PKB IKA XIII : COMPREHENSIVE MANAGEMENT OF NEONATOLOGY, EMERGENCY, CARDIOLOGY AND NEUROLOGY ASPECT IN DAILY PRACTICES

Sabtu, 15 November 2014 silam, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar dengan bangga mempersembahkan Pendidikan Kesehatan Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak (PKB IKA) XIII. Berlangsung di hotel Sanur Paradise Plaza, perhelatan kesehatan tahunan ini mengusung tema “Comprehensive Management of Neonatology, Emergency, Cardiology and Neurology Aspect in Daily Practices” dihadiri oleh lebih dari 500 orang peserta berasal dari seluruh Indonesia. PKB IKA tahun ini berlangsung 2 hari. Hari pertama, sejak pukul 07.00 WITA tampak ruang sekrtariat telah dipenuhi oleh para peserta yang hendak mendaftar ulang, maupun mendaftar ditempat onsite. Tampak para panitia yang terdiri atas kolaborasi Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak -1 (PPDS IKA -1) bersama Prodia melayani para peserta PKB dengan ramah dan sigap.

IMG_0297 copy

IMG_0319 copy

Menjelang pukul 07.30 WITA, semua undangan dan peserta telah berkumpul di Griya Agung Ballroom untuk mengikuti acara pembukaan. Pembukaan yang dibawakan usai laporan ketua panitia PKB XII yakni dr. IGN Suwarba, SpA (K), dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Putu Astwa, SpOT (K), M.Kes, FICS. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pameran rekananan oleh Ibu Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. Anak Ayu sri Saraswati, M.Kes. Untuk kemudian acara utama dimulai yakni Simposium.

IMG_0743 copy

IMG_2591 copy

IMG_2606 copy

Simposium pada hari pertama terdiri atas 2 sesi. Dimana sesi I dimoderatori oleh  dr. I Made Kardana, Sp.A(K) dan didampingi dr. Wayan Dharma Artana, Sp.A(K) sebagai co-moderator.

IMG_2642 copy

Pada sesi I ini, mengusung judul “Penggunaan CPAP pada Bayi Prematur” yang dibawakan langsung oleh ketua UKK Neonatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K). Materi selanjutnya dibawakan oleh dr. Putu Junara Putra, Sp.A dengan tajuk “Pemberian Surfaktan pada Bayi Prematur”. Sesi pertama ditutup oleh dr. Made Sukmawati, Sp.A yang menyampaikan materi berjudul “Tunjangan Nutrisi pada Bayi Prematur”. Berbagai topik menarik yang disampaikan menjadikan diskusi berjalan cukup hangat. Para peserta dengan antusiasnya melontarkan pertanyaan untuk kemudian dibahas bersama-sama.

IMG_2710 copy

IMG_0386 copy

Usai diskusi sesi I, acara bergegas dilanjutkan ke simposium sesi II yang dipimpin oleh dr. Ida Bagus Subanada,Sp.A(K) sebagai moderator dan dr. IGAN Sugitha Adnyana, Sp.A sebagai co-moderator. Pembicara pertama, Dr. dr. Sukman Tulus Putra, Sp.A (K), FACC, FESC membawakan materi “Cyanosis and Respiratory Distress in Neonates : Cardiac or Non-cardiac origin?” disusul kemudian dengan topik “Penyakit Jantung Bawaan : Kapan Saatnya Menjalani Prosedur Koreksi dan Apa Pilihannya?” oleh Dr. dr. Mulyadi M.Djar, Sp.A (K) dan sesi ini ditutup dengan topik terakhir yakni “Penyakit Jantung Bawaan : Terapi Konservatif  Bila Belum Memungkinkan Koreksi Jantung” yang disampaikan oleh Dr. Eka Gunawijaya, Sp.A (K).

IMG_0465 copy

Sebelum makan siang bersama, terdapat Lunch Symposium oleh rekanan Glaxo Smith Kline (GSK) dengan moderator dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A(K) dan pembicara dr. Dominicus Husada, DTM & H, MCTM, Sp.A(K). Adapun topik yang dibawakan Hexavalent New Combination of DTPa Vaccine, Providing Convenience and Real Life Experience.

IMG_0526 copy

Acara makan siang pun berlangsug akrab, dimana para peserta baik tenaga paramedic, dokter umum, dokter spesialis hingga pembicara tampak berbaur menjadi satu.

