KERSOSKES BANGLI di DESA PENGOTAN BANGLI

1

KERSOSKES dalam rangka memperingati HUT RSUP Sanglah yang ke 54 diadakan di desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli pada, Minggu 24 November 2013.

Desa Pengotan, Kabupaten Bangli terpilih sebagai tempat pelaksanaan KERSOSKES RSUP Sanglah pada tahun ini. Acara ini merupakan rangkaian perayaan HUT RSUP Sanglah yang ke 54. Bagian/SMF Ilmu kesehatan anak dipercayakan sebagai panitia pelaksana KERSOSKES tersebut dan melibatkan juga beberapa bagian/SMF yang lain dalam pengobatan seperti: SMF Anak, Bedah, Kandungan, THT-KL, Mata, Kulit, dan Ilmu Penyakit Dalam.

18 19 20

Secara geografis desa ini terletak pada ketinggian 800 – 1100 m di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 28 C. Pada tahun 2008, Desa Pengotan yang memiliki 13 dusun dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Pengotan dan Landih. Bentang wilayah desa ini 9.79 km2 atau 979 ha. Desa Pengotan memiliki 924 KK yang terdiri dari 204 KK Kerame Pengarep (kepala adat) dan 720 Kerame Bala Angkep. Jumlah penduduk di desa ini adalah 3359 orang, terdiri dari 1617 (48.1%) orang laki-laki, dan 1742 orang wanita (51.9%) dengan sex ratio sebesar 0.95. Kepadatan penduduknya 379 jiwa/km2. Masyarakat desa tradisional di Bangli bagian utara ini hidupnya sangat tergantung dari sistem pertanian lahan kering. Mata pencaharian penduduknya mayoritas petani dengan pendidikan masih rendah dan daya beli serta persediaan pangan di tingkat rumah tangga yang  terbatas. Masalah gizi masih banyak ditemukan khususnya pada anak  balita dan ibu hamil begitu juga penyakit-penyakit lainya masih banyak dijumpai di desa ini. Kondisi demografis dan sosial ekonomi masyarakat seperti itu, serta banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat menyebabkan Desa Pengotan dipilih sebagai tempat untuk melakukan kerja social kesehatan RSUP Sanglah Denpasar.

8 9 21

KERSOSKES kali ini dimulai pada jam 09.00 Wita dan dihadiri oleh Ibu direktur utama RSUP Sanglah dr. Anak Ayu Sri Saraswati, MKes. Dinas kesehatan Tk II Kabupaten  Bangli, Kepala desa Pengotan, ketua umum panitia HUT (dr. Ketut Ariawati, SpA(K), kepala bagian SMF ANAK (dr. BNP Arhana, SpA(K), Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Anak (dr. I Ketut Suarta,SpA(K) dan ketua KERSOSKES (dr. Made Arimbawa,SpA(K). Pembukaan KERSOSKES diawali dengan sambutan dari ketua panitia KERSOSKES kemudian dilanjutkan oleh kata sambutan dari kepala desa Pengotan. Dalam kata sambutannya (ketua panitia KERSOSKES Red) beliau mengutarakan masksud dan tujuan diadakannya acara KERSOSKES ini yakni memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di  desa Pengotan pada khususnya dan provinsi Bali pada umumnya, dan acara bakti social ini rutin dilakukan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan geografis dan sarana kesehatan yang ada. Kata sambutan kedua yang disampaikan oleh bapak kepala desa Pengotan mengucapkan terimakasih yang dalam kepada RSUP Sanglah yang sudah memilih desanya untuk dijadikan tempat pelayanan kesehatan tahun ini dan mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat desa Pengotan masih sekiranya dipantau oleh dinas kesehatan setempat. Pada kesempatan ini Ibu DirekturUtama RSUP Sanglah dr. Anak Ayu Sri Saraswati, MKes memberikan sumbangan berupa tempat sampah dengan tujuan agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya dan membiasakan hidup bersih dimana beberapa waktu yang lalu daerah ini pernah kejangkitan penyakit hepatitis yang penularan penyakit ini melalui pola hidup kurang bersih.

