A small gallery

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem.

  • Nulla consequat massa quis enim.
  • Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu.
  • In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo.
  • Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi.

Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim.

Read more

Acara Syukuran Dokter Spesialis Anak Baru

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, untuk kesekian kalinya melakukan acara syukuran untuk dokter spesialis anak yang sudah menyelesaikan pendidikannya.

IMG_9647

Senin, 7 Januari 2013 merupakan hari yang sangat berkesan untuk peserta didik PPDS Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, yang telah menyelesaikan jenjang demi jenjang pendidikannya. Peserta PPDS itu adalah dr. I Ketut Adi Wirawan,Msc.,SpA, dr. I Made Yoga Putra Susana, Msc.,SpA, dr. Imanuel Yulius Malino, Msc.,SpA, dr Franky Luhulima,Msc.,SpA, dr. Panji Tanu,SpA. Setelah melewati proses pembelajaran yang cukup panjang, akhirnya tibalah saatnya kini mereka mendapatkan gelar spesialis anak yang baru. Dokter spesialis anak yang siap mengabdikan segala ilmu yang mereka miliki untuk membantu masyarakat luas.

IMG_9731

IMG_9740

IMG_9743

Acara syukuran pelepasan PPDS ini merupakan acara rutin Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanlah Denpasar, apabila ada peserta didik PPDS yang sudah menyelesaikan pendidikannya. Acara ini bertujuan agar kita selalu mensyukiri atas apa yang kita capai tidak terlepas dari bimbingan dan kehendak Tuhan Yang Masa Esa. Acara syukuran yang dihadiri seluruh staf, residen, para perawat dilingkungan perawaratan anak dan para keluarga dokter spesialis anak yang baru, diawali dengan laporan Ketua Program Sudi IKA dan dilanjutkan dengan sambutan serta pesan-pesan dari Kepala Bagian /SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah dr. BNP Arhana, SpA(K). Dalam sambutannya beliau berpesan agar dalam bertugas nantinya selalu menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama pendidikan, belajar terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan klinis serta keterampilan dan utamanya selalu memperhatikan kepentingan pasien. Beliau juga berpesan agar selalu menjaga nama almamater dan ingat akan almamater dimana mereka dididik.

IMG_9766

IMG_9792

IMG_9809

IMG_9815

Didalam acara syukuran ini, para dokter spesialis anak baru diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan-kesan mereka selama mengikuti pendidikan dan pesan-pesan bagi peserta didik yang masih menjalani pendidikan, serta ucapan terima kasih kepada para guru-guru yang memberikan andil sangat besar atas keberhasilan mereka dalam mencapai idaman mereka sebagai dokter spesialis anak.

Diakhir acara syukuran ini diisi dengan foto bersama, dilanjutkan dengan santap siang dan diiringi alunan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh peserta didik PPDS. Tampak wajah bahagia serta haru menyelimuti suasana pelepasan saat ini. Semoga acara seperti ini bisa dilestarikan untuk tetap menjaga tali persaudaraan para peserta didik, staf, dan alumni.

IMG_9860

IMG_9872

Selamat untuk para dokter spesialis anak yang baru, semoga Tuhan selalu menyertai ditempat tugas masing-masing. (Redaksi)

GONDONGAN (MUMPS ATAU PAROTITIS)

Penyakit gondongan atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan parotitis atau mumps adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus (Paramyxovirus) dan menyerang jaringan kelenjar dan saraf. Penyakit ini sering menyerang anak-anak usia 5-10 tahun dengan gejala khas rasa nyeri dan bengkak pada salah satu atau kedua kelenjar leher (parotis). Seorang anak akan mendapatkan kekebalah tubuh terhadap virus Paramyxovirus dari ibunya sampai usia 12-15 bulan saja. Itupun jika ibu pernah menderita gondongan atau mendapatkan imunisasi sebelumnya.

Virus penyebab gondongan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan percikan ludah, bahan muntah dan urine. Virus masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut. Virus memperbanyak diri di saluran napas atas dan menyebar ke kelenjar getah bening lokal. Masa ini dikenal dengan masa inkubasi dan berlangsung selama 12-25 hari. Kemudian virus akan menyebar ke seluruh tubuh dengan lokasi yang dituju adalah kelenjar parotis, ovarium (indung telur) pada wanita atau testis (buah zakar) pada laki-laki, pankreas, tiroid, ginjal, jantung atau otak.

Tidak semua orang yang terinfeksi mengalami keluhan. Sebanyak 30-40% penderita tidak menunjukkan gejala sakit, tetapi tetap menjadi sumber penularan. Gejala awal penyakit gondongan berupa demam, rasa lesu, nyeri otot terutama daerah leher, nyeri kepala, nafsu makan menurun diikuti pembesaran cepat dari satu atau dua kelenjar leher (parotis). Gejala klasik yang muncul dalam 24 jam adalah anak akan mengeluh sakit telinga dan diperberat jika mengunyah makanan terutama makanan asam. Demam akan turun dalam 1-6 hari, dimana suhu tubuh akan kembali normal sebelum pembengkakan kelenjar hilang. Pembengkakan kelenjar menghilang dalam 3-7 hari. Pada anak laki-laki yang belum pubertas dapat juga muncul pembengkakan testis pada minggu pertama atau kedua. Testis yang terserang terasa nyeri, bengkak dan kulit sekitarnya berwarna merah. Jika menyerang indung telur pada wanita dapat ditemukan keluhan nyeri perut bagian bawah. Komplikasi dapat berupa infeksi otak (ensefalitis) dan ketulian namun jarang.

Diagnosis penyakit parotitis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium, kecuali gejala klinis yang muncul tidak klasik untuk parotitis. Parotitis merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Pengobatan yang diberikan hanya untuk mengurangi gejalanya saja yaitu parasetamol untuk mengurangi rasa nyeri dan menurunkan demam. Pengobatan dengan anti virus sampai saat ini masih belum terbukti dapat bermanfaat, begitu pula dengan obat imunomodulator yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemberian nutrisi dan cairan yang adekuat dapat membantu mempercepat penyembuhan.

Penderita penyakit gondongan masih dapat menjadi sumber penularan sampai 10-14 hari setelah keluhan bengkak ditemukan. Sebaiknya selama periode tersebut, penderita dianjurkan untuk tidak masuk sekolah atau melakukan aktifitas di keramaian. Untuk mencegah penularan gondongan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, mulai dari cuci tangan, mencuci bersih peralatan makan atau mainan atau benda lain yang sering disentuh

Pencegahan adalah solusi terbaik supaya terhindar dari penyakit ini. Cara pencegahan terbaik untuk parotitis adalah dengan imunisasi MMR (mumps, measles, rubella) yang merupakan bagian dari jadwal imunisasi rutin rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) 2011. Vaksin ini merupakan kombinasi dengan vaksin measles (campak) dan rubella (campak Jerman). Diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 15 bulan dan kemudian usia 5-6 tahun.

Penulis

  1. dr. Melisa Anggraeni
  2. dr. I Md Gd Dwi Lingga Utama, Sp.A(K)

Bag/SMF IKA FK UNUD-RSUP Sanglah Denpasar

SELAMAT TAHUN BARU 2013

tahun_baru_ppds

Kita songsong tahun 2013 dengan semangat kerja lebih giat, semoga

Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi tuntunan bagi kita semua

[PS IKA]