IMG_0421 copy

IMG_2552 copy

IMG_0568 copy

IMG_0980 copy

 

IMG_0540 copy

IMG_0815 copy

PKB IKA kali ini memiliki 4 workshop menarik. Terdapat 2 workshop di hari I yakni Perinatologi : Terapi Oksigen pada Neonatus oleh dr. I Made Kardana, SpA (K) dan Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) dan workshop Kardiologi : Cara Cepat Membaca EKG pada Anak oleh DR. Dr. Mulyadi M.Djar, Sp.A (K), Dr. Eka Gunawijaya, SpA (K) dan DR. Dr. Sukman Tulus Putra, Sp.A (K), FACC, FESC.

Pada hari kedua, symposium sesi I dimulai tepat waktu yakni pukul 08.30 wita dengan moderator DR.Dr. IGA TrisnaWindiani, Sp.A(K) berdampingan dengan Dr. I Made Arimbawa, Sp.A(K) sebagai co-moderator. Adapun materi pertama dibuka oleh Dr. Dewi Sutriani Mahalini, Sp.A dengan “Pemilihan Antibiotika pada Meningitis Bakterialis pada Anak” dilanjutkan oleh Dr.  I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A(K) dengan “Diagnosis dan Pemilihan Obat Anti Epilepsi pada Epilepsi Anak” serta DR. Dr. H. Irawan Mangunatmadja, Sp.A(K) menyampaikan topik “Diagnosis dan Tatalaksana First Unprovoked Seizure”. Diskusi berlangsung sangat seru.

IMG_0432 copy

IMG_0371 copy

IMG_0715 copy

IMG_2847 copy

Sesi kedua segera dilanjutkan dengan moderator acara dr. Ida Bagus Suparyatha, Sp.A dan co-Moderator dr. Wayan Gustawan, Sp.A. Berbagai topik praktis disampaikan dalam upaya penyegaran dan up-date ilmu-ilmu baru yang disepakati. Adapun topik pertama “Early Direct Goal Therapy at Emergency Room” dikemas menarik oleh DR. Dr. Dadang Hudaya Somasetia, Sp.A(K) disusul tidak kalah menariknya oleh Dr. Antonius Pudjiadi, Sp.A(K) dengan Pertimbangan Praktis Pemilihan Cairan di Ruang Gawat Darurat” dan yang terakhir pada sesi ini adalah Dr. Dyah Kanya Wati, Sp.A(K) dengan topic “Pertimbangan Praktis Pemilihan Antibiotika di Ruang Gawat Darurat”.

IMG_0797 copy

IMG_0811 copy

IMG_2830 copy

Sebagaimana hari pertama, sebelum makan siang terdapat Lunch Symposium yang kali ini didukung oleh Sanofi Pasteur. Adapun moderator Prof. Dr. Soetjiningsih, Sp.A(K) dengan pembicara dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A(K) dan Dewi Sutriani Mahalini, Sp.A dengan topik: Japanese Enchepalitis. Acara symposium hari kedua ini merupakan hari terakhir dari serangkaian acara PKB IKA XIII.

IMG_0999 copy

Dengan demikian, usai symposium, acara ini langsung ditutup secara resmi oleh ketua panitia dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A(K) dengan segala rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas lancarnya acara ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama. Pukul 13.30 acara dianjutkan dengan workshop Neurologi : Diagnosis dan Tata Laksana Epilepsi pada Anak oleh DR. Dr. H. Irawan Mangunatmadja, Sp.A(K) dan Dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A(K). Workshop lainnya yakni PEDIATRI Gawat Darurat: Pertimbangan Praktis Penatalaksanaan Syok pada Anak.