3 4 5

Kerja social kesehatan di desa Pengotan ini dihadiri sekitar 150 orang dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Dalam, THT-KL, Mata, Kulit melakukan kegiatan pemeriksaan poliklinik kepada semua pasien yang datang ke lokasi KERSOSKES. Disamping itu juga dibagikan kaca mata dan alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan bagian/SMF kandungan melakukan pemeriksaan USG pada ibu-ibu hamil  dan Bagian/SMF Bedah melakukan tindakan bedah minor kepada pasiennya. Selain kegiatan poliklinik, panitia kersoskes juga melakukan beberapa kegiatan seperti lomba balita sehat dan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan kali ini dibawakan oleh dr. I Nyoman Supadma (residen Ilmu Kesehatan Anak) yang membawakan materi tentang penyakit DIARE pada anak-anak. Penyerahan hadiah untuk masing-masing juara lomba balita sehat diserahkan setelah acara lomba usai dan diserahkan langsung oleh panitia KERSOSKES.

6 7 11

Acara KERSOSKES selesai pada jam 12.30 Wita, dengan laporan jumlah pasien total yang dilayani  sekitar 400 orang pasien. Semoga acara KERSOSKES ini bisa bermanfaat bagi peningkatan status kesehatan masyarakat khususnya didaerah dengan fasilitas kesehatan yang masih terbatas dan acara KERSOSKES ini bisa dilaksanakan berkesinambungan setiap tahunnya, sehingga harapan RSUP Sanglah selaku rumah sakit rujukan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat diseluruh pelosok provinsi bali dapat terpenuhi. Dan pada kesempatan ini, kami SMF/Bagian Ilmu Penyakit Anak sebagai panitia pelaksana mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut berpartisipasi dalam susksenya acara KERSOSKES ini. (Redaksi)

12 14 1510 13 17

1a

 

ACARA PEMBUKAAN HUT SANGLAH

1

30 Desember 2013 adalah hari ulang tahun RSUP Sanglah yang ke 54, serangkaian acara dilaksanakan dalam memeriahkan HUT RSUP Sanglah tersebut. Bagian/SMF ilmu kesehatan anak ditunjuk sebagai panitia pelaksana HUT RSUP Sanglah tahun ini.

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah ditunjuk sebagai panitia inti pada HUT yang ke 54 kali ini. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara puncak yakni 30 Desember 2013. Semua Supervisor, residen dan staf bagian/SMF anak ikut berpartisipasi demi kelancaran serangkaian acara yang akan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RSUP Sanglah tahun ini. Berbagai rangkaian acara yang akan mengisi HUT RSUP Sanglah kali ini antara lain: 1. pembukaan/pencanangan dimulainya HUT, 2. kerja social kesehatan, 3. Seminar kesehatan (deteksi dini kanker pada anak, gangguan perilaku belajar pada anak, sosialisasi SJSN dan skrining HIV, pencegahan kanker cervix), 4. Dialog interaktif di Bali TV,  5. Kunjungan ke taman pujaan bangsa, 6. Bazaar murah dan pada puncak acara 30 Desember 2013 akan dilaksanakan upacara berdera serta acara syukuran. Selama acara ini akan diisi pula dengan lomba-lomba berupa: 1. kuis pengetahuan dan implementasi JCIA, 2. pemilihan perawat, pegawai dan dokter teladan, 3. lomba kebersihan, 4. lomba gebongan, 5. lomba menyanyi, 6. Lomba bulu tangkis, 7. lomba film pendek dan masih ada beberapa acara lain.

