°C/104°C) berlangsung ? 5 hari. Kriteria demam bersifat mutlak.
  2. Konjungtivitis bilateral tanpa eksudat
  3. Kelaianan pada mulut : bibir merah pecah, strawberry tongue, dan rongga mulut merah difus
  4. Kelaianan pada tangan dan kaki berupa eritema dan edema
  5. Eksantema polimorfik
  6. Limfadenopati servikal (diameter > 1,5 meter)

Diagnosis PK dapat ditegakkan jika :

  1. Didapatkan demam, ditambah 4 dari 5 kriteria diagnostik yang lain.
  2. Didapatkan kelainan arteri koroner pada ekokardiografi, meskipun hanyadijumpai< 4 kriteria selain demam.

Jika didapatkan demam, disertai < 4 kriteria lain dan kelainan koroner, maka dikenal sebagai penyakit Kawasaki atipik yang sering dijumpai pada bayi berusia < 6 bulan.

Diagnosis Banding PK diantaranya adalah penyakit infeksi (campak, staphylococcal scalded skin syndrome, leptospirosis, toksoplasmosis, demam scarlet), raksiimun/alergi (atypical acute renal failure, reaksiobat, Stevens-Johnson Syndrome) dan toksin (merkuri)

Pada pemeriksaan laboratorium (tidak ada yang khas) namun sering ditemukan leukositosis (> 15.000/mm3) dengan hitung jenis bergeser ke kiri, CRP dan alfa 1 antitripsis meningkat, LED > 100 mm/jam pada fase akut, trombositosis (fase subakut) dapat mecapai 1.000.000/mm3, piuria, enzim hati meningkat, dan CKMB dapat meningkat (adanya infark miokard)

Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) harus dilakukan saat diagnosis ditegakan. Didapatkan interval PR memanjang, QRS low voltage, ST depresi/elevasi, dan QTcmemanjang. Gelombang Q abnormal (lebar dan dalam) menunjukan adanya infark miokard. Selain itu setiap pasien PK atau dengan kecurigaan PK harus dilakukan pemeriksaan ekokardiografi, jika pada pemeriksaan ekokardiografi pertama saat diagnosis tegak tidak ditemukan kelaian, pemeriksaan bisa diulang 2 minggu setelah awitan, dan diulang kembali setelah 6 minggu. Jika hasil normal dan LED kembali normal, maka ekokardiografi tidak perlu diulang. Namun jika pada fase akut ditemukan kelainan, ekokardiografi dapat diulang seminggu sekali. Pada pemeriksaan rontgent horaks ditemukan kardiomegali jika terjadi miokarditis atau kelainan arteri korone rmaupun regurgitasi katup yang berat.

Tatalaksanapada PK adalahdenganpemberian

  1. IGIV (Imunoglobulin Intravena) secepatnya setelah diagnosis di tegakan, dengan dosis 2 gr/kgBB dosis tunggal yang diberikansecara intravena selama 10-12 jam. Pemberian IVIG secara dini (terutama 10 hari pertama awitan penyakit) terbukti mengurangi angka kejadian kelainan koroner. Pada bayi dengan Pk yang mengalami gangguan fungsi jantung (tidak dapat mentoleransi dosis tunggal IGIV karena jumlah cairan yang masuk sekaligus relative banyak) dapat memilih dosi salternatif IGIV sebagai berikut 400 mg/kgBB/hari selama 4 hari. IGIV dapat diberikan setelah hari ke 10 jika tanda penyakit masih aktif, namun pada anak yang tidak menunjukan tanda penyakit aktif setelah 10 hari awitan, pemberian IGIV tidak bermanfaat lagi.
  2. Aspirin diberikan bersama IGIV dengan dosis 80-100 mg/kgBB secara oral dalam 4 dosis hingga hari ke 14 awitan atau 2-3 hari setelah demam reda. Dosis kemudian diturunkan menjadi 3-10 mg/kgBB/hari sekali sehari sampai 6-8 minggu sejak awitan dan kemudian dapat dihentikan jika hasil ekokardigrafi normal. Pada anak yang menderita kelaian arteri koroner pemberian asprin diteruskan.
  3. Penggunaan kortikosteroid masih menjadi perdebatan.

Komplikasi yang dapat terjadi yaitu pada 15-20% kasus dapat dijumpai anurisma koroner dan kurang dari 5% menjadi infark miokard (70% terjadi pada tahun pertama sejak awitan). Gejala infark miokard pada anak antara lain mual, muntah, pucat, tangis berkepanjangan, dan keringat berlebih.

Sumber

  1. Jane Want dkk. Diagnosis, treatment and long term management of Kawasaki disease: a statement for health professionals from the committee on rheumatic fever, endocarditis and Kawasaki diasese council on cardiovascular disease in the young, American Heart Association. Circulation. 2004; 110;2747-71
  2. Myung KP. Kawasaki’s disease. Dalam : Pediatric Cardiology for Practitioners. Edisi ke-4. Elsevier Health Sciences; 2008. Hal 367-75
  3. Najib A. Mengenal Penyakit Kawasaki. Jakarta : Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI; 2004

Syukuran Pelepasan Dokter Spesialis Anak

IMG_3640

Syukuran Pelepasan Dokter Spesialis Anak: Buah Manis Sebuah Perjuangan!