IMG_0365 copy

Dari wawancara yang dilakukan oleh peserta yang secara acak ditemui di ruang sekretariat usai seluruh acara berlangsung, rata-rata mengungkapkan rasa puasnya terhadap PKB IKA XII ini. Misalnya saja dr. Danastri menyampaikan apresiasinya terhadap berlangsung acara ini. “Acara PKB kali ini berjalan dengan sangat baik, materinya aplikatif, makanannya juga enak” ungkap beliau. Hal senada juga disampaikan oleh dr. Yusuf T. A, SpA dari RSUD Soedjono, Selong mengaku sangat puas pada acara ini. Beliau menyampaikan,”Tidak rugi saya datang dari jauh, acara ini dikelola sangat profesional. Salut untuk panitia.” Tidak hanya pujian yang didapatkan panitia, tentu saja kritik membangun sangat dibutuhkan. Seorang dokter SpA yang namanya tidak ingin disebutkan, memberi masukkan sekiranya materi yang tercetak dalam buku PKB dapat lebih jelas lagi. Masukan ini tentu saja sangat besar artinya bagi panitia, sehingga paniti bisa terus memperbaikin diri dalam upaya menghaturkan yang terbaik di acara-acara mendatang.

Berbagai apresiasi yang datang tentu saja tidak dapat menghapuskan kesalahan yang pastinya sempat terjadi dalam acara ini. Dengan segala kerendahan hati, panitiapun menyampaikan permohonan maaf bilamana ada yang kurang berkenan. Terima kasih yang tak terhingga juga panitia sampaikan kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini juga peserta yang sangat antusias mengikuti acara ini. Segala harapan dipanjatkan sekiranya Panitia mampu mempersembahkan yang lebih baik lagi untuk acara mendatang. Sampai jumpa di PKB IKA  XIV! – Kirana

PENUGASAN RESIDEN SENIOR DI RSUD TARUTUNG, TAPANULI UTARA..

Kota Tarutung adalah kota kecamatan yang merupakan ibukota Kabupaten Tapanuli UtaraSumatera Utara. Jarak tempuh tarutung dari ibukota propinsi medan sekitar tujuh jam perjalan, menggunakan jalan darat, dan sekitar 20-30 menit dengan pesawat udara. Rumah Sakit Umum Swadana Daerah Tarutung merupakan salah satu pusat kesehatan yang berada di daerah Tapanuli Utara yang mana rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah. Pelayanan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Swadana Daerah Tarutung tidak jauh berbeda dengan pelayanan yang diberikan oleh pusat kesehatan lainnya, baik itu pelayanan dalam bidang jasa. Berikut gambar RSU swadana Tarutung tampak dari depan.

3 copy

Ruangan anak RSU Swadana Tarutung tampak depan dan bagian dalam. Terdapat 14 tempat tidur . dengan empat kamar tersendiri.

4 copy

6 copy

Ruangan bayi RSU swadana Tarutung tampak depan, dan bagian dalam. Ruang perina memiliki 18 inkubator.

7 copy

8 copy

Ruangan poli anak, meja dokter dan meja perawat.

9 copy

Foto bersama wakil direktur akademi kebidanan tarurung setelah memberi pelatihan tentang asfiksia pada neonatal dan kegawatan pada neonatus.

10 copy

 

-redaksi-

PERTEMUAN PENANGANAN BBLR TINGKAT KABUPATEN MURUNG RAYA..

BBLR merupakan salah satu penyebab kematian  tersering pada neonatus mengingat banyak sekali permasalahan yang bisa terjadi pada bayi-bayi yang lahir dengan berat lahir rendah. Di kabupaten Murung Raya angka kematian BBLR sangat tinggi, sehingga pada tanggal 16 – 17 Oktober 2014 diadakan pertemuan di Hotel Putri, Kalimantan tengah, dengan tema “PERTEMUAN PENANGANAN BBLR TINGKAT KABUPATEN MURUNG RAYA”

2 copy

            Hotel Putri yang terletak di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dipilih sebagai tempat pertemuan yang membahas tentang bagaimana penanganan BBLR untuk seluruh pusat kesehatan yang berada di Kabupaten Murung Raya. Pada kesempatan ini, pertemuan dibuka langsung oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Murung Raya, dr. Suria Siri. Pada sambutannya, beliau menyampaikan bahwa di kabupaten Murung Raya angka kematian BBLR sangat tinggi dan oleh karena itu sangat perlu dilakukan pertemuan ini, untuk memberikan penyegaran kembali kepada petugas-petugas kesehatan tentang bagaimana penanganan kasus-kasus BBLR.