6 7 8

Jumat, 15 Nopember 2013 dipilih sebagai hari pembukaan/pencanangan dimulainya acara peringatan HUT ke 54 dan dibuka langsung oleh ibu direktur utama RSUP Sanglah dr. Anak Ayu Sri Saraswati, M. Kes. Pada kesempatan tersebut, ibu direktur utama memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada semua instansi yang sudah berjuang bersama memajukan RSUP Sanglah. Beliau juga mengharapkan agar semangat yang sudah terbina dengan baik ini agar tetap dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Setelah selesai memberikan kata sambutan, ibu direktur utama memotong pita dan melepaskan balon yang berjumlah 54 buah sesuai dengan usia RSUP Sanglah. Jalan santaipun digelar setelah pelepasan balon yang dipimpin langsung oleh ibu direktur utama dengan rute RSUP Sanglah – jln. Diponogoro – jln. Teuku umar – jln Pulau tarakan – Jln. Komodo – RSUP Sanglah. Jalan santai ini diikuti oleh staf managemen, para supervisor serta residen seluruh bagian, seluruh instalasi serta seluruh paramedic dan pegawai  di lingkungan RSUP Sanglah.

10 12 14

Pukul 08.30 wita semua peserta jalan santai sudah sampai di RSUP Sanglah. Acara dilanjutkan dengan beberapa acara hiburan dan bazaar. Dimulai dengan acara menyanyi karaoke yang diiringi dengan lantunan music organ dari musisi yang sangat membangkitkan suasana saat itu. Tarian poco-poco yang secara spontanitas ditarikan saat itu oleh para peserta menambah semaraknya acara pembukaan. Ibu direktur utama pun tidak kalah semangat untuk ikut bernyanyi serta menari poco-poco. Pukul 09.30 wita digelar joged bumbung yang ditarikan oleh dokter muda RSUP Sanglah. Joged bumbung adalah tarian hiburan khas bali yang terdiri atas sepasang penari (laki dan perempuan) yang menggambarkan tentang kehidupan cinta laki dan perempuan. Peserta pembukaan diminta oleh sang penari joged untuk menari bersama diiringi music bamboo khas Bali. Setelah pergelaran jogged bumbung acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan bernyanyi bersama ibu direktur dan seluruh staf RSUP Sanglah serta  penarikan undian door prize jalan santai. Walaupun acara HUT kali ini dilaksanakan secara sederhana namun tidak mengurangi makna serta kehangatan diantara kita semua.

16 17 20

Pukul 12.30 acara pembukaan HUT RSUP Sanglah ditutup, semua peserta nampak sangat gembira dan akrab. Semoga keakraban ini kan terus terjalin selamanya dan RSUP Sanglah tetap jaya selalu dan menjadi panutan bagi Rumah sakit yang lain. (Redaksi)

Foto-foto :

2 3 4 5 11 13 15 18 19 21 22 23

ACARA PELEPASAN SPESIALIS ANAK

1

Program Sudi/Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, untuk kesekian kalinya melaksanakan acara syukuran dalam rangka keberhasilan dokter spesialis anak  menyelesaikan pendidikannya.
345

Sabtu, 16 November 2013 merupakan hari yang sangat berkesan bagi peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, yang telah menyelesaikan jenjang  jenjang pendidikannya. Peserta PPDS tersebut antara lain dr. IG. Ag. Gd. Ag. Wiradharma, MSc.,SpA, dr. AA. Tri Yuliantini, MSc.,SpA dr. Putu Ayu Widyanti, MSc.,SpA, dr. Kadek Hartini, MSc,.SpA, dr. Luh Putu Maharani, MSc.,SpA, dr. Luh putu Rihayani Budi., MSc,SpA, dr. Melisa Anggraeni, MBiomed.,SpA, dr. Ni Made Rini Suari, MBiomed, SpA, dr. Hendy, MSc.,SpA, dr. Made Ratna Dewi, MSc, SpA, Setelah melewati proses pembelajaran yang cukup panjang, akhirnya tibalah saatnya kini mereka mendapatkan gelar spesialis anak yang baru. Dokter spesialis anak yang siap mengabdikan segala ilmu yang mereka miliki untuk membantu masyarakat luas. Dengan bertambahnya 10 (sepuluh) dokter spesialis anak yang menyelesaikan pendidikan maka sejak berdirinya Program Studi IKA FK UNUD sampai saat ini telah menamatkan 107 (seratus tujuh) dokter spesialis anak yang tersebar di seluruh Indonesia.