Sabtu, 25 April 2015 merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi seluruh civitas akademika bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah. Bagaimana tidak, 6 orang dokter spesialis anak baru kembali ditelorkan. Adapun keenam dokter spesialis anak baru antaralain;

  1. Suryani Malik, MSc, SpA
  2. Monica Sampurna, MBiomed, SpA
  3. Christina Saranganga, MBiomed, SpA
  4. Yuliana, MBiomed, SpA
  5. Alice Indradjaja, MBiomed, SpA
  6. Dewa Gede Ari Putra, MBiomed, SpA

IMG_3525

Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Tampak dekorasi ruangan telah disediakan oleh panitia acara syukuran ini yang dimotori oleh dr. Eva Jacomina Jemima Sapulete. Memasuki pukul 10 pagi, para dokter spesialis anak baru beserta keluarga tampak mulai berdatangan. Hampir seluruhnya menyempatkan diri untuk mengabadikan diri di photobooth yang telah disediakan. Suasana sarat keceriaan dan kebahagian nampak jelas terasa. Para residen dari senior hingga junior pun turut serta menghadiri acara ini. Ruang utama mulai penuh, tepat pukul 11.00 WITA acara dimulai.

IMG_3615

Acara yang dipandu oleh dr. Bagus Ngurah Mahakrishna berjalan khusyuk dan teratur. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama seluruh hadirin, suasana seketika menjadi sangat hikmat. Acarapun dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar oleh Ketua Alumni Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah, dr. Siadi Purniti, SpA(K) yang diikuti oleh keenam dokter spesialis anak baru. Ikrar berkumandang dengan lantang dan tegas untuk kemudian dilakukan penandatangan Ikrar tersebut sekaligus penyerahan kartu tanda alumni yang juga oleh dr. Siadi Purniti, SpA(K) didampingi oleh Ketua Program Studi, dr. Ketut Suarta, SpA(K) beserta Kepala Bagian yang diwakili oleh Sekretaris Bagian yakni dr. Ketut Ariawati, SpA(K).

IMG_3563

Acarapun berlanjut kepada penyampaian kesan dan pesan oleh dokter spesialis anak baru yang diwakili oleh dr. Alice Indradjaja, MBiomed, SpA. Beliau menyampaikan rasa syukur, terima kasih dan juga permohonan maaf atas segala yang telah dijalani sepanjang mengenyam pendidikan dokter spesialis di FK UNUD/RSUP Sanglah silam. “Hasil yang kami rasakan saat ini merupakan buah manis hasil perjuangan kami yang tidak mudah” ungkap dr. Alice, demikian beliau kerap disapa. Beliau pun berpesan kepada seluruh residen untuk terus berjuang dengan penuh semangat. Kemudian selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh dr. Siadi Purniti selaku ketua alumni Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah. Hal senada beliau sampaikan terkait dengan perjuangan keras dan pengorbanan tidak hanya oleh peserta didik, akan tetapi juga oleh keluarga. “Hanya suami/istri yang tangguh yang mampu mendampingi hidup seorang residen, terima kasih untuk tetap setia mendampingi hingga hari ini” ucap dr. Siadi dengan sungguh-sungguh.

IMG_3651

Selanjutnya merupakan sambutan dari dr. Ketut Suarta, SpA(K) yang tak hentinya mengungkapkan rasa bangga. Beliau berharap acara syukuran ini dapat menjadi sebuah motivasi bagi residen lainnya untuk berjuang lebih keras lagi. Beliaupun mengucap selamat dan bangga kepada seluruh dokter spesialis anak baru. Terutama kepada dr. Alice Indradjaja,MBiomed, SpA yang berhasil menduduki peringkat pertama pada ujian nasional silam.

IMG_3706

Kemudian tiba saatnya sambutan dari dr. Ketut Ariawati, SpA(K) yang pada kesempatan ini mewakili dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, SpA(K). Beliau mengungkapkan rasa syukurnya atas apa yang telah dicapai saat ini. Beliau pun mengingatkan bahwa proses pendidikan spesialis tidaklah mudah,”Jangan diingat buruk-buruknya, seperti kami para pendidik sering kali marah-marah, hal itu semata-mata untuk mendidik kalian semua untuk terus menjadi lebih baik” ujar beliau dalam sambutannya.

IMG_3656

Selanjutnya adalah menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Syukur untuk kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Riuh rendah mengiringi acara selanjutnya yakni penyampaian kenang-kenangan baik dari dokter spesialis anak baru kepada bagian maupun kepada para supervisor. Acara ditutup dengan penyampaian ucapan selamat langsung kepada para dokter spesialis anak baru sekaligus makan siang bersama. Sembari makan siang, hadirin disuguhkan pula dengan suara emas oleh dr. Surya Jayanti dan dr. Nova diiringi oleh alunan keyboard yang merdu. Tampak beberapa residen lainnya juga turut serta meramaikan. Rasa bahagia dan bangga yang dirasakan hari ini merupakan sebuah akhir yang indah dari perjuangan yang keras. Selamat redaksi ucapkan kepada dokter spesialis anak baru. Selamat melanjutkan perjuangan di “medan perang” yang sesungguhnya. Juga bagi para peserta didik lainnya, untuk terus bersemangat hingga tiba saatnya berita serupa menyertakan nama kalian. Tetaplah jaya PPDS IKA FK UNUD/RSUP Sanglah! -Kirana Budhiarta-