10 copyPeserta pertemuan ini berjumlah 50 orang, berasal dari tenaga bidan yang bertugas di puskesmas dan RSUD Puruk Cahu. Pembicaranya adalah peserta didik PPDS IKA UNUD yang sementara melaksanakan tugas mandiri di kabupaten tersebut (dr. Artawan, Red). Pada pertemuan tersebut, dr Artawan memberikan beberapa materi dan pelatihan tentang BBLR, resusitasi neonatus dan 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar.

11 copy

7 copy

4 copy

Selama penugasan di RSUD Puruk Cahu, berdasarkan laporan yang ada, memang angka kematian neonatus sangat tinggi. Dan dari bulan Agustus sampai bulan Oktober 2014, peserta didik sudah menangani 15 pasien BBLR, dengan perawatan seadanya. Di RSUD Puruk Cahu hanya ada 2 Inkubator, 1 foto terapi dan oksigen maksimal dengan sungkup, sampai saat ini belum tersedia CPAP dan Ventilator. Dengan alat sederhana seperti itu, peserta didik berhasil menyelamatkan pasien BBLR dengan berat lahir 1000 gram. dan itu merupakan kasus pertama yang selamat.

6 copy

8 copy

Pertemuan dimulai dari jam 08.00 Wib dan berakhir jam 16.00 Wib. Banyak sekali harapan yang dilontarkan para peserta pertemuan, khususnya harapan supaya lebih banyak lagi bayi-bayi BBLR yang bisa diselamatkan lagi. Semua ini bisa terwujud apabila lebih banyak lagi residen-residen  yang ditempatkan di daerah-daerah terpencil yang tidak ada tenaga spesialis baik itu residen  dengan beasiswa DEPKES maupun residen mandiri. Semoga dengan adanya program seperti ini, makin banyak tunas-tunas bangsa kita yang mampu diselamatkan lagi oleh peserta-peserta didik yang bertugas didaerah lain.

 

INI CERITAKU HARI INI….. MANA CERITAMU?????…… Bravo PEDIATRI UDAYANA!!!! (Redaksi)

 

 

PENUGASAN RESIDEN SENIOR DI RSU DAERAH TERPENCIL..

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas. Banyak daerah terpencil yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis dalam melayani semua kalangan masyarakat, oleh sebab itu departemen kesehatan RI memberikan program beasiswa  kepada dokter-dokter umum yang menjalani pendidikan spesialis, yang setelah selesai (telah  menjadi spesialis) bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memberikan kesempatan kepada dokter umum yang bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil di Indonesia, untuk mengenyam pendidikan spesialisasi. Khususnya di Program Studi Ilmu Kesehatan Anak  – Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, dalam setiap penerimaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru selalu ada peserta PPDS dari jalur beasiswa DEPKES.

Jenjang pendidikan di Program Studi Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD adalah: Junior, Madya, Senior  Residen dengan kompetensi disesuaikan dengan masing-masing tahap tersebut. Tatkala tahapan peserta PPDS pada level senior Residen, peserta didik akan dikirimkan ke seluruh pelosok tanah air khususnya di daerah terpencil untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis yang masih sangat kurang agar masyarakat di daerah tersebut dapat mengenyam pelayanan dokter spesialis. Penempatan ini dikenal dengan penugasan  jenjang 1. Adapun syarat mutlak daerah yang bisa menerima tenaga senior residen ini merupakan daerah yang terpencil, tidak diminati dan belum ada dokter spesialinya.

Pada saat ini PS IKA FK UNUD  sementara ini menugaskan beberapa  residen senior di beberapa daerah, seperti: dr. Ayu Shintia Santi di RSUD Kaimana (Papua Barat), dr. artawan di RSUD Puruk Cahu (Kalimantan Tengah), dan dr. Songot Nauli BR Girsang di RSU Swadana Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.

securedownload copy

3 copy

1 copy

Disamping itu, PS IKA FK UNUD juga bekerja sama dengan beberapa daerah untuk menempatka residen senior jalur mandiri antara lain: dr. Yunita Saraswati Murya di RSUD Kualakurun Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah dan dr. Cynthia Windiari di RSUD Anantuloko. Kabupaten Parigi Sulawesi Tengah.