682

Acara syukuran pelepasan PPDS ini merupakan acara rutin Program Studi/Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, apabila ada peserta didik PPDS yang sudah menyelesaikan pendidikannya. Acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali persaudaraan antara peserta didik maupun supervisor. Acara kali ini dibuka langsung oleh Kepala Bagian /SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah dr. BNP Arhana, SpA(K) dan dihadiri oleh seluruh staf, residen, paramedic maupun keluarga para spesialis baru yang sangat berbahagia. Dalam sambutannya beliau menyampaikan agar dokter spesialis baru dapat menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama pendidikan khususnya di RSUP Sanglah yang telah lulus JCI. Harapan ini perlu ditekankan agar citra dokter spesialis anak, Bagian IKA FK UNUD maupun RSUP Sanglah Denpasar khususnya dokter spesialis anak yang mengenyam pendidikan di Bagian IKA FK UNUD/RSUP Sanglah tetap baik di mata masyarakat.

7 9 10 11

Didalam acara syukuran ini, para dokter spesialis anak baru diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan-kesan mereka selama menjalani pendidikan  dan kesan pesan kepada peserta didik yang sedang menjalani pendidikan, serta ucapan terima kasih kepada para guru-guru yang memberikan andil sangat besar atas keberhasilan mereka. Disamping itu mereka juga memberikan cinderamata kepada Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD dan supervisor sebagai tanda bakti mereka, dan diikuti dengan acara foto bersama.

1231215

Diakhir acara syukuran ini diisi dengan santap siang bersama dan diiringi alunan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh peserta didik PPDS. Tampak wajah bahagia dan haru menyelimuti suasana pelepasan saat ini. Semoga acara seperti ini bisa dilestarikan untuk tetap menjaga tali persaudaraan para peserta didik, staf pendidik dan alumni.

Selamat untuk para dokter spesialis anak yang baru, semoga Tuhan selalu menyertai ditempat tugas masing-masing. (Redaksi)

end

PANDAS

PANDAS merupakan singkatan dari Pediatrics Autoimmune Neuropsychiatric Disorder Associated with Streptococcal Infection, pertama kali dipublikasi tahun 1998. Walaupun sebelumnya telah dikenal dengan sangat baik adanya sekuele neurologis akibat infeksi oleh bakteri streptokokus misalnya Sydenham’s chorea yang telah diuraikan oleh William Osler pada tahun 1894, penyakit ini merupakan suatu kondisi yang jarang pada anak dimana anak tiba tiba mengalami gangguan psikiatrik biasanya berupa Obsesive Compulsive Disorder (OCD) atau TIC setelah mengalami infeksi oleh bakteri group A beta-haemolytic streptococcus (GABHS).

Epidemiologi

Berdasarkan epidemilogi, PANDAS mengenai anak usia muda dengan onset gejala pada usia 3-9 tahun, lebih sering mengenai anak laki laki, dengan onset gejala psikiatri yang tiba tiba. Sekitar 48% menunjukkan gejala OCD, 52% menunjukkan gejala TIC dan sekitar 80% menunjukkan gejala OCD dan TIC. Hampir pada sebagian besar penderita dengan eksaserbasi menunjukkan gejala gerakan chorea Komorbiditas yang sering menyertai pada anak dengan PANDAS adalah ADHD, depresi mayor, gangguan cemas, enuresis, yang seringkali berkorelasi dengan memburuknya gejala OCD dan TIC.

