Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

galungan

Dihari yang suci ini, dihari kemenangan Dharma melawan a-Dharma, mari tingkatkan pengabdian serta pelayanan kita kepada masyarakat yang membutuhkan sentuhan tangan-tangan kita. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi tuntunan serta bimbinganNya kepada kita semua. Om Santih Santih Santih … Om

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Çaka 1935

nyepi1935

Dihari yang hening sunyi sepi ini, kita menundukkan kepala merenung sejenak serta introspeksi diri akan sikap dan tingkah laku kita sebelumnya dan dengan sinar yang terang, kita songsong tahun baru ini dengan berbuat, berbicara serta berpikir yang baik untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda pada tahun sebelumnya semoga IDA SANGHYANG WIDHI WASA menunjukkan jalan bagi kita semua.

Om Santhi Santhi Santhi…

Cacar Air (Varisela) pada Anak

Apa itu cacar air?

Cacar Air atau yang memiliki nama lain sebagai (Varisela /Chiken Pox / cangkrangen (jawa)) adalah penyakit infeksi yang sangat menular disebabkan oleh virus varisela-zoster. Angka kejadian di negara kita belum pernah diteliti, tetapi di Amerika dikatakan kira-kira 3,1-3,5 juta kasus dilaporkan tiap tahun.

Bagaimana varisela itu bisa menular?

Varisela sangat mudah menular terutama melalui kontak langsung, melalui cairan pernapasan maupun kontak langsung pada kulit dan dapat terjadi walaupun jarang melalui kontak yang tidak langsung melalui udara.

Jangka waktu sejak penderita terinfeksi virus sampai timbul gejala sekitar 14 sampai 16 hari. Varisela dapat menyerang semua golongan umur termasuk bayi, 90 % kasus berumur 10 tahun dan terbanyak umur 5-9 tahun. Pasien dapat menularkan penyakit selama 24-48 jam sebelum lesi kulit timbul, sampai semua lesi timbul krusta/keropeng biasanya 7-8 hari. Seumur hidup seseorang hanya satu kali menderita varisela. Serangan kedua mungkin berupa penyebaran ke kulit berupa herpes zoster.

Bagaimanakah gejala varisela itu?

Setelah masa terinfeksi hingga timbulnya gejala, akan muncul gejala berupa nyeri kepala ringan, demam yang tidak begitu tinggi dan lemah badan, diikuti dengan timbulnya lesi kulit 24-36 jam kemudian. Ruam pertama muncul dalam bentuk erupsi macula yang dapat disertai dengan kemerahan. Ruam ini hanya timbul beberapa jam, terasa gatal, vesikel berisi cairan jernih dan menimbul dari dasar. Perubahan lesi makula (perubahan dari warna kulit yang berfariasi ukurannya) ke papul (penonjolan di atas kulit berdiameter <1cm) menjadi vesikel (lepuhan kecil berisi cairan yang berdiameter<0.5 cm) kemudian krusta, berlangsung dalam kurun waktu 6-8 jam.

Cacar air pada anak biasanya berlangsung ringan dan singkat. Bila menyerang dewasa sifatnya lebih berat dan dapat mengakibatkan penyakit yang serius serta fatal, terutama apabila menyerang pasien defisiensi imun (sistem imun yang kurang aktif dari biasanya)I, anak yang sedang mendapat pengobatan kortikosteroid atau terapi kemostatik (pada pasien-pasien kanker), tanpa bergantung kepada golongan umur.

Infeksi varisela yang berat juga dapat terjadi pada bayi baru lahir akibat varisela dari ibu hamil. Bayi yang terinfeksi selama masa kehamilan juga mempunyai resiko (0,8%-1,7%) untuk terjadinya herpes zoster, resiko akan meningkat apabila paparan terjadi pada kehamilan usia 25-36 minggu.

Bagaimana cara pengobatan varisela?

Pengobatan bersifat mengurangi gejala (simtomatik) dengan antipiretik dan analgesik, untuk menghilangkan rasa gatal dapat dengan kompres dingin,mandi secara teratur ataupun pemberian antihistamin. Lokal diberikan bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (mentol, kamfora) untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika berupa salap dan oral. Dapat pula diberikan obat-obat antivirus (asiklovir) untuk mencegah atau meringankan varisela, pemberian asiklovir minum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan bila diberikan hanya pada kulit luar yang terkena.

Bagaimana cara mencegah terjadinya varisela?

Pencegahan yang dapat diberikan untuk varisela yaitu menghindari kontak langsung dengan penderita cacar air , memberikan vaksinasi yaitu vaksin varisela yang merupakan vaksin virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin virus hidup varisela-zoster yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilized), suhu penyimpanan vaksin pada suhu 2OC-8OC. Menurut Jadwal Imunisasi 2011 vaksin varisela dapat diberikan mulai umur 1 tahun, dosis 0,5 mL secara subkutan, dosis tunggal. Pada anak usia ?13 tahun dianjurkan pemberian vaksin dua kali selang 1 bulan. Bila pasien memiliki kontak terhadap kasus varisela vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan kontak dipisah/tidak berhubungan). Bagi anak hanya diperlukan 1 dosis, sedang individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas 13 tahun) dan dewasa memerlukan 2 dosis, selang 1-2 bulan.

Siapakah yang tidak boleh divaksinasi varisela?

1. Orang yang pernah mengalami anafilaksis setelah mendapatkan satu dosis vaksinasi varisela sebelumnya

2. Orang yang telah mendapatkan vaksin hidup selama 4 minggu terakhir (misalkan MMR, campak ,batuk rejan dan BCG )

3. Orang yang mengalami gangguan kekebalan, misalnya :

  • Orang dengan HIV/AIDS
  • Orang yang mendapatkan pengobatan immunosupresif dosis tinggi, terapi rotgen atau cortikosterod
  • Orang yang menderita penyakit keganasan misalnya lymphoma, leukemia dan penyakit Hodgkin.

Dimanakah bisa mendapatkan vaksinasi varisela?

Vaksin varisela bisa didapatkan di fasilitas kesehatan terdekat (di tempat praktek spesialis anak atau Rumah sakit yang menyediakan vaksin varisela)

 

Referensi:
1. Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia, edisi keempat ,tahun 2011.
2. Buku ajar Infeksi tropis, Ilmu Kesehatan Anak IDAI
3. www.healt.NWS.gov.au/immunisation; Desember 2010

Penulis :
1. dr. Sang Ayu Putu Srimas Ambara Dewi
2. dr. I Made Gede Dwilingga Utama, Sp.A (K)
3. dr. IGAN Sugitha Adnyana Sp.A