securedownload copy

securedownload (1) copy

securedownload (1) copy

securedownload copy

Beberapa rumah sakit lain dimana peserta didik PS IKA FK UNUD pernah ditugaskan untuk melayani masyarakat antara lain RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas Kal-Bar, RSUD Bengkayang Kal-Bar, RSUD Sorong Selatan Papua Barat dll. Mereka ditugaskan pada daerah tersebut selama 6 bulan bagi PPDS dengan Beasiswa DEPKES RI dan 2 Bulan bagi PPDS dengan jalur mandiri. Para  residen senior yang dalam masa menjalani tugas mandiri sudah dilengkapi dengan sertifikat kompetensi sebagai residen senior dan bisa melakukan tindakan-tindakan spesilistik dibidang Ilmu Kesehatan Anak sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki. Disamping melayani pasien-pasien di rumah sakit, residen juga ditugaskan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit sehingga pengetahuan mereka terus terpelihara mengingat perkembangan ilmu kedokteran berkembang sangat pesat.

Pengiriman tenaga Residen senior ini akan dilakukan secara terus menerus dalam rangka ikut menyehatkan penduduk Indonesia, khususnya masyarakat yang masih sangat jauh dari jangkauan pelayanan spesialis. Semoga dengan adanya program seperti ini, masyarakat Indonesia bisa lebih sehat, seperti pepatah mengatakan bahwa “Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” dengan demikian pemerintah Indonesia akan menghasilkan sumber daya manusia yang sehat, kuat, cerdas serta berkualitas.

BRAVO PEDIATRI UDAYANA!!!!!!!! (Redaksi)

 

WORLD PNEUMONIA DAY: Mari Bersama Selamatkan Anak Indonesia!!

Berdasarkan website resmi www.worldpneumoniaday.org, dunia kehilangan lebih dari 1 juta anak setiap tahunnya.  Oleh sebab itu, WHO menetapkan 12 November sebagai hari peringatan pneumonia sedunia. Hal ini dilakukan agar masyarakat senantiasa sadar dan waspada akan gejala awal pneumonia pada bayi dan anak sehingga bisa segera tertangani.

World Pneumonia Day (WPD) tahun ini adalah kegiatan tahunan ke-6 yang diperingati di pulau dewata, Bali. WPD kali ini diperingati padahari Jumat (7-8/11) Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Bali juga berbagai rekanan farmasi bersama-sama menyelenggarakan jalan santai sekaligus kampanye waspada pneumonia.

5

Berbagai kalangan dari pemerintahan, tenaga medis dan paramedis, kader, pelajar juga masyarakat umum dengan semangat menyuarakan waspada pneumonia. Jalan santai mengambil rute dari depan pintu utama bajra sandhi terus menyusuri jalan niti mandala, melewati bank Indonesia dan kemudian jalan co agung tresna, diakhiri di pintu parkir timur lapangan renon. Tampak dengan jelas, ketua IDAI pusat dr. Aman Pulungan, SpA(K) didampingi oleh Ketua IDAI Bali, Ketua Program Studi dan staff Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah dengan penuh semangat menyarakan pesan-pesan terkait pneumonia.

1

23

4

Kegiatan yang dimotori langsung oleh dr. Siadi Purniti, SpA(K) menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dan instansi pemerintah untuk waspada pneumonia pada anak.

8

12

11

9

10

13

19

Usai jalan sehat, acara dilanjutkan di Gedung Wiswa Sabha dengan Seminar Pneumonia yang dibuka untuk kalangan umum. Seminar hari pertama ini mengusung topic “Mengenal Pneumonia Anak” yang disampaikan langsung oleh dr. Siadi Purniti, SpA (K) dan dilanjutkan oleh dr. Ayu Setyorini, SpA dengan topic “pencegahan Pneumonia pada anak” Hari kedua juga terpusat di Wiswa Sabha yang berisikan Seminar Pnemonia bagi pekerja medis maupun para medis. “Mari selamatkan anak kita dari penyakit pneumonia dan menekan terjadinya kasus penyebab kematian anak nomor lima tertinggi di dunia ini” pesan dr. Siadi, begitu beliau kerap disapa.

29

26

28

33

Peserta baik yang mengikuti kampanye maupun seminar hari I dan II tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang ada.

IMG_2342

IMG_2369

IMG_2343

IMG_2372

IMG_2399

IMG_0181

Besar harapan panitia dengan diperingatinya hari pneumonia, masyarakat mampu mengenali dengan cepat dan angka kematian anak akibat pneumonia dapat menurun dari tahun ke tahun.

IMG_0106

32

-Kirana-