Patofisiologi

PANDAS secara patofisiologi dianggap mirip dengan Chorea Sydenham. PANDAS merupakan gangguan autoimun dimana antibodi yang seharusnya melawan infeksi streptokokus, juga menyerang bagian otak yang disebut basal ganglia yang mengakibatkan ekstremitas, tubuh, otot otot wajah mengalami gerakan gerakan yang tak terkendali yang sering dikenal dengan istilah gerakan involunter atau gerakan yang tidak disadari. Faktor faktor yang dihubungkan sebagai risiko PANDAS adalah: infeksi oleh bakteri GABHS dan adanya predisposisi genetik. Kerentanan individu terhadap infeksi yang dipicu gangguan autoimun sangat tergantung pada genetik. Respon imun yang abnormal diikuti oleh pembentukan antibodi yang mengganggu aktivitas neuronal dan akhirnya merusak sawar darah otak akibat inflamasi sehingga memungkinkan antibodi masuk mencapai susunan saraf pusat dan mempengaruhi fungsinya. Sel basal ganglia memiliki permukaan yang mirip dengan permukaan antigen streptokokus. Ketika antibodi dalam darah anak yang terinfeksi streptokokus melewati sawar darah otak, antibodi antibodi tersebut keliru mengenali sel basal ganglia sebagai antigen streptokokus sehingga antibodi tersebut menonaktifkan dan menghancurkan sel sel basal ganglia. Antibodi juga melekat pada neuron dan mengganggu sinyal neuron dengan meningkatkan produksi calcium–calmodulin dependent protein kinase II (CaM Kinase II) dalam basal ganglia yang pada akhirnya mempengaruhi produksi neurotransmitter seperti dopamine. Antibodi yang beredar dalam darah bisa mencapai SSP hanya bila terjadi inflamasi pada meningen yang menyebabkan kerusakan sawar darah otak.

Manifestasi klinis

Tidak ada gejala klinis yang khas, namun beberapa gejala klinis berikut dapat digunakan untuk mengidentifikasi PANDAS diantaranya: TIC, obsesif-kompulsif, gerakan chorea, emosi yang labil, perubahan kepribadian, perilaku yang tidak sesuai, kecemasan berpisah, hiperaktif, depresi mayor, menurunnya kemampuan menulis atau ketrampilan matematik, enuresis, anoreksia dan nyeri sendi, kelelahan, kekakuan seperti gejala penyakit autoimun yang lain.

Diagnosis

Diagnosis PANDAS adalah diagnosis klinis yang sangat tergantung pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada anamnesis harus menunjukkan suatu onset yang mendadak dari gejala klinis yang telah disebutkan diatas. Kriteria untuk menegakkan diagnosis PANDAS (dimodifikasi berdasarkan suatu studi yang mengidentifikasi 50 kasus PANDAS yang pertama oleh Susan E. Swedo et al., Am J Psychiatry 155:2 Feb 1998) adalah sbb:

  1. Adanya gejala OCD atau TIC – pasien memenuhi gejala OCD /TIC sesuai criteria DSM V)
  2. Onset pada anak anak – gejala pertama terjadi pada saat usia 3 tahun samapi awal pubertas.
  3. Beratnya gejala berlangsung secara episodik dengan onset tiba tida dan terjadi gejala eksaserbasi yang dramatis
  4. Berhubungan dengan infeksi oleh bakteri grup ABHS (diagnosis berdasarkan titer antibody atau kultur swab tenggorok)
  5. Berhubungan dengan abnormalitas neurologi selama terjadi eksaserbasi seperti gerakan chorea, TIC)

Pemeriksaan Penunjang

Belum ada pemeriksaan untuk diagnosis pasti PANDAS, namun pada anak dengan gejala klinis yang diduga PANDAS perlu dilakukan pemeriksaan swab tenggorok untuk membuktikan adanya infeksi oleh bakteri GABHS.

Pemeriksaan titer antibodi terhadap streptokokus (ASTO) juga diperlukan mengingat kultur seringkali hasilnya negatip dan kesulitan jika hanya mengunakan tes laboratorium tunggal. Pada pemeriksaan dengan magnetic resonance imaging (MRI) ditemukan adanya pembesaran yang bermakna dari caudatus, putamen dan globus pallidus.

Penelitian dengan menggunakan PET (Positron Emission Tomography) scan menunjukkan terjadinya peningkatan metabolisme glukosa di korteks orbitofrontal, caudatus, thalamus, korteks prefrontal anterior dan singulat pada pasein dengan OCD.

Tatalaksana terapi

Pada episode akut PANDAS terapi terbaik adalah mengeradikasi kuman penyebab infeksi. Antibiotika yang merupakan pilihan terhadap bakteri GABHS adalah amoksisilin, penisilin, eritromisin, azithromisin dan sefalosporin.

Pengobatan simptomatik yang efektif diantaranya dengan menggunakan CBT (cognitive behavioral teraphy) dan obat golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) seperti fluoxetine, fluvoxamine, sertaline atau paroxetine). Obat harus dimulai dari dosis rendah dan ditingkatkan secara perlahan dimana bila gejala bertambah buruk dosis dapat diturunkan dan apabila akan menghentikan pengobatan maka tidak boleh dihentikan secara tiba tiba.

Pertimbangan imunoterapi dapat digunakan hanya pada kasus kasus dimana jelas gejala neuropsikiatri terkait dengan respon autoimun. Yang dimaksud dengan imunoterapi pada PANDAS adalah penggunaan IVIG, plasmaparesis dan kortikosteroid. Selain harus memastikan bahwa gejala sepenuhnya memenuhi kriteria PANDAS, diagnosis harus berdasarkan beberapa pemeriksaan laboratorium untuk konfirmasi disfungsi imunitas tubuh seperti: ASTO, titer ANA dan uji reaktivitas imun (ESR-Erythrocyte Sedimentation Rate) atau C-rective protein. Pemberian kortikosteroid masih kontroversi, ada yang melaporkan terjadi perbaikan yang signifikan dengan steroid, ada juga yang menyatakan terjadi perburukan.Keterbatasan penggunaan steroid disebabkan oleh beberapa hal diantaranya; tidak dapat digunakan untuk jangka waktu lama dan adanya efek rebound. Namun steroid sangat membantu untuk menegakkan diagnosis penyakit berbasis imun karena jika dengan pemberian steroid gejala membaik maka respon sterid dapat digunakan sebagai indicator yang baik dimana terapi berbasis imun akan sangat bermanfaat.

Pencegahan

Telah ada 2 uji klinis tentang antibiotika profilaksis untuk PANDAS, yang menunjukkan bahwa antibiotika efektif dalam mencegah infeksi streptokokus yang diharapkan dapat mengurangi angka kekambuhan PANDAS. Di masa yang akan datang pencegahan eksaserbasi PANDAS dengan pemberian antibiotika sebagai profilaksis terhadap infeksi streptokokus dapat menjadi harapan, namun masih diperlukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan metode yang lebih baik.

Referensi

  1. Swedo SE, Leckman JF, Rose NR. From research subgroup to clinical syndrome: Modifying the PANDAS criteria to describe PANS (Pediatric Acute-onset Neuropsychiatric Syndrome). Pediatr Therapeut 2012, 2:2.
  2. PANDAS: Identification and possible treatment. www.childadvocate.net/PANDAS_treatment.htm.
  3. Kurlan R, Kaplan EL. The pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infection (PANDAS) etiology for tics and obsessive-convulsive symptoms: hypothesis or entity? Practical considerations for the clinician. Pediatrics 2004: 113; 883.

Penulis :
dr. dewi Sutriani Mahalini, Sp.A